Loading...
Internasional

Ortunya Diculik Agen Rahasia Argentina Saat Berumur 4 Bulan, Pria Ini Dipertemukan Keluarga Biologisnya

Share the knowledge

Javier, kiri, memeluk paman kandungnya, Roberto (gambar dari; https://travelwirenews.com/argentina-group-identifies-130th-person-taken-during-dictatorship-1461274/)

Javier, kiri, memeluk paman kandungnya, Roberto (gambar dari; https://travelwirenews.com/argentina-group-identifies-130th-person-taken-during-dictatorship-1461274/)

Seorang pria dipersatukan kembali dengan keluarga biologisnya setelah 43 tahun dipisahkan dari orang tuanya yang diculik agen rahasia Argentina pada 1977. Pria  ini baru berusia empat bulan ketika ayah ibunya menghilang di Buenos Aires dan tak pernah diketahui lagi nasibnya.

Javier Darroux Mijalchuk yang kini telah berusia 43, kemudian diadopsi oleh keluarga yang tidak tahu latar belakangnya. Beberapa tahun yang lalu, Javier mulai meragukan identitas aslinya, dan meminta bantuan organisasi hak asasi manusia Grandmothers of the Plaza de Mayo, laman BBC melaporkan, Jumat (14/5/2019).

Organisasi ini dikenal dengan aktivitasnya yang melacak anak-anak pembangkang yang terbunuh atau hilang secara paksa selama kediktatoran militer Argentina yang berlangsung dari 1976 hingga 1983. Sejumlah anak hilang telah berhasil dipertemukan kembali dengan keluarga biologis mereka.

Postcomended   Angkatan Darat India Umumkan Temuan Jejak "Yeti" di Akun Twitter-nya

Javier adalah anak ke-130 yang berhasil diidentifikasi oleh organisasi ini setelah melakukan tes DNA. Berbicara kepada wartawan, Javier berterima kasih kepada paman kandungnya, Roberto Mijalchuk, yang katanya telah mencarinya selama empat dekade terakhir.

“Pengembalian identitas saya, bagi saya, merupakan penghormatan kepada orang tua saya, belaian kepada jiwa, simbol ingatan, kebenaran, dan keadilan,” kata Javier.

“Itu simbol yang –jika aku harus mendefinisikannya sebentar– tidak ada yang lebih penting daripada pelukan paman, ketika setelah 40 tahun mencari dia bisa berkata: ‘Apakah kamu Javi?’ dan merangkul seperti tidak ada yang pernah dilakukan sebelumnya, dan tidak ada yang bisa melakukan lagi,” tambahnya.

Sekitar 30.000 orang dibunuh oleh junta militer di Argentina selama masa kediktatoran Jorge Rafael Videla Redondo. Presiden Argentina de facto 1976-1981 ini meraih kekuasaan lewat kudeta atas Isabel Martínez de Perón yang ketika itu tampil sebagai presiden.

Postcomended   26 April dalam Sejarah: Nazi Mendirikan Gestapo, Agen Rahasia Brutal "Pemasok" Kamp Konsentrasi

Bekas tentara dan politikus ini digelari “the bone”, sebab tubuhnya yang kurus seperti tulang dibungkus kulit. Dikutip dari laman Wikipedia, zaman pemerintahan Redondo merupakan titik permulaan “Perang Kotor” yaitu era yang paling kejam dalam sejarah Argentina.

Namun dia terkenal di Amerika Selatan sebagai pakar dalam strategi anti-komunisme antarbangsa dan menerima pujian dari politikus berhaluan kanan Amerika Serikat, termasuk Ronald Reagan.

Javier mengatakan dia sekarang akan mencoba dan mencari tahu informasi lebih lanjut tentang orang tuanya, Juan Manuel Darroux dan Elena Mijalchuk. Tidak diketahui apa yang terjadi pada mereka setelah mereka diculik.***

Loading...


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Loading...
To Top