Menteri Pertahanan Jerman Bakal Lengkapi Militernya dengan Imam dan Rabbi

Lifestyle
Share the knowledge

Kabar menyejukkan datang dari institusi militer Jerman, Bundeswehr. Menteri Pertahanan Jerman, Ursula von der Leyen, menginginkan Bundeswehr untuk memasukkan para rabbi Yahudi dan imam Muslim. Ursula ingin hal ini sudah dapat dilakukan pada akhir 2019 ini.

Pada awal April 2019, Ursula mengumumkan bahwa dia bermaksud merekrut pendeta militer Yahudin(rabbi). Dia juga mengatakan dia sedang berusaha mengatasi rintangan hukum untuk juga menyediakan imam Muslim.

Mendengar rencana Ursula, seorang rabbi di militer Jerman, Konstantin Pal, bersinar ketika dia berbicara tentang rencana merekrut rabbi untuk Bundeswehr tersebut. “Ini perkembangan yang sangat positif,” katanya. “Dan aku berharap perintah menteri akan segera dilaksanakan.”

Sejak Pal menjadi rabbi pertama yang menyelesaikan magang dengan ulama (chaplain) militer Jerman pada 2004, Pal telah berjuang untuk membuat Bundeswehr lebih terbuka untuk berbagai agama.

Saat itu dia menemani seorang imam Katolik yang ditugaskan ke marinir. “Itu bukan petualangan; lebih seperti kurva belajar yang curam,” Pal, yang menganggap dirinya liberal, mengatakan kepada DW. “Berada di kapal perang tentu saja tidak seperti berada di ruang seminar universitas. Tapi kamu masih belajar bagaimana mendukung orang secara spiritual.”

Pendeta militer di Bundeswehr melakukan pelayanan keagamaan dan memberikan konseling bagi tentara di barak mereka atau selama pengerahan di luar negeri. Mereka sejauh ini selalu datang dari denominasi Kristen, meskipun  ada juga tentara Yahudi dan Muslim di dalamnya.

Postcomended   Studi: Para Suami, Berhentilah Merokok Saat Rencanakan Kehamilan Istri

Perjanjian resmi gereja Katolik dan Protestan dengan negara untuk menyediakan pendeta militer telah ada hampir selama Bundeswehr ada. Militer Jerman Barat alias Bundeswehr, terbentuk pada tanggal 5 Mei 1955 yang artinya Angkatan Pertahanan Federal. Selama Perang Dunia I, tentara juga memiliki rabbi di lapangan, termasuk sarjana dan teolog terkenal Leo Baeck.

Ursula mengatakan, Bundeswehr perlu melanjutkan tradisi panjang memiliki rabbi. Dia juga mengatakan akan merekrut imam. Calon ulama Bundeswehr harus warga negara dan telah menyelesaikan studi teologis mereka di Jerman.

Status Hukum Rabbi dan Imam Berbeda
Meskipun persyaratannya sama, proses penunjukan pendeta Muslim dan Yahudi berbeda; dan kemungkinan akan terbukti jauh lebih cepat bagi para rabbi untuk diangkat. Pemerintah telah mengakui Dewan Pusat Yahudi di Jerman sebagai badan publik, seperti halnya gereja-gereja Kristen, Saksi-Saksi Yehuwa, dan Ahmadiyah.

Postcomended   Siswa Jepang Tumbuk Tulang Anjing Sambil Minta Maaf

Itu tidak terjadi untuk asosiasi Islam besar. Kurangnya afiliasi formal dari jemaat Muslim atau organisasi payung resmi, membuat situasi hukum lebih sulit bagi Muslim. Alih-alih menandatangani perjanjian dengan organisasi pusat, Ursula berusaha mencapai kesepakatan dengan asosiasi Islam secara individual. Pendekatan ini diperkirakan akan memakan waktu lebih lama.

Menurut Departemen Pertahanan Jerman, sekitar 300 tentaranya adalah Yahudi dan 3.000 adalah Muslim. Para pejabat tidak dapat memberikan angka pasti karena Bundeswehr tidak secara resmi mengumpulkan informasi tentang afiliasi agama. Namun, banyak sekali anekdot.

Seorang perwira Yahudi Jerman yang dikerahkan ke Afghanistan, senang bertemu dengan seorang rabbi Angkatan Darat AS. Dan, sebelum dikerahkan ke Afghanistan, seorang prajurit muda (Muslim) menjelaskan persyaratan pemakaman Islam kepada rekan-rekan pasukannya.

“Imam Muslim sudah lama terlambat,” kata Ralf Ceylan, penjabat direktur Institut Teologi Islam di Universitas Osnabrück, pada 2018. “Kita membutuhkan mereka sama seperti kita membutuhkan pendeta Muslim yang terlatih di rumah sakit, kepolisian dan penjara.”

Postcomended   Studi: Karakter Psikopat di Tempat Kerja Lebih Banyak Merugikan

Ceylan mengatakan tentara tidak perlu mempraktikkan keyakinan mereka untuk merasa lebih nyaman beralih ke imam Islam untuk dukungan dan bimbingan spiritual. Sementara itu Rabbi Pal berharap bahwa karirnya di militer akan berlanjut.***


Share the knowledge

Leave a Reply