Indonesia mengalami transformasi yang menakjubkan, setelah hampir 70 tahun menjalin hubungan diplomatik dengan negara Belanda. Dengan angka pertumbuhan ekonomi sebesar 5,19 % di tahun 2017, menjadikan Indonesia sebagai satu dari empat negara yang memiliki tingkat kemajuan ekonomi tertinggi di antara negara-negara G-20, setelah Cina, India, dan Korea. 

Hal tersebut disampaikan Menteri LHK, Siti Nurbaya, saat mewakili Presiden RI, menghadiri perayaan Hari Lahir Raja Belanda Willem Alexander atau Willem-Alexander of the Netherlands, di Jakarta (30/04).

“Dalam lima tahun terakhir sejak adopsi Deklarasi Bersama tentang Kemitraan Komprehensif pada tahun 2013, negara-negara kita telah menikmati hubungan dan kerja sama yang semakin meningkat dan semakin erat. Kami sangat senang menyaksikan banyak kemajuan dalam kerja sama kami. Ini adalah sukacita lain yang dapat dirayakan bersama oleh Indonesia dan Belanda”, tutur Menteri Siti bangga.

Pertukaran kunjungan yang telah dilakukan kedua negara, serta kerja sama di sektor maritim, seperti pengelolaan air, pembangunan kapal, dan pengembangan pelabuhan, diakui Menteri Siti telah mendukung meningkatnya perkembangan perekonomian kedua negara.

Postcomended   Ocean Infinity Gagal Temukan Secuil pun Bangkai MH370

“Sektor maritim penting dalam hal ini, dan keahlian serta keahlian Belanda sangat tepat. Selanjutnya, kedua negara juga telah menjalin kerja sama di bidang lingkungan”, lanjutnya.

Ditegaskan Menteri Siti, saat ini kerjasama kedua negara telah merangkul berbagai masalah yang menjadi perhatian internasional seperti perubahan iklim, pengelolaan limbah padat, ekonomi lingkaran dan pengelolaan air. “Dalam hal kerjasama pengelolaan air, ada banyak masalah yang dapat ditingkatkan di masa depan seperti peningkatan kualitas air, sanitasi dan kebersihan”, harapnya.

Tidak lupa, Menteri Siti juga menyampaikan apresiasinya atas dukungan negara Belanda dalam mendukung hubungan masyarakat kedua negara, selain hubungan diplomatik.

“Perkembangan yang signifikan itu, sekali lagi membuktikan bahwa kemitraan Indonesia-Belanda hari ini telah meluas dan meluas. Ini jelas mencerminkan bahwa kedua negara kita telah berbagi sejarah penting di masa lalu dan bahwa kita telah bekerja sama untuk berbagi masa depan yang cerah bersama”, ujarnya optimis.

Postcomended   Ada 875 Stasiun Pengisian Listrik, Namun Indonesia Masih 10 Tahun Lagi Terapkan Mobil Listrik

Dalam kesempatan ini, Menteri Siti juga mengungkapkan kerinduannya pada kota Enschende, tempat dimana beliau pernah mengambil studi Master pada tahun 1987-1988. “Banyak hal yang saya pelajari dari Belanda. Di sana saya belajar ekologi, Sistem Informasi Geografis, penginderaan jauh (remote sensing) dan perencanaan spasial, yang telah terbukti sangat berperan dalam pekerjaan saya sebagai Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan sekarang. Saya rindu Enschende!”, ujar Menteri Siti sumringah.

Terakhir, Menteri Siti berharap agar kebersamaan dalam perayaan tersebut dapat mempererat persahabatan dan kerjasama yang kuat antar kedua negara.

“Saya yakin bahwa kami akan terus menjadi mitra yang tangguh, dalam membuka potensi di bidang perdagangan dan investasi, mengembangkan teknologi bersih, dan pendekatan pembangunan ramah lingkungan lainnya, memelihara pemahaman bersama yang lebih baik, serta dalam mengatasi berbagai tantangan global”, pungkas Menteri Siti.

Selain Duta Besar Negara Belanda, Mr. Rob Swartbol, acara tersebut turut dihadiri perwakilan negara sahabat, perwakilan kementerian/lembaga dan masyarakat belanda di Jakarta.

Postcomended   Ketahui Trik Jitu Ajari Si Kecil Puasa Ramadhan

#klhk
#sitinurbaya
#kingsday
#hubungandiplomatik
#indonesia
#belanda

Share the knowledge