Internasional

Misteri Belulang Atacama: Ata Hanya Bayi Perempuan “Biasa”

Atacama Desert landscape, volcanoes, lagoons and Altiplano of Chile Atacama Photo Mudcracks in a dry riverbed, Pan de Azucar National Park. Only about once every decade water runs here for a short period of time.

Atacama Desert landscape, volcanoes, lagoons and Altiplano of Chile Atacama Photo Mudcracks in a dry riverbed, Pan de Azucar National Park. Only about once every decade water runs here for a short period of time.

Spekulasi mengenai adanya kehidupan di planet lain selalu menarik disimak. Keanehan-keanehan yang ditemukan di muka Bumi tak pelak dikaitkan dengan adanya kunjungan dari luar planet kita, tak terkecuali dengan kerangka yang ditemukan di Gurun Atacama, Chile. Bentuk dan ukurannya yang nyaris tak masuk akal jika dikaitkan dengan spesies manusia, membuat dunia menikmati misteri yang menyelimutinya 15 tahun sejak ditemukan. Padahal…

Situs berita The Guardian dalam laporannya pada 22 Maret 2018 lalu menyebutkan, kerangkanya sempat dijual ke seorang kolektor pribadi di Spanyol. Tampak bahwa manusia terhanyut oleh misteri yang mereka buat sendiri, sehingga bisa jadi dengan sadar menjadikan kerangka Atacama itu sebagai komoditas jual beli.

Para kolektor seharusnya tak membiarkan ketika sekelompok ilmuwan memiliki ketertarikan berbeda pada kerangka Atacama. Berdasarkan penelitian mereka dengan mengekstraksi DNA dari belulang Atacama itu, diketahuilah bahwa Ata, nama yang kemudian diberikan untuk kerangka Atacama itu, “hanyalah” kerangka seorang gadis yang terlahir mati. Para ilmuwan di California itu menyatakan, mutasi disebut telah menghancurkan bentuk tubuhnya secara ajaib.

Jenazah Ata, sebut The Guardian, ditemukan pada 2003 di La Noria, sebuah kota pertambangan nitrat tua. Dia dilaporkan terbungkus kain putih yang diikat pita ungu. Bila mengamati rangka Ata, adalah tetap terlihat terlalu aneh untuk bayi manusia. Bandingkan dengan ukuran ponsel pintar saat ini yang rata-rata memiliki layar 5,5 inci, ukuran Ata hanya lima inci lebih besar, namun dengan formasi belulang yang secara kasat mata seolah sempurna. Kenyataannya, hanya ditemukan 10 pasang tulang rusuk pada Ata, alih-alih 12 pasang seperti manusia pada umumnya, dengan kepala lonjong tajam ke atas dan ke bagian rahang, dan mata yang membuat tak mengherankan jika dia dianggap alien.

Postcomended   Apple Bakal Rilis Laptop Murah #SURUHGOOGLEAJA

Pada 2013, profesor mikrobiologi dan imunologi Universitas Stanford California, Garry Nolan, sebenarnya sudah menyatakan bahwa Ata adalah manusia, kendati tak dapat dimungkiri kelainan yang dramatis dari penampakannya.

Nolan dan rekan-rekannya di Universitas California akhirnya mempublikasikan analisis terbarunya tentang susunan genetik Ata yang lengkap. Detail penelitian terhadap Ata telah diterbitkan dalam jurnal Genome Research. Dari DNA yang diambil dari tulang, mereka menemukan bahwa Ata adalah seorang gadis yang mengalami mutasi dalam setidaknya tujuh gen. Mutasi ini disebutkan menyebabkan malformasi rangka utama atau telah mempercepat pertumbuhannya.

Secara bersama-sama para ilmuwan tersebut menjelaskan ukuran Ata: tulang-tulang rusuk dan bentuk tengkoraknya tidak normal, serta usia tulang yang tampaknya sudah lanjut. Di luar malformasi kerangkanya, Ata mungkin memiliki kondisi yang disebut hernia diafragma bawaan; cacat lahir yang mengancam kehidupan yang umum, di mana diafragma tidak berkembang dengan baik. Analisis lebih lanjut menemukan bahwa DNA Ata sangat mirip dengan orang Chili lainnya.

Postcomended   Dilema Jomblo dan Nikah Muda

Nolan percaya bahwa Ata lahir mati atau meninggal segera setelah kelahirannya, mungkin 40 tahun sebelum mayatnya ditemukan. Dia sangat cacat, kata Nolan, hingga tidak bisa diberi makan. Dalam kondisi normal, jelasnya, Ata akan berakhir di ICU neonatal.

“Meskipun ini dimulai sebagai cerita tentang alien, dan jadi menginternasional, namun ini benar-benar kisah tragedi manusia. Seorang wanita memiliki bayi yang cacat, diawetkan, kemudian ‘dihina’ atau dijual sebagai artefak yang aneh. Ternyata itu adalah manusia, dengan kisah genetis yang memukau dari mana kita dapat belajar sesuatu yang penting untuk membantu orang lain. Semoga dia beristirahat dalam damai,” papar Nolan.

Nolan berharap, temuan mutasi pada tulang Ata dapat membantu pasien dengan masalah tulang. “Memahami proses itu memungkinkan kita mengembangkan terapi atau obat-obatan yang mendorong perkembangan tulang bagi orang-orang yang katakanlah mengalami kecelakaan mobil yang mengerikan,” katanya.

Tempat Terkering di Dunia

Gurun Atacama, tempat ditemukannya Ata, adalah salah satu wilayah terkering di Bumi. Curah hujan umumnya hanya 0,6 inci (15 milimeter) per tahun. Di beberapa tempat lain seperti Arica, hanya menerima antara 0,04 dan 0,12 inci (1 dan 3 mm) hujan dalam setahun.

Postcomended   Indra Piliang Nyabu Buat Meresapi Rasanya Jadi Pemakai

Bahkan seperti dilansir National Geographic, di gurun ini ada bagian dimana satu tetes hujan pun belum pernah menyentuhnya. Namun entah bagaimana, lebih dari satu juta orang memeras kehidupan dari tanah kering ini, termasuk dari sektor pertanian (selain tambang).

Gurun ini membentang 1.000 kilometer dari perbatasan Peru Selatan ke utara Cile. Di salah satu bagiannya yakni dari bevel pampas hingga altiplano, merupakan kaki dari pegunungan Andes.

Gurun Atacama, sebut Natgeo, mungkin pembunuh kejam, tapi dia adalah konservator yang simpatik. Tanpa kelembaban, tidak ada yang membusuk di sana. Segalanya berubah menjadi artefak, bahkan “anak kecil”.(***/theguardian)

Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top