Mariia Butina, dituding AS memanfaatkan sisi kewanitaannya untuk menggoda pegawai organisasi-organisasi politik penting AS (sumber gambar: Novorossia today)

Sisa-sisa rivalitas perang dingin antara Uni Soviet (yang kini menjadi Rusia) dengan Amerika Serikat (AS) rupanya belum benar-benar habis. Tudingan operasi mata-mata terhadap Rusia masih kerap terjadi. Kasus terbaru adalah tuduhan terhadap wanita Rusia bernama Mariia Butina (29) yang diduga keras oleh AS telah menyusupi  organisasi-organisasi AS yang kuat secara politik untuk mendorong agenda Moskow.

Pada Kamis (19/7/2018), pejabat Kedutaan Rusia berniat bertemu dengan Butina, seraya mengecam bahwa penangkapan ini sebagai “histeria anti-Rusia”. Kedutaan mengatakan dalam sebuah posting di Facebook bahwa pejabat konsuler akan bertemu dengan Butina untuk pertama kalinya sejak penangkapannya, dan akan memberikan “semua bantuan yang diperlukan”.

Butina sendiri menyangkal melakukan kesalahan, dan pemerintah Rusia mengklaim penangkapan itu didorong oleh politik domestik AS dan suasana anti-Rusia secara keseluruhan. Butina kini meringkuk di penjara Washington sejak ditangkap Minggu (15/7/2018).

Postcomended   Pencetak Gol ke-4 Ini Sumbangkan Semua Penghasilannya dari Piala Dunia

Jaksa Federal AS menuduh Butina sebagai agen rahasia Rusia, memiliki kontak dengan agen pengganti KGB, FSB, dan menggunakan seks dan penipuan untuk membangun koneksi dengan pihak berpengaruh di AS.

Dokumen pengadilan yang dirilis di persidangannya pada Rabu (18/7/2018) menguraikan cara-cara Butina yang diduga bekerja diam-diam untuk membentuk jalur komunikasi balik ke Kremlin dan menyusup organisasi politik AS, termasuk National Rifle Association (NRA). NRA adalah organisasi nonprofit AS yang mengadvokasi hak-hak pemilikan senjata.

Butina pertama kali datang ke AS pada Agustus 2016 dengan visa pelajar. Menurut mantan gurunya selama di Rusia, Butina awalnya mengira dia akan mengikuti jejak ayahnya sebagai seorang pengusaha, dan membuka serangkaian toko furnitur.

Postcomended   Pendeta Sebut Kebakaran Hebat California Akibat Homoseksualitas

Tapi dia malah mengembangkan selera untuk politik tingkat tinggi setelah pergi ke kamp khusus untuk kandidat politik muda yang dijalankan oleh partai pro-Kremlin, United Russia, kata Konstantin Emeshin, pendiri Sekolah Politik Nyata di Barnaul, di mana Butina mendapat gelar akademis pertamanya .

“Dia kembali terinspirasi, setelah bertemu banyak orang,” kata Emeshin. Butina kemudian pindah ke Moskow, memulai sebuah kelompok hak-senjata, dan kemudian pindah ke AS di mana dia mendapat gelar sarjana pada Mei lalu dari Universitas Amerika. Jaksa Penuntut AS mengatakan bahwa studinya adalah penutup untuk kegiatan rahasianya.

Emeshin mengatakan bahwa Butina sedang mempertimbangkan pekerjaan di Silicon Valley setelah lulus, dan mengatakan kepadanya bahwa dia merasa dirinya “di persimpangan jalan”.
Seminggu sebelum penangkapannya, Emeshin mengatakan, Butina menghubunginya via Facebook dan meminta kontak spesialis yang dapat membela “korban penindasan politik, tanpa merinci lebih lanjut.

Postcomended   Kini Thailand Dilema Pulangkan Muslim Uighur ke Cina

Beberapa bulan terakhir, Butina telah ditanyai oleh Senat AS dan apartemennya digeledah oleh FBI. Butina kini sedang menunggu persidangan atas tuduhan konspirasi dan bertindak sebagai agen asing yang tidak terdaftar untuk Rusia. Dia mengaku tidak bersalah, tetapi diperintahkan ditahan di penjara karena kasus ini bergerak maju karena kekhawatiran dia akan melarikan diri dari negara itu.(***/associatedpress/NBCnews)

Share the knowledge