Ekonomi

Merek-merek Mewah Ramai-ramai “Mencukur” Bulu

Wolford Individual 10 Denier Thigh High Stockings Hosiery 216-06 ... Bare Necessities Wolford Individual 10 Denier Thigh High Stockings

Wolford Individual 10 Denier Thigh High Stockings Hosiery 216-06 … Bare Necessities Wolford Individual 10 Denier Thigh High Stockings

Setelah berdekade-dekade melakukan kampanye keras melawan bulu, aktivis hak-hak binatang percaya bahwa mereka di ambang kemenangan. Pekan lalu, dua rumah mode Donna Karan dan DKNY menjadi yang terbaru menyatakan mereka berencana bebas bulu, menyusul pengumuman serupa rumah mode merek mewah lainnya. Namun masalah muncul ketika aktivis anti bulu yang umumnya juga vegetarian, menyasar semua jenis bulu termasuk wol.

Pengumuman bebas bulu Donna Karan dan DKNY tersebut menyusul pengumuman serupa merek mewah lainnya dalam beberapa bulan terakhir, seperti Gucci, Versace, Furla, Michael Kors, Armani, dan Hugo Boss.

Januari 2018, aktris Anjelica Huston memotong mantel bulu Lynx-nya di Los Angeles, AS. Lynx adalah sejenis kucing liar besar. Perancang Italia Donatella Versace mengatakan, “Saya tidak ingin membunuh hewan untuk membuat fashion.” Meskipun Karl Lagerfeld dari Fendi masih keukeuh pakai bulu. Dia mengatakan akan menggunakan bulu asli selama “orang makan daging dan memakai kulit”.

Postcomended   Ternyata Begini Mudahnya Tips Berpuasa Bagi Para Pejuang ASI

Lembaga pemerintahan pun mengarah pada tren sama. San Francisco, Amerika Serikat (AS), telah melarang penjualan bulu di kotanya. Anggota parlemen Inggris, sedang mempertimbangkan melarang semua impor bulu setelah Brexit. Tanda-tanda yang tidak baik bagi industri perbuluan.

Kelompok hak asasi hewan yang bermarkas di AS, PETA (People for the Ethical Treatment of Animals), yang terkenal dengan protes anti-bulunya yang spektauler, menyatakan bahwa 2018 adalah tahun di mana semua orang mengucapkan selamat tinggal kepada bulu. “Waktu berubah dan akhir dari peternakan bulu bisa dicapai!” seru PETA kepada 687.000 pengikut Instagramnya.

Humane Society International yang berpusat di Inggris mengatakan gelombang berubah ketika Gucci menyatakan akan bebas bulu pada bulan Oktober. Pukulan keras lainnya bagi industri fesyen bulu datang Maret ini ketika Donatella Versace mengatakan tidak ingin membunuh hewan untuk membuat busana.

Postcomended   Apakah Kapitalisme Penyebab Utama Kemiskinan?

“Merek-merek berpengaruh yang membalikkan punggung mereka dari bulu yang kejam membuat beberapa desainer seperti Fendi dan Burberry yang masih menjajakan bulu tampak semakin tidak dapat disentuh dan diisolasi,” kata Presiden PETA, Kitty Block. Kelompok yang juga mengampanyekan veganisme ini, telah memperingatkan industri kulit dan penggunanya dengan mengatakan, “You are next!”

Profesor Nathalie Ruelle, dari Institut Mode Perancis, mengatakan kepada AFP bahwa kampanye bebas bulu tidak mengatakan apa-apa tentang kulit binatang eksotis seperti buaya, kadal dan kulit ular.”

Mewakili desainer besar, Stella McCartney, seorang aktivis hak-hak hewan dan juga vegetarian, telah menyatakan menolak menggunakan bulu, kulit, atau bulu unggas. Tetapi para vegan juga ingin melangkah lebih jauh dengan melarang semua produk hewani, yang bagi sebagian orang juga berarti wol.

Tetapi industri bulu tidak mengambil posisi ini dan telah menjadi jauh lebih vokal dalam upaya untuk melawan kampanye media sosial dari kelompok-kelompok hak asasi hewan. Federasi Bulu Internasional (IFF) membawa-bawa nama Gucci ketika rumah mode ini menolak bulu, dan menanyakan apakah rumah mode itu ingin mencekik dunia dengan bulu plastik palsu.

Postcomended   Anak Bungsu Jauh Lebih Sukses Dari Anak Sulung? Benarkah Demikian?

Philippe Beaulieu, federasi bulu Prancis mengklaim bebas bulu adalah tipu muslihat pemasaran. Bulu palsu, katanya, adalah bahaya nyata bagi lingkungan. “Merek yang menghentikan bulu mendorong bulu sintetis yang berasal dari plastic.”(***/AFP)

Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top