Loading...
Ekonomi

Menyusul Pengungkapan Kotak Hitam JT601, Boeing Sebar Instruksi untuk Para Pilot 737 Max

Share the knowledge

Markas Boeing (nl.123rf.com)

Markas Boeing (nl.123rf.c

Boeing telah mengirimkan instruksi kepada maskapai-maskapai penerbangan yang menggunakan jet 737 Max tentang bagaimana pilot harus bereaksi terhadap pembacaan yang keliru oleh alat sensor. Ini didasarkan pada temuan para penyelidik insiden Lion Air JT610, bahwa hal itu merupakan faktor kunci kecelakaan pesawat tersebut yang jatuh ke laut dan menewaskan 189 orang di dalamnya. Kotak hitam JT610 disebut telah mengungkap adanya indikasi perbedaan cara pilot dan perwira pertama dalam mereaksi alat sensor angle of attack (AOA).

Ahli penerbangan mengatakan temuan awal menunjukkan bahwa pilot dan perwira pertama penerbangan JT610 tidak tahu pada kecepatan apa mereka terbang. The Guardian melaporkan, ini mirip dengan masalah yang dialami pada penerbangan Air France 447, yang jatuh ke laut Atlantik pada tahun 2009. Seperti diwartakan sebelumnya, kotak hitam penerbangan JT610 mengungkap bahwa pesawat mengalami masalah kecepatan udara pada empat penerbangan terakhirnya.

Boeing mengatakan telah mengeluarkan buletin manual operasi untuk memberitahu para pilot tentang bagaimana menangani munculnya “masukan yang keliru dari sensor sudut serang (angle of attack/AOA)”. Federal Aviation Administration (FAA), regulator penerbangan Amerika Serikat (AS), akan memerintahkan maskapai penerbangan untuk mematuhi buletin dan akan mengambil “tindakan lebih lanjut” tergantung pada hasil penyelidikan.

Sensor AOA mengirimkan informasi tentang sudut di mana pesawat itu terbang, yang menunjukkan kepada kapten dan perwira pertama apakah pesawat mungkin berisiko untuk terhenti.  AOA yang memberikan data yang salah dapat menyebabkan pembacaan kecepatan yang salah juga, dan ini berpotensi menyebabkan kebingungan di antara awak pesawat yang berimplikasi pada kehilangan ketinggian yang cepat.

Postcomended   3 Juli dalam Sejarah: Tembak Jatuh Pesawat Komersial Iran, AS Tak Pernah Mau Minta Maaf

AOA Diubah oleh Mekanik di Bali

Menurut Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), AOA telah diubah oleh mekanik di lapangan di Bali sehari sebelum kecelakaan. Itu dilakukan mekanik setelah masalah serupa terjadi pada penerbangan sebelumnya. Pakar keselamatan penerbangan, David Gleave, seperti dilansir The Guardian, mengatakan, ini mungkin akan menyebabkan kapten dan perwira pertama melihat pembacaan kecepatan yang berbeda dan bereaksi buruk, terutama jika mereka tidak berpengalaman.

“Dengan cepat setelah tinggal landas, Anda menggunakan autopilot dan autopilot tidak akan tahu kecepatan mana yang benar,” kata Gleave.  Reaksi yang tepat untuk menanggapi kondisi itu, kata Gleave, adalah menentukan set instrumen mana yang menghasilkan info bagus dan yang menghasilkan info buruk. Jika info bagus yang ditampilkan, (biasanya) pilot akan menerbangkan pesawat secara manual.

Hal pertama yang perlu dilakukan seorang pilot dalam keadaan seperti itu kata Gleave, adalah bersantai dan tidak bereaksi berlebihan. “Alarm mungkin padam, dan hal pertama yang harus dilakukan adalah tidak melakukan apa-apa.” Namun kecelakaan fatal mungkin terjadi, lanjut Gleave, karena “reaksi terkejut” dari pilot, atau jika awak pesawat tidak cukup terlatih untuk melakukan pemeriksaan yang diperlukan.

Postcomended   Disebut Puji Penembakan di Christchurch, Seorang Pria Serang Masjid di Oslo

Namun diketaui bahwa Boeing 737 Max 8 milik Lion Air menabrak Laut Jawa hanya 13 menit setelah tinggal landas, jadi pilot hanya memiliki waktu terbatas untuk mengidentifikasi masalah dan bereaksi dengan benar. Pada Senin (5/11/2018), KNKT mengatakan, indikator kecepatan udara di jet yang jatuh itu rusak karena empat penerbangan terakhirnya. Akan tetapi pihak berwenang AS menanggapi dengan hati-hati terhadap saran pemeriksaan armada.

Sementara Boeing telah mengeluarkan buletin yang menjelaskan bagaimana awak pesawat harus bereaksi terhadap pembacaan yang keliru, keputusan larangan terbang atas pesawat itu dan tuntutan pemeriksaan lebih lanjut berada di tangan regulator seperti FAA di AS dan Otoritas Penerbangan Sipil di Inggris.

Boeing mengatakan: “Investigasi terhadap penerbangan Lion Air 610 sedang berlangsung dan Boeing terus bekerja sama sepenuhnya dan memberikan bantuan teknis atas permintaan, di bawah arahan pejabat pemerintah yang menyelidiki kecelakaan itu.”

Boeing 737 Max adalah pesawat dengan penjualan paling cepat sepanjang masa. Hingga kini disebutkan bahwa 737 Max telah menerima sekitar 4.700 pesanan dari 100 maskapai. Boeing 737 Max  atara lain dimiliki maskapai Norwegian, Tui, SilkAir milik Singapore Airlines, Garuda Indonesia dan WestJet Kanada. Khusus Max 8, CBS News melaporkan pesawat ini digunakan di seluruh AS, termasuk oleh Southwest Airlines, American Airlines, dan United Airlines.

Postcomended   18 Juni dalam Sejarah: Seorang Afro-Amerika Patenkan Kereta Bayi yang Lebih Fleksibel

Max 8 adalah upgrade dari 737, pesawat paling populer yang pernah dibangun, dengan jangkauan tambahan yang memungkinkan maskapai dapat menggunakannya untuk penerbangan jarak jauh, tidak seperti pendahulunya. Menurut John Strickland, direktur konsultan transportasi independen JLS Consulting, 737 dulunya adalah pesawat jarak pendek, tetapi sekarang memiliki daya angkut jarak jauh.***

Loading...


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Loading...
To Top