Loading...
Internasional

Negara Terbahagia Dunia 2019 Dimonopoli Negara-negara Nordik

Share the knowledge

Gadis-gadis nordik. Negara-negara nordik mendominasi 10 besar negara terbahagia di dunia 2019. Faktor penentunya antara lain: pendapatan dan harapan hidup. Mereka juga percaya kepada pemerintahnya (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=yUXxDNQdEc4)

Gadis-gadis nordik. Negara-negara nordik mendominasi 10 besar negara terbahagia di dunia 2019. Faktor penentunya antara lain: pendapatan dan harapan hidup. Mereka juga percaya kepada pemerintahnya (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=yUXxDNQdEc4)

Laporan Kebahagian Dunia (World Happiness Report) 2019, telah merilis daftar negara-negara paling bahagia di dunia. Hebatnya, negara-negara nordik masuk dalam 10 besar terbahagia karena dianggap memenuhi 6 variable syarat. Posisi wahid ditempati negara pemilik Cahaya Utara.

Negara juara terbahagia di dunia ini juga dianggap memiliki kreativitas dalam dunia gastronomi dan pernah didapuk sebagai negara dengan sistem pendidikan terbaik di dunia. Dia adalah negara pemilik fenomena “Cahaya Utara” alias aurora borealis, Finlandia.

Menurut World Happiness Report, Finlandia menjadi negara paling bahagia di dunia untuk tahun kedua berturut-turut. Ajaibnya, negara-negara terbahagia di posisi berikutnya diduduki negara-negara nordik lainnya, berturut-turut adalah Denmark, Islandia, dan Norwegia. Sedangkan kelima diduduki Belanda.

World Happiness Report dirilis oleh Jaringan Solusi Pembangunan Berkelanjutan untuk PBB pada setiap tanggal 20 Maret, yang mana PBB menetapkan tanggal ini sebagai Hari Kebahagiaan Internasional.

Laporan ini memberi peringkat negara pada enam variabel kunci yang mendukung kesejahteraan: pendapatan, kebebasan, kepercayaan, harapan hidup sehat, dukungan sosial, dan kemurahan hati.

“Sepuluh negara teratas cenderung memiliki peringkat tinggi dalam semua enam variabel, serta ukuran emosional kesejahteraan,” kata co-editor laporan, John Helliwell, seorang profesor emeritus ekonomi di University of British Columbia.

Postcomended   Trump Manfaatkan Forum PBB Ancam Lagi Negara-negara Penerima Bantuan AS

Menurut Helliwell, kebahagian juga bukan hanya milik penduduk asli dan penduduk kelahiran negara-negara itu, melainkan juga imigrannya. “Ini bukan tentang DNA Finlandia. Ini cara hidup yang dijalani (orang-orang) di negara-negara itu,” kata Helliwell, dikutip dari CNN.

Dikatakan Helliwel, warga di negara-negara itu membayar pajak tinggi untuk jaring pengaman sosial, (namun) mereka percaya kepada pemerintah mereka, mereka hidup dalam kebebasan, dan mereka saling bermurah hati. “Mereka saling peduli. Inilah tempat yang ingin didiami orang,” ujar Helliwel.

Perbedaan di antara delapan negara teratas itu cukup kecil sehingga mereka desak-desakan di antara lima negara teratas setiap tahunnya. Swiss berada di posisi keenam, diikuti Swedia, Selandia Baru, Kanada (satu-satunya negara di Amerika) dan Austria.

Daftar 2019 hanya berubah sedikit dibanding 2018, dengan Austria mendorong Australia keluar dari daftar 10 besar. Australia turun satu peringkat ke posisi 11. Sementara itu Selandia Baru yang baru saja mengalami aksi teror di Christchurch, berada di tempat kedelapan, sama dengan tahun lalu.

Faktor yang tetap membuat Selandia Baru ada dalam 10 besar terbahagia bukan pada peristiwa yang terjadi, melainkan pada reaksi warganya terhadap serangan itu. “Apa yang menonjol tentang masyarakat paling bahagia dan paling terhubung adalah ketahanan dan kemampuan mereka untuk menghadapi hal-hal buruk,” kata Helliwell.

Postcomended   1 September dalam Sejarah: Seorang Kapten Tentara 27 Tahun, Gulingkan Raja Libya

“Setelah gempa Bumi 2011 dan sekarang serangan teroris di Christchurch –dengan modal sosial yang tinggi, di mana orang-orang terhubung– orang-orang bersatu dan saling membantu dan (setelah gempa) segera membangun kembali.”

Amerika Serikat (AS) berada di tempat ke-19, turun satu tempat sejak tahun lalu dan total lima tempat sejak 2017. Rekan penulis laporan, Jeffrey Sachs, yang juga direktur Sustainable Development Solutions Network, mengatakan bahwa kecanduan menyebabkan peringkat AS turun terus.

Kecanduan menurut Sachs menyebabkan ketidakbahagiaan dan depresi yang cukup besar di AS. Kecanduan yang dimaksud Sach meliputi tak hanya narkoba melainkan juga perjudian hingga media digital. Helliwel menambahkan, koneksi social di AS melemah karena penggunaan media sosial meningkatkan kecemasan, terutama di kalangan remaja.

Negara-negara yang dianggap memiliki kekuatan super ternyata tidak super bahagia. Mereka semua berada di luar 10 besar: Inggris ke-15 (naik dari ke-18), Jerman ke-17 (turun dari ke-15), Jepang ke-58 (turun dari ke-54), Rusia ke-68 (turun dari ke-59), Cina ke-93 (turun dari ke-86).

Paling Tidak Bahagia

Menurut survei terhadap 156 negara, orang-orang di Sudan Selatan adalah yang paling tidak bahagia, diikuti Republik Afrika Tengah (155), Afghanistan (154), Tanzania (153) dan Rwanda (152).

Postcomended   Gank Motor Selandia Baru Paling Menakutkan, Turut Jaga Pelaksanaan Ibadah Salah Jumat

Didukung oleh pertumbuhan populasi, kebahagiaan dunia secara keseluruhan telah menurun selama beberapa tahun terakhir, yang sebagian besar dipicu oleh penurunan yang berkelanjutan di India, yang berada di posisi ke-140 tahun ini (turun dari ke-133).

Pada 2012, Majelis Umum PBB menyatakan 20 Maret sebagai Hari Kebahagiaan Dunia, mengakui “relevansi kebahagiaan dan kesejahteraan sebagai tujuan dan aspirasi universal dalam kehidupan manusia di seluruh dunia dan pentingnya pengakuan mereka dalam tujuan kebijakan public”.

Laporan 2019 ini adalah yang ketujuh yang keluar sejak 2012. Peringkat negara-negara paling bahagia di dunia berasal dari analisis data dari survei di 156 negara, termasuk Gallup World Poll yang dimulai pada 2005-2006.***

Loading...


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Loading...
To Top