Ekonomi

Orang Terkaya se-Hong Kong, Li Ka-Shing, Pensiun

Kiat Capai Keberhasilan dari Miliarder Hong Kong Li Ka-shing ... bisnis Liputan6.com Li Ka-shing

Kiat Capai Keberhasilan dari Miliarder Hong Kong Li Ka-shing … bisnis Liputan6.com Li Ka-shing

Orang terkaya di Hong Kong, Li Ka-shing, mengatakan Jumat (16/3) dirinya memutuskan untuk pensiun sebagai ketua CK Hutchison Holdings Ltd. Pernyataan Li disampaikan di bursa Hong Kong.

“Saya bekerja sudah terlalu lama,” imbuh Li santai.

Ia akan mengumumkan secara resmi pengunduran dirinya setelah rapat umum tahunan pada 10 Mei. Setelah pensiun, Li akan menyerahkan ‘mantel kekuasaan’ kepada putra tertuanya Victor Li, yang telah lama disebut-sebut sebagai pengganti, demikian seperti dilansir Reuters.

Namun, Li akan tetap menjadi penasihat senior untuk CK Hutchison Holdings Ltd. Sementara itu, Victor, yang telah menjadi direktur manajer kelompok selama beberapa tahun, dipandang sebagai tangan yang cocok dan tidak mungkin berubah arah untuk menggantikan Li.

Postcomended   Ramadan Fair Zaman Now Dirilis Musi Banyuasin

Meski pemujaan terhadap Li Ka-Shing dan kisah suksesnya mulai memudar di Hong Kong namun ia tetap dihormati. Keputusan Li dalam berbisnis sangat memengaruhi harga properti di Hong Kong. Saat ini perusahaannya beroperasi di lebih dari 50 negara dengan jumlah karyawan 323.000 orang.

Li menghabiskan waktu puluhan tahun untuk membangun kerajaan bisnisnya di sektor pelabuhan, kontainer, hingga telekomunikasi. Namanya terkenal seantero Hong Kong bahkan di seluruh dunia. Cerita sukses Li, 89, membangun sendiri perusahaan selama 70 tahun membuat ia dijuluki sebagai pahlawan di dunia kapitalis yang berputar bebas.

Forbes di tahun 2018 menempatkan Li di posisi 23 sebagai orang terkaya di dunia. Ia hanya terpaut tiga tempat di belakang pendiri Alibaba Jack Ma dan enam angka di belakang pendiri Tencent Ma Huateng.

Postcomended   Survei: Mayoritas Perempuan Menolak Perokok

Li Ka-shing lahir pada 1928 di Kota Chaozhou, China daratan. Dia dan keluarganya melarikan diri ke negara tetangga, Hong Kong, selama Perang Sino-Jepang. Li masih bisa mengingat bom yang dijatuhkan di kampung halamannya saat ia berada di sekolah dasar. Ia mengatakan hal ini langsung kepada Majalah Forbes di 2012.

Dia pertama kali memulai bisnisnya sendiri pada tahun 1950 dengan memproduksi bunga plastik. Tapi setelah melakukan diversifikasi ke properti, dia melihat keuntungan besar di tahun 1960-an dan dalam dekade berikutnya bisnisnya melebar ke banyak sektor di Hong Kong.

Perusahaannya memiliki minat jangka panjang di pasar luar negeri, serta melakukan investasi di sektor properti dan energi pada tahun 1980-an.

Share the knowledge

Pages: 1 2

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top