Internasional

Myanmar Tolak Tudingan PBB; Cate Blanchett Desak DK PBB Segera Bertindak #HariToleransiInternasional

Cate Blanchett urges UN Security Council to meet ‘pressing needs’ of Rohingya refugees A year into displacement crisis, UNHCR Goodwill Ambassador calls for ‘innovative ways’ to aid more than 720,000 refugees and their hosts in Bangladesh. UNHCR Goodwill Ambassador Cate Blanchett briefs the UN Security Council in New York. © UN Photo/Manuel Elias

Cate Blanchett mendesak Dewan Keamanan PBB untuk memenuhi ‘kebutuhan mendesak’ pengungsi Rohingya Setahun ke dalam krisis pengungsian, UNHCR Goodwill Ambassador menyerukan ‘cara inovatif’ untuk membantu lebih dari 720.000 pengungsi dan tuan rumah mereka di Bangladesh. Duta Besar Kehormatan UNHCR Cate Blanchett memberikan penjelasan singkat kepada Dewan Keamanan PBB di New York.   © UN Photo/Manuel Elias

Myanmar menolak laporan PBB yang menyerukan tokoh militer negara itu untuk diselidiki atas genosida terhadap minoritas Muslim Rohingya. Tuduhan PBB ini juga tampaknya tak membuat komite Hadiah Nobel berkeinginan mencopot Nobel Perdamaian terhadap Aung San Suu Kyi. Sementara itu, aktris Cate Blanchett mendesak DK PBB segera bertindak, seraya mengatakan dia melihat dirinya di setiap ibu Rohingya yang anak-anaknya dilempar ke dalam api.

Aktris pemenang Oscar ini mengatakan kepada Dewan Keamanan PBB, Selasa (28/8/2018), bahwa tidak ada yang mempersiapkan dirinya untuk “tingkat dan kedalaman penderitaan” warga Rohingya, ketika dia mengunjungi kamp-kamp di Bangladesh untuk pengungsi Muslim Rohingya yang melarikan diri dari penumpasan oleh militer Myanmar.

Blanchett berbicara dalam kapasitasnya sebagai duta besar untuk badan pengungsi PBB. Blanchett meminta Dewan Keamanan PBB untuk segera memenuhi ‘kebutuhan mendesak’ pengungsi Rohingya dan menyerukan cara inovatif untuk membantu lebih dari 720.000 pengungsi dan tuan rumah mereka di Bangladesh.

Postcomended   30 September dalam Sejarah: Nazi Bantai Ribuan Orang di Babi Yar

Selama di sana, seperti dilaporkan Associated Press, Blanchett mengaku mendengar tentang penyiksaan, pemerkosaan, orang-orang yang melihat orang-orang terkasih dibunuh di depan mata mereka, dan anak-anak yang dilemparkan ke dalam api dan dibakar hidup-hidup.

“Saya seorang ibu, dan saya melihat anak-anak saya di mata setiap anak pengungsi yang saya temui,” katanya. “Saya melihat diri saya di setiap orang tua. Bagaimana bisa seorang ibu bertahan melihat anaknya dilemparkan ke dalam api?”

Myanmar Menolak PBB

Sementara itu, juru bicara pemerintah Myanmar, Zaw Htay, mengatakan, negara ini tidak setuju desakan untuk menerima “resolusi apa pun yang dibuat oleh Dewan Hak Asasi Manusia (HAM)” PBB. “Kami tidak mengizinkan FFM (Misi Pencarian Fakta PBB) untuk masuk ke Myanmar,” ujar Htay.

Myanmar kata Zaw Htay, seperti dilansir laman BBC, tidak memiliki toleransi terhadap pelanggaran HAM. Pernyataannya ini adalah tanggapan pemerintah terhadap laporan PBB yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang diterbitkan Senin.

Dia mengatakan Myanmar memiliki Komisi Penyelidikan Independen sendiri untuk menanggapi “tuduhan palsu yang dibuat oleh badan-badan PBB dan komunitas internasional lainnya”.

Tentara Myanmar sebelumnya telah cuci tangan dari kesalahan. Cina, yang memiliki hubungan ekonomi dan diplomatik erat dengan Myanmar, sebelumnya mengatakan bahwa latar belakang sejarah, agama dan etnis dari masalah Rakhine “sangat rumit”. “Kritik unilteral atau menggunakan tekanan sebenarnya tidak membantu dalam menyelesaikan masalah,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina, Hua Chunying.

Postcomended   30 dari Ribuan "Tentara Anak-anak" Dibebaskan dari Militerisasi di Sudan Selatan

Militer melancarkan operasi keras di negara bagian Rakhine Myanmar tahun lalu setelah militan Rohingya melakukan serangan mematikan di pos polisi. Ribuan orang telah tewas dan lebih dari 700.000 orang Rohingya melarikan diri ke negara tetangga Bangladesh. Ada juga dugaan luas pelanggaran HAM, termasuk pembunuhan sewenang-wenang, pemerkosaan dan pembakaran lahan selama bertahun-tahun.

Pemerintah Myanmar mengatakan, Muslim Rohingya adalah imigran gelap yang menghadirkan ancaman terhadap keamanan dan identitas Buddha negara itu. Laporan PBB itu menyebutkan, enam tokoh militer senior, termasuk kepala militer Min Aung Hlaing, harus diinvestigasi atas genosida, dan menyerukan agar kasus itu diajukan ke Pengadilan Kriminal Internasional (ICC).

Kecam Facebook

Zaw Htaw juga mengecam keras Facebook yang telah menghapus 18 akun dan 52 halaman Facebook di Myanmar dan melarang 20 kelompok atau organisasi, setelah laporan PBB mengatakan akun-akun itu telah menjadi “alat yang berguna bagi  menyebarkan kebencian”. Platform media sosial ini mengakui terlalu lambat bertindak. .

Postcomended   11 Oktober dalam Sejarah: Si "Beautiful Mind" Meraih Nobel Ekonomi

“Kami memiliki banyak pertanyaan yang diajukan terkait penghapusan akun Facebook ini,” kata Zaw Htay kepada Global New Light. “Mengapa mereka melarang … dan bagaimana kami dapat mengambil akun-akun ini?”

Facebook adalah salah satu platform media sosial terbesar di Myanmar, dengan lebih dari 18 juta pengguna. Ini adalah pertama kalinya Facebook melarang pemimpin militer atau politik negara manapun.

Mengenai hadiah Nobel Perdamaian untuk Suu Kyi, komite Hadiah Nobel mengatakan kepada CNN Rabu, Hadiah Nobel Perdamaian yang pernah diberikan kepada Suu Kyi tidak akan dicopot. Alasannya masih sama, panitia Nobel tidak memiliki aturan untuk menghapus pemenang hadiah,

Direktur Institut Nobel Norwegia Olav Njolstad mengatakan kepada CNN melalui telepon,”Kami terus memanggil semua yang terlibat di Myanmar untuk meringankan penderitaan Rohingya dan menghentikan penganiayaan dan penindasan mereka,” kata Njolstad. Suu Kyi dianugerahi hadiah bergengsi ini pada 1991, ketika dia berperan sebagai seorang tokoh oposisi di Myanmar.***

Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top