Dalam gelombang pengungsian akibat terjadinya gerakan ekstremis ISIS di Marawi, Filipina, sejumlah warga muslim melindungi pemeluk Kristen di rumah-rumah mereka dan membantu mereka mengungsi.

Wartawan BBC, Jonathan Head, yang berkunjung ke Marawi baru-baru ini, menyebutkan kisah yang paling inspirasional adalah yg dilakukan Norodin Alonto Lucman.

Norodin sempat menyembunyikan lebih dari 70 pemeluk Kristen di rumahnya sebelum membantu mereka menyelamatkan diri akhir pekan lalu (03/06).

Ia mengajarkan mereka berteriak “Allahu akbar” saat melalui pos-pos penjagaan. Muslim lainnya, Leny Paccon, misalnya, menampung 54 orang di rumahnya termasuk 44 pemeluk Kristen.

Dikatakan Norodin yang adalah mantan polisi, warga muslim mempertaruhkan hidup mereka untuk melindungi rekan-rekan Kristianinya. Norodin mengaku kenal dengan kelompok Maute yang mendatangi rumahnya dan meyakinkan mereka untuk pergi .

Postcomended   Kini Thailand Dilema Pulangkan Muslim Uighur ke Cina

Pujian pun mengalir via media soaial. Akun atas nama Marce Delos Santos menulis, “Terima kasih Norodin Luchman, Semoga Allah memberi ganjaran atas kebaikanmu.”

Bernard Martin menulis, “Pujian untuk Muslim yang baik dan matilah kau teroris.”
Sementara Henry Borbon Hernandez menulis singkat, “Inilah Islam.”

Sejauh ini, menurut data pemerintah Filipina, 1.545 warga sipil telah diselamatkan dari Marawi, kota yang berpenduduk 200.000 jiwa.
Korban sipil tewas disebut berkisar 20-38 orang sementara anggota kelompok militan yang tewas 134 orang dan 39 tentara pemerintah.

Di antara ratusan anggota militan yang menduduki Marawi terdapat 40 orang asing dari Indonesia, Malaysia, India, Arab Saudi, Moroko, dan Chechnya.

Upaya menguasai kembali sepenuhnya Kota Marawi, Filipina, dari kelompok militan yang setia kepada grup teroris Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS), sudah berlangsung dua pekan.

Postcomended   Freeport Harus Ikuti Aturan, atau Hengkang dari Indonesia

Sebagian besar Marawi sudah dikuasai militer Filipina, namun beberapa daerah masih dikuasai militan a.l. dari kelompok Maute.

Kelompok Maute, juga dikenal sebagai Negara Islam Lanao, adalah satu kelompok Islam radikal yang terdiri dari para mantan gerilyawan Front Pembebasan Islam Moro dan beberapa pejuang asing. Nama Maute diambil dari nama pimpinannya yakni Abdullah Maute, yang diduga sebagai pendiri Daulah Islamiyah, atau Negara Islam berbasis di Lanao del Sur, Mindanao, Filipina.(https://id.m.wikipedia.org/wiki/Kelompok_Maute).

Pihak militer mengakui bahwa memerangi militan di perkotaan ternyata tak semudah yang diduga, karenanya hingga berita ini diturunkan, Marawi masih mencekam .***(ra).

 

Postcomended   Presiden Jokowi "Mata Duitan" Demi Dana Pembangunan