Tiga juta popok bayi' setiap hari cemari Sungai Brantas di Jawa ... BBC624 × 351Search by image ... tiga juta popok dipakai masyarakat, berpotensi dibuang ke sungai,

Tiga juta popok bayi’ setiap hari cemari Sungai Brantas di Jawa … BBC624 × 351Search by image … tiga juta popok dipakai masyarakat, berpotensi dibuang ke sungai,” jelas Prigi. limbah, jawa timur

Mitos yang berkembang di kalangan masyarakat Jawa Timur telah membuat sungai-sunga dipenuhi sampah popok (diapers). Warga mengambil risiko sumber air minum tercemar bakteri e-coli demi percaya pada mitos bahwa sampah popok yang dibakar akan menyebabkan bayi mengalami suleten. Menurut perhitungan Brigade Evakuasi Popok (BEP) dari Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah (Ecoton Surabaya), ada tiga juta popok dibuang ke Sungai Brantas setiap hari.

Tujuh relawan BEP, pada 18 September 2017 menyusuri Sungai Brantas di Jawa Timur. Dengan menggunakan pakaian ala “hazard”, mereka memunguti sampah popok bayi yang berserakan di Sungai Brantas.

Aziz, Koordinator Aksi BEP, seperti dilansir BBC Indonesia, menuturkan, aksi ini dimulai sejak Juli lalu sebagai bentuk keprihatinan tercemarnya sungai-sungai di Jawa Timur oleh sampah popok bayi.

Postcomended   30 Butir Dumolid Disita dari Penangkapan Tora dan Istri: Dumolid Sering Disalahgunakan

Sudah tujuh kota-kabupaten yang disisir BEP, antara lain Mojokerto, Gresik, dan Surabaya. Temuan sampah tersebut lalu dilaporkan kepada Dinas Lingkungan Hidup di masing-masing daerah yang disinggahi. Jika tidak direspon, BEP kembali melakukan aksi.

Direktur Ecoton Surabaya, Prigi Arisandi, yang juga pemrakarsa BEP, mengambil data BPS tahun 2013 yang menunjukkan ada sekitar 750 ribu bayi yang tinggal di 15 kabupaten-kota yang dilewati Brantas.

Jika satu bayi menggunakan 4-9 popok per hari dikali 750 ribu bayi, maka ada sekitar tiga juta popok dipakai masyarakat, dan itu berpotensi dibuang ke sungai.

Salah satu pemicu perilaku membuang popok bayi ke sungai adalah mitos suleten. Mereka takut jika popok anaknya ada yang membakar, akan mengakibatkan kulit sekitar area kemaluan mengalami kondisi seperti terbakar alias suleten.

Postcomended   Flu Burung Strain Baru Mengancam Dunia

Kenyataannya memang ada yang menganggap itu bukan mitos. Misalnya Agustin, warga Sidoarjo yang tinggal di bantaran Brantas.

Aksi ini menyusul aksi yang dilakukan sebelumnya oleh tiga organisasi pegiat lingkungan di depan Balai Kota Surabaya, 13 Juli 2017. Ketiganya adalah Ecoton, Indo Water CoP, dan Komunitas Nol Sampah.

Dilansir VOA Indonesia, sambil membawa ribuan popok bayi hasil patroli di sungai-sungai, mereka menyeru agar pemerintah segera mengeluarkan aturan yang melarang membuang popok ke sungai.

Sementara itu pada aksi 14 Agustus 2017, setelah menyisir di bawah jembatan Gajah Mada, Kota Mojokerto, selama 30 menit saja, berhasil mengevakuasi 500 lebih popok dari berbagai merek.

Selain mencemari sungai dengan bakteri e-coli dari air seni dan kotoran bayi yang menempel di popok, Aziz mengatakan, popok itu sendiri mengandung gel yang berbahaya.

Postcomended   Slank Pasang "Jurus Tandur" Tolak Hak Angket KPK

“Jika gel mencemari sungai dan dimakan ikan, maka ikan ini berbahaya jika dikonsumsi manusia,” ujarnya. Aziz mebgatakan, popok termasuk dalam limbah bahan beracun dan berbahaya (B3).***