Microsoft Pecat 20 Pegawai Peleceh Seksual Law-Justice.co

Microsoft Pecat 20 Pegawai Peleceh Seksual Law-Justice.co

Memo dari seorang petinggi SDM Microsoft menyebut,  korporasi itu memecat 20 orang akibat melecehkan seksual. Kathleen Hogan, Chief People Officer, mengatakan kepada pegawai baru-baru ini bahwa perusahaan telah menerima 83 keluhan  terkait pelecehan seksual di AS saja dari Jui 2016 hingga Juni 2017.

“Hampir 50% kasus ini akan diinvestigasi dan lebih separuh dari pegawai yang berbuat tak senonoh itu telah diberhentikan,” kata Kathleen Hogan dalam memonya ke seluruh karyawan.

Detil dalam memo itu, menurut CNN International,  dimaksudkan sebagai sanggahan terhadap dokumen pengadilan yang diumumkan ke khalayak luas pekan ini bahwa Microsoft tak menindak para pelaku pelecehan seksual serta diskriminatif menanggapi komplein.

Postcomended   Asal Usul Mitos Orang Sunda Nggak Boleh Nikah Sama Orang Jawa

Di dokumen, dari berkas gugatan yang diajukan ke pengadilan oleh  seorang mantan  peagawai, ada tuduhan bahwa perempuan di Microsoft melayangkan 238 keluhan terkait pelecehan seksual dan diskriminasi ke departemen SDM antara tahun 2010 hingga 2016. Penggugat menyebut hanya 1 dari 118 keluhan diskriminasi jender yang dianggap ‘terbukti’ oleh tim investigasi hubungan  kepegawaian Microsoft.

Postcomended   Menjaga Keunikan Leuser

Di memonya Kathleen Hogan mengatakan, laporan yang menyebut Microsoft tak menanggapi isu ini serius dan tidak menginvestigasi kasus adalah ‘keliru dan data yang menyesatkan’.

Ia menyebut, Microsoft telah menerima 84 keluhan terkait diskriminasi jender pada periode yang sama. Sekitar 10% darinya “penaganannya akan kami dukung sebagian atau penuh,” tulis dia dengan penekanan bahwa Microsoft memiliki lebih dari 65.000 pegawai di AS saja.

Gugatan dan tanggapan Microsoft muncul di saat industri teknologi, seperti halnya sebagian besar perusahaan Amerika, sedang diperiksa terkait perlakuan terhadap kaum perempuan di tempat kerja. Sejumlah petinggi perusahan ventura mengundurkan diri di tengah tuduhan pelecehan seksual. Google sedang berurusan dengan Departemen Tenagakerja AS akibat perbedaan gaji antara laki-laki dan perempuan. Adapun Uber, mereka memecat 20 pegawainya tahun lalu akibat pelecehan sekual.

Postcomended   Apple Kenalkan 13 Emoji Baru Untuk Penyandang Disabilitas
Share the knowledge