LimeBike rental bicycles were parked at the Newton Centre MBTA stop (John Hilliard for the Boston Globe)

LimeBike rental bicycles were parked at the Newton Centre MBTA stop (John Hilliard for the Boston Globe)

Budaya bersepeda yang sudah terbentuk di negara-negara maju memunginkan perusahaan perintis (startup) sewa sepeda menuai sukses di negara-negara seperti di Amerika Utara dan Eropa. Salah satu pelopor yang meraup untung adalah Lime, startup skuter listrik (e-skuter) dan penyewaan sepeda. Sang CEO perusahaan ini menyebut, tahun ini mereka telah dan akan melakukan ekspansi ke lebih banyak kota di dua benua itu.

Chief Executive dan Co-founder Lime, Toby Sun, mengatakan kepada Reuters, ekspansi tersebut memanfaatkan ratusan juta dolar dalam pendanaan yang dibangkitkannya dalam upaya untuk mendominasi pasar Amerika Utara dan Eropa. Tahun ini, perusahaan berbasis di California, AS, ini, akan meluncurkan layanannya di Fort Lauderdale, Florida, AS, dan di Wina, Austria, minggu depan,

Dalam liputan yang dilansir Kamis (20/9/2018), Reuters menyebutkan, Lime adalah salah satu dari beberapa startup yang menawarkan skuter tanpa dok (pool penyimpanan), skuter listrik, dan sepeda untuk disewakan; bisnis yang sedang berkembang yang telah mengguncang pemkot, dengan trotoar serta jalur sepedanya yang berantakan.

Postcomended   Amazon tak Ingin Biarkan Alibaba Sendirian di Asia Tenggara

Sun mengatakan, para pelanggannya telah menuntaskan 11,5 juta wahana yang dimiliki Lime baik itu e-skuter, e-bikes, dan sepeda manual, sejak perusahaan diluncurkan lebih dari setahun yang lalu. Meskipun bisnis ini mirip perusahaan angkutan seperti Uber dan Lyft –dimana penumpang menggunakan aplikasi smartphone untuk mencari kendaraan terdekat– model bisnis Lime lebih menguntungkan, karena tidak memerlukan tenaga pengemudi –sesuatu yang “kurang menarik” untuk negara dengan banyak pengangguran.

Lime telah mengumpulkan 467 juta dolar AS dari investor, termasuk 335 juta dollar AS pada bulan Julli 2018 lalu, yang melibatkan kesepakatan dengan Uber untuk menyertakan skuter Lime di aplikasi Uber.

Saat ini, layanan Lime tersedia di AS, Swiss, Jerman, Spanyol, dan Perancis. Kota Fort Lauderdale dan Wina menandai dimulainya ekspansi yang cepat, karena perusahaan berencana memasuki dua hingga empat kota baru setiap minggu hingga akhir tahun, kata Sun.

Postcomended   Amazon Tebar Diskon dan Insentif dalam “Prime Day 2018": Catat Waktunya

Sepeda listrik dan skuter, kata Sun, dapat memecahkan masalah warga secara global yang membutuhkan transportasi di jalur yang berada di luar jangkauan layanan angkutan umum, yakni perjalanan tahap pertama dan terakhir mereka.

Sementara itu, salah satu pesaing utama Lime, Bird, mengataka Kamis, layanan e-skuternya telah menyelesaikan 10 juta wahana sejak diluncurkan setahun yang lalu. Bird tersedia di 100 kota dan memiliki 2,1 juta pengendara, dan telah mengumpulkan 418 juta dolar AS dari investor.

Investasi dalam layanan e-skuter dan e-bike belum dikecam oleh oposisi dari pihak pembuat kebijakan (regulator) atau dari sisi keamanan. Pengusaha dan pemodal ventura (penyertaan modal berjangka) –didorong oleh adopsi cepat dan loyal dari para pengendara skuter– telah terburu-buru memetik kesempatan untuk menyediakan solusi transportasi lebih, sebagaimana daerah perkotaan yang lebih padat dan perubahan iklim yang menimbulkan ancaman yang lebih besar.

Postcomended   Tengok Akun Twitter Donald Trump, lalu Bayangkan 61% Followernya Ternyata Palsu

Sun mengatakan, beberapa kota dengan cepat melonggarkan peraturan mereka. Austin, Texas, misalnya, meningkatkan batas pada (peredaran jumlah) e-skuter dan e-bike menjadi 2.000 dari awalnya hanya 500, hanya dalam dua bulan. Untuk saat ini, Lime fokus di Amerika Utara dan Eropa, sementara Bird membidik ekspansi di Amerika Latin.***

Share the knowledge