Lifestyle

Obat Kanker Payudara Ini Hanya Rp 200 Per Hari

Harapan telah dibangkitkan untuk ribuan pasien kanker payudara, setelah para ilmuwan menemukan antibiotik yang dapat menghentikan tumor kembali. Sebenarnya ini bukan obat baru, namun telah ada sejak 1967, namun kemampuan anti-kankernya baru diketahui saat ini, dengan harga nyaris tak masuk akal.

Tes pada sembilan pasien menunjukkan doxycycline –yang harganya hanya semurah 10 sen (sekitar Rp 200) sehari– membunuh sel-sel agresif yang dapat menyebabkan tumor kembali. “Kami memiliki sangat sedikit obat yang disetujui FDA (BPOM Amerika Serikat) untuk menarget dan mengurangi sel-sel induk kanker,” penulis Utama, Profesor Michael Lisanti, dari Universitas Salford, mengatakan, seperti dilansir laman Daily Mail.

Jadi untuk menemukan obat yang efektif, siap tersedia, dan dengan biaya hanya 10 sen per pasien per hari, sangat signifikan. “Khususnya sekitar dua pertiga kematian akibat kanker terjadi karena kekambuhan setelah pengobatan awal,” ujarnya.

Para pasien yang menjadi obyek penelitian, mengambil antibiotik umum yang sering diberikan untuk mengobati radang paru-paru, sinusitis, dan klamidia, setiap hari selama dua minggu. Sembilan pasien kanker payudara menggunakan dosoxicycline oral dosis 200mg setiap hari selama dua minggu sebelum operasi pengangkatan tumor. Sampel jaringan diambil dari pasien-pasien ini dan enam kontrol. Sel-sel dalam sampel lalu dinilai kemampuannya mereplikasi, menyebar, dan “bunuh diri” dalam proses yang dikenal sebagai apoptosis.

Postcomended   Sudah "Hijrah", Caisar Terpaksa Joged Lagi demi Menolong Teman

Hasil penelitian menunjukkan sel kanker yang diobati dengan doxycycline di laboratorium kurang mampu untuk bertahan hidup, menyebar, menyebabkan tumor, atau kembali setelah perawatan. Sebuah reseptor sel, yang dikenal sebagai CD44, berkurang hingga 66,67 persen pada delapan dari sembilan kanker yang diterapi doxycycline. CD44 dikaitkan dengan penyebaran kanker.

Hasil serupa terjadi untuk reseptor ALDH1, yang juga terlibat dalam pertumbuhan tumor. Doxycycline tidak mengganggu kemampuan sel kanker untuk “bunuh diri”, kata para peneliti. Sebaliknya, antibiotik mencegah tumor kembali dengan memengaruhi produksi energi mereka.

Studi ini diterbitkan dalam jurnal Frontiers in Oncology. Para pasien direkrut di Universitas Pisa.
Meskipun penelitian ini hanya melibatkan 15 pasien, para ilmuwan percaya temuan ini memberikan harapan obat yang efektif, murah, bebas resep, yang dapat digunakan bersama pengobatan standar untuk mencegah kembalinya kanker.

Postcomended   Cegah Kanker Usus dengan Sayuran Krusiferus

“Kemampuan kami untuk mengobati kanker hanya dapat ditingkatkan dengan menggunakan obat-obatan yang tidak hanya murah tetapi juga tersedia secara luas,” kata Profesor Lisanti. Menurutnya, sejak Doxycycline pertama kali tersedia secara klinis pada 1967, aktivitas anti-kanker obat ini berada tepat di “bawah hidung” mereka, selama lebih dari 50 tahun.

Kanker payudara mempengaruhi sekitar satu dari delapan wanita. Sekitar satu dari 830 laki-laki mengembangkan penyakit ini juga. Risiko penyakit yang kembali tergantung pada seberapa mahalnya dan pengobatan apa yang digunakan tetapi umumnya antara tiga dan 15 persen.

Ini terjadi setelah penemuan “luar biasa” ini yang dilakukan pada Agustus lalu yang mengungkapkan bahwa tumor kanker payudara dapat menghentikan diri dari penyebaran. “Ketika sel-sel kanker payudara melepaskan diri dari tumor dan melakukan perjalanan ke bagian-bagian baru tubuh, tumor itu memicu respons kekebalan,” menurut sebuah penelitian oleh Garvan Institute of Medical Research di Sydney.

Postcomended   OPEC Harus Turuti Keinginan Indonesia

Hal ini menyebabkan pelepasan sel-sel kekebalan yang “membekukan” sel-sel kanker, dan mencegah mereka membangun diri di daerah-daerah baru.***

Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top