Nivea Mengatakan “We Don’t do Gay”, Agen Iklan Putuskan Kontrak

Nivea Mengatakan “We Don’t do Gay”, Agen Iklan Putuskan Kontrak

Ekonomi Trending Berita hari ini
Share the knowledge

FCB, salah satu agen periklanan terbesar di dunia, memutuskan berpisah dengan Nivea. Hal ini dilakukan di tengah tuduhan merek perawatan kulit internasional ini menolak citra dua pria yang saling bersentuhan. Pihak Nivea disebut pernah mengatakan: “We don’t do gay at Nivea.” 

Pernyataan yang artinya kurang lebih “Kami tidak melakukan (praktik) gay di Nivea” ini, menurut pihak Ad Age; bagian kreatif gay di FCB, dinyatakan oleh seorang perwakilan dari klien (Nivea) kepada tim FCB, Newsweek melaporkan, Senin (1/7/2019).

Dalam satu memo internal, FCB mengumumkan, pemutusan kontrak dengan Nivea secara global akan dilakukan pada akhir 2019, tanggal kontrak berakhir.

Didirikan di Jerman pada 1882, Nivea adalah bagian dari Beiersdorf Global AG yang berbasis di Hamburg, yang juga membuat Eucerin, La Prairie, dan Hansaplast. Menurut memo itu, yang ditulis oleh CEO Global FCB, Carter Murray, merek-merek lain tersebut akan tetap berada di agensi.

Menurut Ad Age, hubungan FCB dengan Nivea telah mencapai lebih dari seabad, namun ketegangan telah meningkat selama beberapa tahun terakhir. “Ada satu titik dalam setiap hubungan jangka panjang ketika Anda merenungkan apa yang telah Anda capai bersama dan mengatur layar Anda ke mana perjalanan Anda akan membawa Anda berikutnya,” tulis Murray.

“Terkadang perjalanan ke depan itu menuntut pilihan sulit yang mengarah pada jalan yang berbeda.” Dia menambahkan, keputusan tersebut mengikuti banyak refleksi dan diskusi tentang ambisi kreatif pihak FCB.

Postcomended   Alasan Mal di DKI Siap Buka 5 Juni Usai PSBB

“Adalah harapan saya bahwa dalam merefleksikan perjalanan luar biasa yang kami miliki dengan Nivea di seluruh dunia dan di pasar Anda, Anda bangga dengan apa yang kami capai bersama dan menghormati berbagai faktor sulit yang harus kami timbang dengan hati-hati untuk mengambil langkah ini.”

Menunjukkan bahwa Nivea mewakili 1 persen dari pendapatan global agensi tersebut, Murray menegaskan, “Kami yakin bahwa kami akan dapat memperbaiki ini pada tahun 2020.” Seorang juru bicara Beiersdorf mengatakan kepada Campaign US bahwa perusahaan tidak akan mengomentari spekulasi tak berdasar itu.

“Meskipun demikian kami ingin menyatakan keprihatinan kami pada tuduhan yang dilaporkan karena mereka tidak mencerminkan nilai-nilai Beiersdorf, Nivea, dan karyawan kami di seluruh dunia,” kata pihak Beiersdorf, seraya menambahkan bahwa sekarang adalah waktu yang tepat untuk awal baru dalam manajemen merek dan kerja kreatif Nivea.

Postcomended   Boeing Inspeksi 737 NG-nya di Seluruh Dunia, Temukan 36 dengan Sayap Retak

Tuduhan homofobia pernah merusak merek internasional di masa lalu. Dalam wawancara radio pada 2013, kepala perusahaan pasta Barilla, Guido Barilla, menyatakan, “Saya tidak akan pernah membuat iklan dengan keluarga homoseksual. Bukan karena kurangnya rasa hormat, tetapi karena kami tidak setuju pada mereka.”

Dia menambahkan bahwa dia menentang adopsi (anak) oleh orang tua gay. Jika pelanggan dari kaum LGBTQ tidak menyukai pandangannya, kata Barilla, mereka bisa membeli pasta merek lain. Pengumuman itu menyebabkan seruan boikot dan penghapusan produk Barilla dari ruang makan Harvard.

“Saya khawatir tentang pangsa pasar, tetapi saya jauh lebih khawatir tentang orang yang menganggap Barilla sebagai merek yang ketinggalan zaman,” kata CEO Barilla, Claudio Colzani, kepada Bloomberg. 

Untuk mengatasi kontroversi tersebut, Barilla terpaksa meluncurkan kotak edisi terbatas Spaghetti No. 5, yang memperlihatkan dua wanita dengan sehelai pasta di sela bibir mereka, ala “Lady & The Tramp”, serta kompromi-kompromi lainnya terhadap kaum LGBTQ.***


Share the knowledge

Leave a Reply

Specify Instagram App ID and Instagram App Secret in Super Socializer > Social Login section in admin panel for Instagram Login to work