Talluto (tengah) berjalan menuju ruang pengadilan (foto: AFP)

Seorang bayi delapan bulan positif terjangkit HIV. Begitu juga dengan tiga pasangan pria dari tiga wanita korban seks bebas pria Italia bernama Valentino Talluto (33). Keempat wanita tersebut adalah sebagian dari 32 wanita yang terinfeksi HIV akibat terayu godaan Talluto via medsos untuk melakukan hubungan seks dengannya yang positif HIV.

Lelaki berprofesi akuntan ini pada Jumat (27/10/2017), dijatuhi hukuman penjara 24 tahun oleh pengadilan di Roma, Italia, karena terbukti dengan sadar menginfeksi lebih dari 30 wanita dengan virus HIV.

Menurut laporan media lokal, para korban menangis ketika vonis dibacakan. Hukuman itu lebih ringan dari tuntutan jaksa untuk menghukum mati Talluto. Jaksa Elena Neri mengatakan, “Aksinya disengaja untuk menyebarkan kematian.”

Postcomended   17 November dalam Sejarah: Britney Spears Termuda Raih "Walk of Fame", Charlie Sheen Mengaku Positif HIV

Namun Talluto berdalih, bahwa jika dia bermaksud menginfeksi orang sebanyak mungkin, dia akan melakukannya selintas di sejumlah bar.

Di pengadilan, Talluto terbukti melakukan hubungan seks tanpa kondom meskipun mengetahui bahwa dia positif HIV. Perempuan termuda yang pernah berhubungan seks dengan Talluto berusia 14 tahun.

Wanita-wanita itu dirayunya melalui jejaring sosial selama satu dekade, sebelum penangkapannya pada November 2015. Dia menjaring korbannya menggunakan nama samaran “Hearty Style“.

Polisi percaya bahwa dia melakukan hubungan seks dengan setidaknya 53 wanita selama waktu tersebut dan menularkan kepada 32 diantaranya.

Kuasa hukum Talluto menyatakan tindakan yang dilakukan kliennya itu tidak bijaksana, tetapi tidak dengan kesengajaan.

Postcomended   17 November dalam Sejarah: Britney Spears Termuda Raih "Walk of Fame", Charlie Sheen Mengaku Positif HIV

Namun terungkap di pengadilan, kepada para korbannya Talluto mengatakan tidak mau menggunakan kondom dengan alasan dia alergi pada benda itu, atau baru saja melakukan tes HIV.

Dia menyatakan penyesalan atas apa yang telah terjadi. Dia mengaku tidak menyadari konsekuensi dari tindakannya. Terlebih kata dia, banyak dari wanita korbannya itu mengenal teman dan keluarganya.

Fakta lain yang terungkap adalah Ibu Talluto meninggal ketika dia masih berusia empat tahun, karena terinfeksi HIV melalui jarum suntik narkoba.

Pandemi HIV/AIDS telah membunuh sekitar 35 juta orang di seluruh dunia sejak penyakit ini mulai merebak pada tahun 1980-an.(***/Telegraph/BBC)