Internasional

Negara Arab Kecil Ini Terindikasi Bakal Akui Israel

Share the knowledge

Sultan Qaboos dari Oman bermesraan dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu (foto: AP)

Sultan Qaboos dari Oman bermesraan dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu (foto: AP)

Seiring kemesraan dengan Arab Saudi sejak 2016, negara Teluk, Oman, yang awalnya merupakan sekutu Iran (yang adalah musuh Saudi) mengambil keputusan mengejutkan, bahkan bagi dunia Islam pada umumnya. Keputusan ini diambil seiring penerbangan rahasia Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, Kamis (25/10/2018) ke ibukota negara kecil kaya raya itu, Muscat.

Sehari setelah pertemuan rahasia antara para pemimpin kedua negara itu, pejabat Oman mengatakan, sudah waktunya untuk mengakui keberadaan Israel. “Saya akan mengatakan ini untuk pertama kalinya: Israel adalah negara yang hadir di wilayah ini dan kita semua tahu itu,” kata Menteri Luar Negeri Oman, Yusuf Bin Alawi, pada konferensi Dialog Manama di Bahrain, Sabtu (27/10/2018), seperti dilansir laman Bloomberg.

“Mungkin sudah waktunya bagi Israel untuk diperlakukan sama dan juga menanggung kewajiban yang sama seperti negara lain,” ujarnya lagi. Seperti diketahui, hingga detik ini Israel dan Oman tidak memiliki hubungan resmi.

Oman sebelumnya merupakan sekutu terdekat Iran di kawasan Teluk Persia. Namun pada 2016 negara ini memilih bergabung dengan Koalisi Islam yang dipimpin Arab Saudi yang beranggotakan Bahrain, Kuwait, Qatar, dan Uni Emirat Arab, dengan alasan memerangi terorisme.

Postcomended   Masyaallah Adem - ANIES SANDI Ubah Wajah Jakarta Di Bulan Ramadhan Jadi Sejuk

Media Arab, Arab News, kala itu menyebut langkah Oman bergabung dengan Koalisi Islam sebagai kemenangan Arab Saudi. Hubungan mesra Oman dengan Iran pernah membuat hubungan Oman dengan memanas, pasalnya Iran adalah rival utama Riyadh di kawasan Timur Tengah.

Penerbangan rahasia Netanyahu ke Muscat, adalah untuk bertemu dengan Sultan Qaboos bin Said. Ini merupakan kunjungan pertama pemimpin Israel ke negeri itu sejak tahun 1996. Pertemuan itu mengulurkan kemungkinan bahwa Oman mungkin terlibat dalam mempromosikan Rencana perdamaian Timur Tengah yang digagas Presiden AS, Donald Trump, bahkan ketika peran sentral sekali Saudi dipertanyakan dengan pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.

Netanyahu sering menyinggung hubungan pemanasan dengan negara-negara Teluk Arab saat ia mendorong pemulihan hubungan regional yang didasarkan pada front bersama terhadap Teheran dan tidak bergantung pertama pada pembentukan negara Palestina.

Alawi Minta Dimaklumi

Atas perubahan sikap ini, Alawi membela posisinya dengan menyoroti keberadaan historis orang Yahudi di Timur Tengah, menunjuk pada teks-teks Islam yang membuktikan hal itu, dan menggembar-gemborkan manfaat timbal balik dari hubungan Arab-Israel yang lebih kuat.

“Taurat melihat cahaya di Timur Tengah dan nabi-nabi Israel dilahirkan di Timur Tengah,” katanya. “Kami tidak dapat mengecualikan siapa pun di wilayah ini.” Pemerintah Israel tidak berkomentar mengenai pernyataan Alawi.

Postcomended   6 Oktober dalam Sejarah: Anwar Sadat Dibunuh

Utusan Timur Tengah Presiden Trump, Jason Greenblatt, dalam cuitan di akun Twitter-nya mengatakan, pertemuan itu adalah l”angkah yang membantu upaya perdamaian kami” dan mengatakan dia “menantikan untuk melihat lebih banyak pertemuan seperti ini.”

Oman kadang-kadang memainkan peran besar dalam politik regional. Yang paling menonjol, Muscat menjadi tuan rumah pembicaraan saluran-belakang antara Iran dan AS di bawah mantan Presiden Barack Obama yang membuka jalan bagi kesepakatan nuklir 2015.

Kendati tidak memiliki hubungan resmi, Oman juga merupakan negara Teluk pertama yang menjalin hubungan komersial dengan negara Yahudi itu yang kesepakatannya (dilakukan) dengan Palestina pada tahun 1993, meskipun kemudian menutup kantor perdagangan mereka setelah pemberontakan Palestina kedua terhadap Israel meletus pada 2000.

Kurangnya kemajuan dalam proses perdamaian telah mendorong Otoritas Palestina untuk mengeksplorasi melampaui perantara perdamaian tradisional. Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, diketahui mengunjungi Oman hanya beberapa hari sebelum Netanyahu melakukannya.

Abbas telah mengesampingkan pertemuan dengan para pejabat AS (untuk proses perdamaian) sejak Trump mengumumkan Desember bahwa dia akan memindahkan kedutaan AS di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem, dimana sektor timurnya diinginkan Palestina sebagai modal masa depan.

Postcomended   Akhir 2017 Jamaah Haji Bisa Naik Kereta Peluru Haramain

Abbas mengatakan kepada Palestina TV awal bulan ini bahwa orang-orang Oman tidak memiliki kepentingan dalam konflik dan oleh karena itu bisa dipercaya. Alawi mengatakan kepada televisi Oman yang dikelola pemerintah Jumat malam bahwa Oman bertindak sebagai “fasilitator” antara pihak-pihak yang bertikai, dan bahwa pandangannya untuk mencapai solusi telah “diterima dan dihargai” oleh Israel dan Palestina.

Negara-negara Arab yang saat ini memiliki hubungan diplomatik dengan Israel hanya Mesir dan Yordania, meskipun hubungan itu tidak selalu mulus.***


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top