https://www.jawapos.com/radar/uploads/baliexpress/news/2017/07/25/clubbers-merebung-ketika-aksi-seksi-uv-dancer_m_3497.jpeg

https://www.jawapos.com/radar/uploads/baliexpress/news/2017/07/25/clubbers-merebung-ketika-aksi-seksi-uv-dancer_m_3497.jpeg

Jika mendengarkan musik membuat kamu merinding, ini diduga tak melulu berhubungan dengan emosi, melainkan karena kamu memiliki otak yang unik. Temuan ini diungkap para ilmuwan di Universitas Southern California, Amerika Serikat.

Mereka memeriksa hasil pemindaian otak dari 20 siswa. Diketahui kemudian bahwa setengah di antaranya memiliki reaksi intens terhadap musik dan setengahnya tidak.

Setelah setiap peserta mendengarkan musik yang dipilih sendiri, para periset membandingkan pemindaian dan menemukan bahwa mereka yang bereaksi terhadap lagu dengan cara yang “tinggi” ini memiliki struktur neurologis yang khas.

Orang yang mengalami sensasi merinding ini memiliki serat neurologis dalam volume yang lebih tinggi yang menghubungkan korteks pendengarannya dengan bagian otak yang memproses emosi.

“Lebih banyak serat dan peningkatan efisiensi di antara dua wilayah berarti Anda memiliki pemrosesan yang lebih efisien di antara keduanya,” jelas Matthew Sachs, penulis pendamping pada penelitian ini.

Sebagai hasil dari komunikasi neurologis yang disempurnakan ini, Sachs juga menyimpulkan bahwa orang-orang yang merinding saat mendengarkan musik mungkin mengalami emosi pada tingkat yang lebih tinggi daripada mereka yang tidak, terlepas dari apakah mereka mendengarkan lagu atau tidak.

Asisten peneliti, Alissa Der Sarkissian, percaya bahwa tubuhnya benar-benar berubah saat dia mendengarkan lagu “Nude” oleh Radiohead, lapor USC News.

Karya Musik 1 Video orgen remik lampung oksastudio sexy hot vokalis - YouTube youtube.com480 × 360Search by image jgn lupa like dan subscribe oksastudio demi kelancaran bersama. Oksa Crew Cameraboy : Ibro & Tony Photographer : Veny & Chu'enk Editor : Supri oksa_studio

Karya Musik 1 Video orgen remik lampung oksastudio sexy hot vokalis – YouTube youtube.com480 × 360Search by image jgn lupa like dan subscribe oksastudio demi kelancaran bersama. Oksa Crew Cameraboy : Ibro & Tony Photographer : Veny & Chu’enk Editor : Supri oksa_studio

“Saya merasa bernapas dengan lagunya, jantung saya berdetak lebih lambat dan saya merasa lebih sadar akan lagunya, baik emosi lagu maupun respons tubuh saya terhadapnya,” katanya.

Sachs mempelajari psikologi dan ilmu saraf di USC dan percaya bahwa temuan awalnya dapat memancing penelitian lebih lanjut yang menguji efek musik yang ada di otak di luar korteks pendengaran.

Temuannya muncul setelah seorang peneliti baru-baru ini di Universitas York bekerja sama dengan Bang & Olufsen, menemukan bahwa musik dapat menjadi sangat penting dalam membantu orang mengelola emosi mereka.

Ahli saraf, Dr Hauke ​​Egermann, memeriksa tanggapan 20 peserta tersebut terhadap empat lagu yang berbeda. Dia menemukan bahwa mendengarkan lagu “sedih” benar-benar dapat meningkatkan mood seseorang.

“Temuan ini memberikan bukti lebih lanjut bahwa musik dapat menjadi bagian penting dari keseluruhan kesejahteraan mental kita, membantu kita mengatur suasana hati kita,” katanya.

“Secara khusus, kami telah menunjukkan bahwa musik dapat menimpa dampak negatif dari perasaan sedih dan benar-benar memungkinkan kita menikmati emosi ini di lingkungan yang aman.” Lagu “sedih” yang didengar peserta dalam eksperimen Egermann adalah “9 Crimes” oleh Damian Rice.(***/theindependent)

Bebe Rexha & Nicki Minaj -

Bebe Rexha & Nicki Minaj – “No Broken Hearts” – Direct Lyrics directlyrics.com620 × 344Search by image Who knew Bebe Rexha could be this sexy!? The New York City singer premiered the music video for her newest single “No Broken Hearts”, featuring Nicki Minaj, today, April 7th, at 9 a.m (EST) on…