Hello Magazine

Teroris ISIS yang sedang dipenjara di Penjara Strangeways, Inggris, yang mempelopori sebuah plot untuk membunuh Pangeran George, dilaporkan telah ditikam sesama narapidana. Telinga sang napi teroris ini mengucurkanh darah yang berceceran di kamarnya usai ditebas oleh pisau silet yang ditanam di batang sikat gigi.

Husnain Rashid (32), napi ISIS tersebut, mengalami luka parah –meskipun seorang pejabat menyebut luka ringan– di telinga kanannya setelah dia diserang oleh seorang napi lainnya menggunakan sikat gigi dengan pisau silet yang tertanam pada sikat gigi itu.

Pria asal Nelson, Lancashire, yang dipenjara selama minimal 25 tahun ini, dilaporkan dibawa ke rumah sakit karena luka-lukanya. Seorang juru bicara Kementerian Kehakiman Inggris mengatakan, seorang napi menerima perawatan rumah sakit untuk luka ringan setelah insiden di HMP Manchester, Rabu, 25 Juni. Investigasi sedang berlangsung.

Mengikuti pernyataan tersebut, satu sumber di penjara memberi tahu The Star –dan diteruskan laman Unilad— bahwa ada darah di seluruh sel Rashid. Sumber ini menambahkan, bahwa tidak seorang pun di Strangeways menyukainya.

Lebih khusus, sumber itu menjelaskan: “Ada darah di seluruh sel dan di tempatnya tersungkur. Tidak ada yang suka dia atau apa yang dia lakukan, seperti mengancam ‘pemuda kerajaan’ dan semua hal tentamg es krim itu. Kami tidak mentolerir hal semacam itu di Strangeways.”

Sebelum ditangkap, Rashid menggunakan obrolan grup di aplikasi perpesanan Telegram, untuk menghasut anggota grup untuk menarget Pangeran George, tak lama setelah George bergabung dengan sekolah Thomas di Battersea, London barat daya, tahun lalu.

Postcomended   Hanya Tiga dari 10 Orangtua yang Membacakan Cerita kepada Anaknya

Dalam postingan itu, dia mengirim pesan tindak lanjut yang mencantumkan alamat, dan menulis: “Bahkan keluarga kerajaan tidak akan ditinggalkan sendirian. Sekolah dimulai lebih awal.”

Jaksa mengklaim bahwa Rashid mendorong serangan terhadap Pangeran George dalam satu pesan tertentu yang menunjukkan gambar Pangeran George saat sedang di sekolah, dengan siluet dua jihadis di sampingnya.

Konten tentang Pangeran George adalah sebagian kecil dari postingan-postingan Rashid dalam 13 bulan sebelum penangkapannya pada 22 November 2017. Dia juga menyarankan menyuntikkan sianida ke dalam buah dan sayuran di toko kelontong dan meracuni es krim di supermarket.

Postcomended   Ada Ancaman Pembunuhan Ahok di Balik Pemblokiran Telegram

Rashid awalnya membantah semua tuduhan terhadapnya, tetapi pada hari Kamis, delapan hari setelah sidang dimulai, dia mengubah pembelaannya pada empat dari tujuh tuduhan; tiga tuduhan menyebutkan dia terlibat persiapan aksi teroris, satu lainnya mendorong terorisme. The Crown Prosecution Service mengatakan, dia mengakuinya setelah dihadapkan pada bukti yang sangat besar.

DCI Andy Meeks, perwira senior investigasi kasus, dari unit kontra-terorisme barat-laut, mengatakan bahwa Rashid telah memposting 360.000 pesan di 150 forum berbeda di Telegram, antara November 2016 dan penangkapannya setahun kemudian.

Hakim Andrew Lees mengatakan pesan-pesan itu juga termasuk desakan untuk menyerang stadion sepak bola Inggris, pemilihan umum 2017, Wimbledon, Pusat Trafford di Manchester, dan BBC Prom di Park.

Rashid, yang bekerja sebagai guru di masjid Muhammadi di Nelson, mendorong pengikut untuk menyebarkan berbagai senjata, termasuk pisau, bom rakitan, racun, bahan kimia, kendaraan, dan Krav Maga, seni bela diri yang digunakan oleh pasukan militer Israel.

Dia juga  memuji serangan-serangan teror yang berhasil di negara-negara lain, seperti: “Lihatlah di sekeliling Anda berapa banyak orang kafir yang dapat Anda raih dan bunuh, dengan mobil, pisau, atau bahkan batu, atau meracuni mereka!… Pergi dan (lakukan) balas dendam! Apa yang kamu tunggu?… Kami mohon kepada Allah untuk memberkati Anda dan membuat Anda sukses.,” Jaksa penuntut, Annabel Darlow QC, mengatakan.(***/unilad/theguardian)

Postcomended   Bahan Pembuat Bom Panci Mudah Didapat

 

Share the knowledge