BBC - Future - The surprising place where cash is going extinct BBC1280 × 640Search by image Cashless Somalia

BBC – Future – The surprising place where cash is going extinct BBC1280 × 640Search by image Cashless Somalia

Somaliland, satu republik yang mendeklarasikan kemerdekaannya dari Somalia, Afrika Timur, menghadapi masalah tingkat buta huruf yang tinggi serta ekonomi yang dibayangi perang saudara. Tapi negeri ini mungkin saja akan menjadi masyarakat cashless alias non-tunai pertama di Bumi.

BBC Future mengisahkan, setengah lusin pria berkeliaran di antara gubuk kayu berwarna-warni di satu jalan utama di Hargeisa, Somaliland. Mereka berteriak dan berdebat tentang kualitas khat, narkotika ringan yang telah disamakan statusnya dengan kopi dan kokain.

Pelanggan dengan cepat datang dan pergi, meraih seikat tanaman legal berdaun hijau yang mereka anggap kualitasnya cukup baik, sebelum mengetikkan sejumlah digit ke telepon dan lalu menghilang secepat mereka datang.

“Kita perlu melakukan semuanya dengan cepat. Membayar menggunakan uang tunai di sini sangat lambat,” ujar Omar, salah satu penjual khat yang mengatakan hal tersebut sambil mengunyah tanaman berdaun hijau dagangannya itu.

Postcomended   30 Butir Dumolid Disita dari Penangkapan Tora dan Istri: Dumolid Sering Disalahgunakan

Hal itu kata Omar, membuat orang menjadi tertib jika mereka bisa mendapatkan khat mereka dengan cepat.” Tidak ada uang yang terlihat berpindah tangan dan bahkan tidak ada kartu kredit yang terlihat.

Tidak banyak hal yang bisa dilakukan Somaliland untuk menjadi pemimpin dunia, tapi pembayaran tanpa uang bisa jadi sesuatu. Satu dolar AS sama dengan 9.000 shampanga Somaliland; mata uang yang sangat terdevaluasi.

Somaliland mendeklarasikan diri setelah memisahkan diri dari Somalia pada 1991, namun tetap tidak dikenal oleh masyarakat internasional. Negeri ini kini telah memetakan lintasan menuju menciptakan masyarakat tanpa uang pertama di dunia.

Entah di gubuk di pinggir jalan atau supermarket di ibu kota Hargeisa, pembayaran mobile cepat menjadi standar di negara ini.

Somaliland Sun - Why Africa Should Go Cashless Somaliland Sun1020 × 664Search by image Why Africa Should Go Cashless

Somaliland Sun – Why Africa Should Go Cashless Somaliland Sun1020 × 664Search by image Why Africa Should Go Cashless

“Kebanyakan orang membayar secara mobile sekarang,” kata Omar, sambil memproses pembayaran di ponselnya dalam satu tangan. “Ini jauh lebih mudah.”

Postcomended   Didukung 4G, iPhone 7 Supercopy ini Makin Mirip Aslinya

Motivasi Somaliland menjadi cashless, unik. Pergeseran dari uang tunai ini sebagian disebabkan oleh devaluasi shilling Somaliland yang cepat, mata uang republik yang memisahkan dirinya sendiri yang sekarang diperdagangkan sekitar 1 dolar AS mencapai 9.000 shilling.

Sebagaimana perang sipil yang mematikan –sebuah konflik yang terus berlanjut dalam berbagai bentuk sampai hari ini di sana– shilling juga mengalami awal yang bergejolak.

Diperkenalkan pada tahun 1994, shilling Somaliland banyak digunakan untuk membiayai senjata dan perang wilayah melawan kelompok bersenjata.

Mata uang ini kemudian dicetak sesuai permintaan oleh pejabat untuk mendukung hasrat politik segelintir penguasa di republik yang kemudian berhasil memisahkan diri ini. Akibatnya terjadilah devaluasi mata uang yang konstan sepanjang tahun.

Postcomended   Redenominasi Rupiah: Masalah Kebanggaan Bangsa

Dengan denominasi 500 dan 1.000; mata uang yang paling umum digunakan, hanya bisa membayar beberapa belanjaan, namun memerlukan segepok mata uang. ***