Ekonomi

Nilai Saham Facebook Jatuh, Zuckerberg Menyesali Skandal #FacebookDown

Nilai Saham Facebook Jatuh, Zuckerberg Menyesali Skandal Law-Justice.co

Nilai Saham Facebook Jatuh, Zuckerberg Menyesali Skandal Law-Justice.co

Di tengah kontroversi yang telah memerosotkan nilai saham Facebook dalam sepekan terakhir ini, sang pendiri-pemilik, Mark Zuckerberg, menyatakan penyesalan ke khalayak luas. Dia juga mengutarakan kesediaan dirinya  diperiksa oleh Kongres.

“Saya sangat menyesali ini terjadi,” ucap dia dalam wawancara khusus dengan wartawan CNN Laurie Segall. Perbincangan itu ditayangkan kemarin di   ‘Anderson Cooper 360’.

Kendati sangat tersohor dan memimpin perusahaan terbilang salah satu paling terkemuka sejagat Mark Zuckerberg selama ini cenderung menghindari media massa; ia lebih suka bicara lewat posting di Facebook daripada diwawancarai wartawan.

Terkait skandal ini, Rabu lalu, misalnya ia menulis di Facebook saja. Di sana ia mengaku bahwa  perusahaannya membuat ‘kesalahan’. Ia juga menggarisbawahi bagaimana skandal itu telah mengubah kebijakan mereka  dalam  memastikan data pengguna dilindungi.

Kemunculan Zuckerberg di CNN kemarin tentu dimaksudkan untuk menenangkan pasar juga. Nilai pasar korporasi ini tersapu sampai US$49,4 miliar dalam sepekan ini; sebuah keadaan terburuk dalam 4 tahun terakhir,  yang pernah mereka hadapi. Kemerosotan nilai saham mereka berimbas ke perusahaan sosial media lainnya. Twitter kehilangan nilai saham 10% dan Snap Inc. 3%

Facebook merupakan salah satu perusahan paling bernilai di dunia. Kapitalisasi pasarnya sekitar  US$488 miliar. Investor menghukum mereka setelah skandal data terkuak. Cambridge Analityca—yang membantu Donald Trump dalam kampanye presiden  tahun 2016—dilaporkan mengakses informasi dari 50 juta pengguna Facebook dan menggunakannya untuk memengaruhi para pemilih.

Postcomended   Digempur Ratusan Rudal, Warga Damaskus Malah Turun ke Jalanan

Zuckerberg menguasai 400 juta saham Facebook. Nilai sahamnya, menurut The Washington Post,  berkurang US$ 6,8 miliar sejak pasar saham ditutup Jumat lalu. Dia masih memegang saham senilai US$70 milar dan posisinya tetap aman sebab sebagai pesaham mayoritas suaranya masih penentu.

Lima hari setelah skandal terungkap, para anggota parlemen di Inggris dan AS meminta  Zuckerberg memberi kesaksian tentang data yang diselewengkan itu dan kebijakan perusahaan yang dipimpinnya dalam melindungi data penguna.

Meski Facebook hanya mempekerjakan sedikit saja pengacara dan pelobi di Washington, Zuckerberg sendiri belum pernah bersaksi di hadapan komite Kongres. Lantas, akan datangkah dia kalau badan legislatif itu memanggil?

“Apa yang kami coba lakukan adalah mengirim orang  Facebook yang paling luas pengetahuannya,” lanjut dia. “Jika orang itu adalah saya, dengan senang hati saya akan datang,” katanya kepada CNN.

Proaktif

Zuckerberg mengungkapkan kepada CNN bahwa Facebook pertama kali mengetahui penyalahgunaan data itu tahun 2015 ketika mereka didekati jurnalis dari The Guardian.

Aleksandr Kogan, ilmuwan data, telah menciptakan kuis tentang pribadi pengguna di Facebook. Kuis itu yang memberinya akses ke puluhan juta data pengguna. Data itu kemudian ia bagikan ke Cambridge Analytica.

Begitu menyadari tindakan Kogan itu, kata Zuckerberg, perusahaannya melarang aplikasi Kogan. Mereka juga meminta agar Kogan dan Cambridge Analytica menyiapkan sertifikasi formal untuk menyatakan telah menghapus data tersebut.

Postcomended   Tempat Mengobrol Intens di Senopati

“Saya kira jelas itu [langkah Facebook] sebuah kesalahan, kalau diingat-ingat lagi,” ucapnya.

Ia mengatakan pihaknya terlalu percaya pada Cambridge Analytica dan sertifikasinya. Sekarang mereka akan  melakukan audit forensik. ”Kami perlu memastikan bahwa kami tak membuat kesalahan lagi.”

Facebook akan proaktif menjambangi dan memberi tahu siapa pun yang datanya mungkin telah disalahgunakan Cambridge Analytica. Diperkirakan 50 juta orang yang terdampak.  “Dari sekarang, begitu kami mengidentifikasi ada yang melakukan hal serupa,  kami pasti memberi tahu mereka [pemilik akun] juga”.

 

Korporasi akan segera mengambil sejumlah langkah untuk mengamankan informasi pribadi para penggunananya. Pula, mereka berencana membangun sistem yang memungkinkan pengguna melihat apakah informasi dirinya aman-aman saja atau tidak. Mereka juga akan memberi tahu pemakai aplikasi bagaimana melakukan ‘penidaklengkapan data diri’.

Pengguna Facebook saat ini 2 milyar orang. Artinya 1 dari  3 manusia yang ada di jagad raya ini memakainya. Korporasi ini sudah hampir melipatduakan stafnya yang khusus menangani keamanan, yakni dari 15.000 menjadi 28.000 di akhir 2018. Begitupun hasil melipat dua menjadi 28.000 ini masih terbilang sangat kecil sebab setiap mereka akan memonitor 71.000 pengguna setiap hari. Dengan beban yang begitu sarat tentu keterbatasan senantiasa membayang.

“Dengan komunitas 2 milyar, saya tak bisa berjanji kami akan menemukan segalanya,” ucap Zuckerberg.

Facebook telah memnfasilitasi sepertiga ummat manusia untuk saling berbagi dan menghimpun informasi. Buahnya adalah kebaikan dan juga keburukan. Yang terakhir termasuk informasi bohong (hoax), ujaran kebencian, dan serangan untuk menyakiti sesama.

Postcomended   Daniel Craig Lagi-lagi Digadang-gadang untuk James Bond ke-25

“Dan tanggung jawab kami adalah hanya memastikan bahwa kami melantamkan semua yang baik bagi kemanusiaan di luar sana. Tapi juga mengurangi yang buruk, termasuk mengurangi orang yang mencoba menyalahgunakan keamaman orang lain setelah serangan yang bertentangan dengan standar komunitas,” lanjut Mark Zuckerberg yang dulu bersekolah di Harvard.

 

#socialmedia #marketing #digital #propaganda #facebook #digitalart #branding #publicidade #twitter #business #marketingdigital #digitalmarketing #advertising #entrepreneur #startup #entrepreneurship #digitalpainting #socialmediamarketing #sales #digitaldrawing #onlinemarketing #success #empreendedorismo #smallbusiness #mkt #midiassociais #marketingtips #seo #networking #photoshop

Share the knowledge

Pages: 1 2

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top