PROGRAM PEMBERANTASAN PENYAKIT DBD Medical Articles Kedokteran Ebook Related Articles

PROGRAM PEMBERANTASAN PENYAKIT DBD Medical Articles Kedokteran Ebook Related Articles

Mungkinkah suatu saat dunia akan terbebas dari penyakit malaria, demam berdarah, atau zika? Setidaknya, para ilmuwan saat ini tak berhenti meneliti bagaimana agar populasi nyamuk pembawa penyakit ini bisa diberantas. Bukan dengan membuat mereka punah, melainkan dengan membuat nyamuk-nyamuk pembunuh ini steril dari virus mematikan yang bisa ditularkan ke manusia. Hal inilah yang saat ini tengah diupayakan para ilmuwan/peneliti Australia. Hasilnya? Menjanjikan!!

Para peneliti, seperti dilaporkan situs berita ABC, telah melepaskan lebih dari sejuta nyamuk Aedes aegypti steril di beberapa komunitas di Australia, tepatnya di kawasan Cairns, Queensland. Nyamuk Aedes aegypty adalah nyamuk yang berasal dari Afrika, dan diketahui bertanggung jawab menyebarkan penyakit seperti demam berdarah dan virus zika.

Kita tahu bagaimana demam berdarah bisa menjadi pembunuh massal, namun jarang terjadi virus zika membunuh korbannya secara langsung. Dikutip dari BBC Indonesia, satu dari lima orang yang diduga terpapar zika menunjukkan gejala-gejala umum terinfeksi virus dari nyamuk seperti: demam, mata merah dan iritasi, sakit kepala, sakit persendian, serta mengalami ruam.

Postcomended   Inidia 5 Lokasi Bulan Madu Paling Romantis Di Indonesia!

Namun jika menginfeksi ibu hamil, virus zika akan menyerang perkembangan otak janin, sehingga bayi terlahir cacat. Dokter sampai perlu mengimbaua wanita-wanita di negara yang sedang rawan virus zika, seperti Brasil, agar menunda kehamilan.

Salah seorang peneliti pada proyek tersebut, Nigel Beebe, dari CSIRO, mengatakan, penelitian ini bertujuan menjadi yang pertama di dunia untuk proyek membasmi nyamuk seluruhnya dari lanskap perkotaan. Para ilmuwan dilaporkan telah membiakkan jutaan nyamuk dalam kondisi laboratorium di Universitas James Cook di Cairns melalui proyek bernama Debug, yang didanai perusahaan milik Google, Verily.

Nyamuk-nyamuk laboratorium tersebut telah diinfeksi oleh bakteri Wolbachia yang membuat nyamuk jantan menjadi steril. Serangga-serangga ini kemudian dilepas ke alam liar di lokasi percobaan. Beebe mengatakan, nyamuk jantan tidak menggigit atau menyebarkan penyakit, tetapi nyamuk jantan yang telah terinfeksi bakteri (Wolbachia) akan memainkan “malapetaka” bagi mereka sendiri ketika berada dalam sistem reproduksi dengan nyamuk betina.

Postcomended   #mudik2018 Destinasi Cilegon Yang Harus Dikunjungi Saat Mudik Lebaran

“Ketika nyamuk jantan yang mengandung bakteri berpasangan dengan betina yang tidak memiliki bakteri, ini menjadi tidak sesuai. Embrio (mereka) mati,” kata Beebe, dilansir ABC. Beebe menjelaskan, nyamuk-nyamuk ini pada dasarnya kemudian menjadi steril (tak memiliki kemampuan berkembangbiak). Jadi, lanjut dia, jika kita melepaskan sebanyak mungkin nyamuk yang membawa bakteri tersebut, maka populasi mereka akan habis.

Ini bukan pertama kalinya para peneliti telah menginfeksi nyamuk dengan bakteri Wolbachia untuk menghentikan penyebaran penyakit. Para ilmuwan telah melepaskan nyamuk yang terinfeksi di wilayah Cairns sejak 2011. Beebe mengatakan, proyek ini bisa memiliki implikasi yang luas. “Kami akan melihat ke wilayah-wilayah di dunia yang membutuhkan bantuan dalam mengendalikan nyamuk,” kata Beebe.

“Di Kepulauan Torres Strait, kami memiliki nyamuk harimau Asia yang juga dapat menularkan dengue (demam berdarah) dan zika. Ini adalah nyamuk dan model yang sangat agresif yang berpotensi mencapai kota Melbourne,” kata Bebee. “Jadi kami ingin mencoba memfokuskan teknologi pada nyamuk itu sehingga kami dapat menghapusnya dari Kepulauan Torres Strait.”***

Share the knowledge