Picture alliance/Spacex/Press

Simulasi roket BFR (kredit: picture alliance / Spacex/Press)

SpaceX mengatakan akan mengungkapkan identitas wisatawan yang akan mengikuti perjalanan mengelilingi Bulan pada 17 September 2018 mendatang. “Cari tahu siapa yang akan terbang dan mengapa, Senin, 17 September,” tulis akun Twitter resmi Space-X, Kamis (13/9/2018). Namun SpaceX tak pernah memberi kejelasan, bilakah mereka akan berangkat.

SpaceX adalah perusahaan transportasi luar angkasa Amerika Serikat (AS) yang didirikan Elon Musk. Perusahaan ini telah mengembangkan roket Falcon 1 dan Falcon 9, keduanya dibangun dengan tujuan menjadi kendaraan peluncuran yang dapat dipakai ulang.

“SpaceX telah menandatangani penumpang pribadi pertama di dunia yang (akan) terbang mengelilingi Bulan di atas kendaraan peluncuran BFR kami – sebuah langkah penting menuju akses yang memungkinkan bagi orang-orang yang bermimpi bepergian ke luar angkasa,” cuit perusahaan tersebut.

Dilaporkan laman CNN, The BFR, atau Big Falcon Rocket, adalah sistem pesawat luar angkasa SpaceX yang akan datang yang terdiri dari dua bagian: sebuah penguat roket besar yang menjanjikan untuk mengungguli apapun yang pernah dibangun, dan pesawat ruang angkasa yang menjulang tinggi yang akan menciptakan efek kubah keluar dari atmosfer bumi.

Postcomended   Pemerintah Memberi Anggaran, Urus Sertifikasi Halal Bakal Murah

Tidak jelas apakah misi pariwisata BFR memiliki tautan ke pengumuman SpaceX yang dibuat pada Februari 2017. Pada saat itu, SpaceX mengatakan dua orang menandatangani kesepakatan dengan SpaceX untuk melakukan perjalanan mengelilingi Bulan di atas roket Falcon Heavy. Namun SpaceX tutup mulut ihwal skema keuangan dari kesepakatan serta identitas individunya.

Sekitar satu tahun setelah itu, pada Februari tahun ini (2018), SpaceX memulai debut Falcon Heavy yang ditunggu-tunggu, yang menjadi kendaraan peluncuran operasional paling kuat di dunia. Namun selama konferensi pers Falcon Heavy tersebut, Musk mengatakan kepada wartawan bahwa untuk saat ini SpaceX tidak memiliki rencana mengesahkan Falcon Heavy untuk program ruang angkasa manusia.

Postcomended   Peristiwa 9/11 Bikin Warga Korea Penasaran pada Islam

Sebaliknya Musk mengatakan SpaceX akan mengubah fokusnya untuk mengembangkan BFR yang dianggapnya sebagai opsi yang lebih baik untuk misi pariwisata. “Anda bisa mengirim orang kembali ke Bulan di roket Falcon Heavy,” kata Musk pada saat itu. “Tapi saya tidak akan merekomendasikan melakukan itu, karena saya memikirkan arsitektur baru, arsitektur BFR adalah cara untuk bepergiannya.”

BFR mungkin bertahun-tahun lalu sejak penerbangan perdananya. Musk, yang dikenal sering mengeluarkan jadwal terlalu ambisius, mengatakan selama acara tanya jawab Maret lalu bahwa ia berharap mulai menguji bagian ruang angkasa dari BFR sekitar tahun 2019.

Chief Executive Officer SpaceX, Gwynne Shotwell, memberikan kerangka waktu yang lebih santai untuk debut BFR selama “TED Talk” April lalu. Dia mengatakan akan meluncurkannya dalam satu dekade. Waktu yang masih lama. Mungkin Musk sekadar akan menumumkan nama-nama saja.***

Share the knowledge