Ini Profil Perry Warjiyo, Calon Tunggal Gubernur BI - Kompas.com Kompas Ekonomi Perry Warjiyo, Deputi Gubernur Bank Indonesia.

Ini Profil Perry Warjiyo, Calon Tunggal Gubernur BI – Kompas.com Kompas Ekonomi Perry Warjiyo, Deputi Gubernur Bank Indonesia.

Seiring pelantikan Gubernur Bank Indonesia (BI) baru, isu redenominasi dimunculkan kembali. Gubernur BI, Perry Warjiyo, disebut sedang menunggu keputusan pemerintah untuk mengusulkan ataupun tidak RUU redenominasi ke DPR tahun ini. Pada 2017, Presiden pernah meminta Gubernur BI segera menyerahkan RUU tersebut ke DPR mengingat kondisi politik dan ekonomi saat itu cukup stabil.

“Ini telah dirumuskan dan diserahkan kepada pemerintah. Selanjutnya tinggal menunggu arahan pemerintah,” kata Perry, Selasa (3/4/2018), di DPR, seusai pengesahannya sebagai Gubernur BI 2018-2023.

Redenominasi adalah penyederhanaan nominal mata uang menjadi lebih kecil tanpa mengubah nilai tukarnya. Sederhananya, secara nominal Rp 1.000 hanya akan ditulis Rp 1. Dengan begitu, barang yang biasanya dibanderol dengan harga Rp 5.000, akan menjadi Rp 5.

Postcomended   Autopilot Tesla-S Harus Tetap di Bawah Kendali Pengemudi

Wacana redenominasi muncul pada 2010 ketika Menteri Koordinator Ekonomi masih dijabat Darmin Nasution. RUU-nya sendiri telah selesai dirancang pada pada 2013

Gubernur BI, Agus Martowardojo, yang akan mengakhiri jabatannya pada 24 Mei 2018, pada 2017 pernah bertemu Presiden Joko Widodo yang memintanya segera menyerahkan RUU itu ke DPR, mengingat kondisi politik dan ekonomi saat itu cukup stabil untuk membahas redenominasi. Meski begitu, hingga kini pemerintah masih belum juga menyerahkan RUU itu ke parlemen.

Meskipun redenominasi tidak terkait dengan penurunan nilai uang, namun sosialisasinya tetap akan membutuhkan kondisi politik dan ekonomi yang stabil untuk menghindari penyimpangan informasi. Namun apakah mungkin penerapan redenominasi dilakukan di tahun yang disebut “Tahun Politik” ini? Tahun dimana ada pijakan bagi kepentingan tertentu untuk memanaskan situasi.

Postcomended   Kereta Cepat Cina Mampu Melesat 1.000 Km Per Jam

Tahun lalu, ekonom PT Bank Permata Tbk, Josua Pardede mengungkapkan, ada dua hal penting yang perlu diperhatikan jika pemerintah dan BI ingin melakukan redenominasi: kondisi ekonomi yang baik dan politik yang stabil.(***/antara/detikcom/wikipedia)