Internasional

NASA dan NOAA: Jaringan 5G Bisa Kacaukan Ramalan Cuaca yang Berimplikasi pada Nyawa Manusia

Share the knowledge

Frekuensi radio tingkat tinggi semacam jaringan nirkabel 5G, menurut predictor AS dapat mengacaukan pengumpulan data ramalan cuaca. seperti ramalan datangnya badai, dan dapat mengakibatkan ramalan telat 2-3 hari (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=iPsLwjrTWfM)

Frekuensi radio tingkat tinggi semacam jaringan nirkabel 5G, menurut predictor AS dapat mengacaukan pengumpulan data ramalan cuaca. seperti ramalan datangnya badai, dan dapat mengakibatkan ramalan telat 2-3 hari (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=iPsLwjrTWfM)

NASA dan NOAA telah membunyikan alarm bahwa spektrum nirkabel yang dilelang Komisi Komunikasi Federal (FCC) untuk mendukung jaringan nirkabel 5G dapat mengganggu keakuratan ramalan cuaca. NOAA adalah agensi AS yang telah bekerjasama dengan BMKG sejak 2016

Kepala aksi badan Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional (NOAA), Neil Jacobs, Kamis (17/5/2019), memberikan kesaksian di Capitol Hill bahwa gangguan dari radio nirkabel 5G yang baru dapat mengurangi keakuratan ramalan cuaca sebanyak 30 persen.

Dia mengatakan kepada Subkomite DPR tentang lingkungan, ini akan mengakibatkan penduduk pesisir mendapatkan setidaknya dua hingga tiga hari lebih lambat untuk mempersiapkan badai dan dapat menyebabkan prediksi yang kurang akurat tentang di mana badai besar akan melakukan pendaratan.

Postcomended   Bintang "Walk of Fame" Donald Trump, Raib Dicungkil

“Kesalahan seperti itu dalam prediksi cuaca dapat menelan korban jiwa,” katanya, dikutip laman CNET. FCC mulai melelang spektrum 24 GHz pada Maret untuk operator nirkabel yang berencana menggunakannya untuk jaringan 5G baru.

Awal pekan ini, Senator Demokrat, Ron Wyden, dari Oregon, dan Maria Cantwell dari Washington, menulis surat kepada FCC yang meminta agar agensi ini menahan diri dari menerbitkan lisensi untuk melelang pemenang sampai solusi dapat ditemukan.

Masalahnya berasal dari penggunaan spektrum pada pita frekuensi 24 gigahertz, yang sangat dekat dengan pita spektrum yang digunakan NOAA untuk mengumpulkan data untuk prediksi cuaca. NOAA menggunakan spektrum 23,8 GHz untuk mengumpulkan data tentang kondisi atmosfer yang kemudian dimasukkan ke dalam model datanya.

Kekhawatirannya adalah bahwa penggunaan pembawa radio 5G pada pita 24 GHz akan mengganggu sensor sensitif ini pada satelit yang memantau kondisi atmosfer. Mengurangi daya yang dipancarkan oleh radio nirkabel 5G dapat membantu mencegah beberapa gangguan ini.

Postcomended   Jagal Tiananmen, Li Peng, Meninggal di Usia 90

Akan tetapi Jacobs menunjukkan bahwa proposal saat ini dari FCC akan mengakibatkan hilangnya 77 persen dalam data dari sensor satelit NOAA. Dia mengatakan para ahli dari FCC dan NOAA berkolaborasi untuk menghasilkan solusi, dan dia mencatat dia optimistis solusi akan ditemukan.

Ada pita frekuensi lain yang ingin dilelang oleh FCC yang juga bisa menjadi masalah bagi para peramal. FCC juga berencana untuk melelang spektrum di dekat pita yang digunakan NOAA untuk mendeteksi kondisi cuaca lain seperti salju dan es serta kondisi atmosfer lainnya.

Pada 2016, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), menjalin kerja sama dengan NOAA yang telah menggunakan supercomputer dan satelit untuk meramal cuaca, agar bisa memprediksi cuaca di Indonesia secara lebih cepat, tepat dan akurat.

Pada Juni 2018, Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, mengatakan, interaksi laut-udara di kawasan tropis sangat kompleks dan menjadi pendorong utama kejadian cuaca dan iklim ekstrem. Terlebih Indonesia memiliki luas perairan hampir mencapai 65% dari keseluruhan luar wilayahnya.

Postcomended   Pendiri Tesla dan DeepMind Desak PBB Cegah Pengembangan Robot Pembunuh

Belum lagi kata Dwikorita, perubahan iklim global mengakibatkan fenomena atmosfer dan kelautan yang sangat cepat berubah, yang ditandai dengan keekstremen cuaca. Inilah kata dia yang mendorong BMKG melakukan kerjasama dan kolaborasi dengan NOAA.***


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top