Tasikmalaya, Pangsi, dan Oktober Festival. Jakarta, 4 Oktober 2017 – Menteri Pariwisata Arief Yahya menerima audiensi Walikota Tasikmalaya Budi Budiman di kantornya.

MenPar AY yang didampingi Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Nusantara Esthy Reko Astuty dan Kabid Wisata Religi Wawan Ajen, menyampaikan bahwa Tasikmalaya bisa menjadi Kota Jasa, apalagi dengan pertumbuhan ekonomi yang sudah mencapai 6,49% (diatas Nasional 5,01%, Kwartal II-2017), syaratnya adalah mengembangkan pariwisata berjuluk Kota Santri tersebut dengan event-event berkualitas.

Untuk mencapainya, MenPar AY sebutkan minimal butuh 52 event dalam setahun atau 1 event per-minggunya, agar Tasikmalaya menjadi Kota Jasa yang mampu menopang pariwisata Bandung, dan Jawa Barat.

Postcomended   Kolaborasi Ancelotti dan Salihamidzic Antar Die Roten Raih Prestasi

MenPar juga sebutkan, Bandara Kertajati merupakan peluang terbesar Tasikmalaya. Sasarlah wisatawan asal Malaysia, fokusnya. Dengan target beroperasi di 2019 dan jarak dari Bandara Kertajati sekitar 1,5 – 2 jam, maka sangat logis dan potensial untuk Tasikmalaya yang kuat akan UMKM dan Industri Kreatifnya seperti Bordir dan Batik Kota Tasikmalaya, Kerajinan Mendong dan Anyaman, serta Kelom dan Payung Geulis untuk mempersiapkan diri semaksimal mungkin!

Postcomended   Indonesia Belajar Minum Kopi Tanpa Ampas (3)

#PesonaIndonesia
#TasikmalayaOktoberFestival

LIVE ! Launching Tasikmalaya October Festival 2017

Posted by Kementerian Pariwisata on Wednesday, October 4, 2017

Share the knowledge