Internasional

Malaysia, Negara dengan Prevalensi Diabetes Tertinggi di Asia, Bakal Pajaki Soda

Merebut kembali posisi sebagai Perdana Menteri Malaysia, Dr Mahathir Mohamad tampak lebih kreatif dan reformis dibandingkan saat periode pertamanya sebagai PM. Selain berencana menghidupkan kembali proyek mobil nasionalnya dengan menggaet produsen mobil Jepang, kini Mahathir juga berniat memajaki minuman soda. Malaysia diketahui memiliki prevalensi diabetes tertinggi di Asia.

Perdana Menteri Dr Mahathir Mohamad mengatakan pemerintah sedang mempertimbangkan menerapkan pajak soda untuk mendorong hidup sehat dan mengurangi konsumsi gula, yang merupakan penyebab diabetes.

“Tingkat diabetes di Malaysia sangat tinggi karena kami mengonsumsi terlalu banyak gula,” katanya kepada wartawan, Senin (27/8/2018), seperti dilaporkan kantor berita Bernama melalui laman Channel News Asia. Jawaban itu disampaikan Mahatthir justru ketika ditanya tentang pajak soda untuk meningkatkan pendapatan pemerintah.

Postcomended   Obat Osteoporosis Tumbuhkan Rambut dalam Dua Hari

Juli lalu seperti dilansir laman The Star, Malaysia dilaporkan memiliki tingkat diabetes tertinggi di Asia, bahkan salah satu yang tertinggi di dunia. “Mungkin di samping Arab Saudi,” kata Ketua eksekutif National Diabetes Institute (Nadi), Malaysia, Datuk Dr Mustaffa Embong.

Dia mengatakan ada sekitar 2,5 juta orang dewasa dengan diabetes di Malaysia, mereka umumnya adalah yang berusia 18 tahun ke atas. Namun menurut catatan Nadi, sambung Mustaffa, statistik menunjukkan bahwa hampir separuh orang Malaysia tidak tahu bahwa mereka menderita diabetes.

“Diabetes tipe 2 tidak memiliki gejala sama sekali sampai Anda mengembangkan serangan jantung, stroke, gagal ginjal, buta, atau amputasi,” katanya kepada Bernama, dalam satu konferensi tentang diabetes, 24 Juli 2018. Oleh karena itu kata Mustaffa, diabetes mendapat julukan kondisi medis sebagai “silent killer”.

Postcomended   Pengembang Ogah Turunkan Harga Properti

Menentang Kota untuk Orang Asing

Sementara itu saat ditanya tentang proyek Hutan Kota di Johor, Mahathir mengatakan bahwa dia menentang gagasan membangun kota untuk orang asing. “Satu hal yang pasti, kota yang akan dibangun itu tidak bisa dijual kepada orang asing.

“Keberatan kami adalah karena itu dibangun untuk orang asing, tidak dimaksudkan untuk orang Malaysia. Kebanyakan orang Malaysia tidak dapat membeli flat tersebut,” katanya.***

 

 

 

Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top