Lifestyle

“Mortal Engines”: Jika Tak Banyak Komplain, Film Ini Menghibur

Share the knowledge

Salah satu film Hollywood yang masih tayang di bioskop-bioskop di Indonesia hari ini adalah “Mortal Engines”, film mengenai peradaban manusia di Bumi ratusan tahun setelah bencana dahsyat menghancurkan peradaban sebelumnya. Film epik sebetulnya, namun kritik membanjiri film ini.

Dari 126 ulasan di laman Rotten Tomatoes, 92 ulasan bernada negatif. “Bagaimana film yang benar-benar payah ini dibuat?” ulas Glenn Kenny dari RogerEbert.com. Sara Stewart dari The New York Post mengatakan, “Sebagian besar ‘Mortal Engines’ adalah ledakan CGI (computer graphic images) dan bergenre-penjiplakan yang melelahkan.”

Frank Swietek dari Opini One Guy menulis bahwa hampir tidak ada pengembangan karakter pada film ini. “Dialognya kaku dan cerita itu sendiri agak tidak masuk akal,” ujar Swietek.

Postcomended   Tahun Depan, Roket SpaceX Cuma Butuh 24 Jam untuk Sampai Mars

Namun dari 126 kritik, sebanyak 34 memberi ulasan positif. Bruce DeMara dari Toronto Star menyebutkan, “Apa yang membuatnya (film ini) menarik bahkan bagi mereka yang tidak terbiasa dengan materi sumber (seperti resensi ini) adalah desain visualnya yang menakjubkan.”

Sementara itu Weldon B. Johnson dari Arizona Republic mengulas secara lebih realistis, yakni bahwa “Mortal Engines” adalah film yang menghibur sejauh kita tidak terlalu banyak bertanya tentang cerita dan tetap berpegang pada apa yang ada di depan layer kita.

Film dengan biaya produksi 100 juta dollar AS ini menceritakan tentang manusia-manusia yang bertahan hidup dan berevolusi ratusan tahun setelah suatu bencana menghancurkan peradaban sebelumnya. Seorang wanita muda misterius, Hester Shaw (Hera Hilmar), muncul sebagai satu-satunya yang dapat menghentikan London, suatu kota lebih besar dari banyak kota-kota lebih kecil di peradaban baru tempat banyak manusia bertahan hidup.

Postcomended   Konsentrasi Gas Efek Rumah Kaca Melampaui Ambang Baru

Hester bergabung dengan Tom Natsworthy (Robert Sheehan), orang buangan dari London, bersama dengan Anna Fang (Jihae), seorang penjahat berbahaya. Ketiganya ingin mengubah masa depan Bumi. Berhasilkah misi mereka?

Film bergenre fiksi ilmiah dan fantasi ini didasarkan pada novel Philip Reeve 2001. Christian River yang sukses meraih Oscar dari “King Kong” beroeran mengarahkan film ini, dengan skenario ditulis oleh nama yang tak asing lagi seperti Peter Jackson bersama Philippa Boyens dan Fran Walsh. Di Indonesia “Mortal Engines” sudah tayang sejak 5 Desember 2018 lalu.***


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top