Ghana news: Christian man accused of killing daughter for dating a ... Graphic Online634 × 368Search by image The accused, Sami Karra, in court

Ghana news: Christian man accused of killing daughter for dating a … Graphic Online634 × 368Search by image The accused, Sami Karra, in court

Pihak berwenang mengatakan, seorang pria Israel-Kristen, dituduh menikam anak perempuannya sampai mati karena tidak menyetujui hubungannya dengan seorang pria Muslim. Pernikahan campuran di Israel semakin ditentang karena semakin banyak terjadi.Terlebih jika si wanita yang memutuskan pindah agama mengikuti agama suaminya.

Jaksa mengatakan, Sami Karra (58), membunuh putrinya sendiri di rumah keluarga mereka di kota Ramle, pusat kota Israel, sehari setelah dia lulus dari SMA.

Anak perempuannya, Henriette Karra (17), menjalin hubungan dengan seorang pria Muslim. Dia menentang desakan orang tuanya, demikian menurut sebuah surat dakwaan pidana yang diajukan di pengadilan distrik Israel minggu ini, seperti dilansir CNN.

Pada akhir Mei, Henriette meninggalkan rumah keluarganya setelah mendapat ancaman dan pelecehan dari orang tuanya, kata dakwaan tersebut. Dia tinggal dengan ibu pacarnya untuk sementara waktu.

Keluarga Henriette mencoba membawanya pulang, dengan menggunakan ancaman kepadanya dan ibu pacarnya, kata dakwaan tersebut.

Ibu sang pacar, yang tidak dikenali dalam dakwaan, memanggil polisi untuk campur tangan atas nama Karra. Tapi gadis remaja itu menolak bantuan polisi, dan dia menolak pulang ke rumah.

Postcomended   16 November dalam Sejarah: Operasi Karpet Ajaib Terbangkan Yahudi Pertama ke Israel

Bulan berikutnya, sementara Henriette menginap di rumah seorang teman, ayahnya datang dan mulai mengancamnya bahkan menamparnya, demikian kata surat dakwaan itu. “Saya siap dipenjara seumur hidup saya, saya tidak peduli,” Karra diduga meneriaki putrinya.

Setelah bertemu dengan seorang pekerja sosial, Henriette pulang dua hari kemudian. Dia merayakan wisuda SMA di sebuah pesta pada 12 Juni.

Keesokan paginya, dia pergi ke kantor pos untuk mengirim 100 dolar ke pacarnya.Pacarnya dipenjara untuk tuduhan yang tidak disebutkan, dan dijadwalkan akan dibebaskan pada akhir minggu ini.

Ketika kembali ke rumah, Henriette mengatakan kepada seorang anggota keluarganya bahwa dia siap masuk Islam. Anggota keluarga tersebut memberi tahu ayah Henriette.

Mendengar berita tersebut, menurut surat dakwaan tersebut, Karra pulang ke rumah, mengambil pisau, dan menikam putrinya tiga kali hingga meninggal. Karra ditangkap hari itu.

Kemarahan ayah Henriette tampaknya “bisa dimaklumi”. Dari m.dw.com, pernikahan campur dan asimilasi yang dinilai dapat menghilangkan kemurnian darah Yahudi, adalah isu sensitif di Israel. Biasanya pasangan Arab-Israel hidup terpisah dari masyarakat.

Kekhawatiran tersebut semakin diperparah dengan tingginya angka pernikahan campur di antara kaum Yahudi Amerika. Tahun lalu, seorang anggota parlemen Israel bahkan meluapkan amarah di media saat mendengar kabar bahwa putra Perdana Menteri Benjamin Netanyahu berpacaran dengan perempuan Norwegia yang bukan Yahudi.

Postcomended   Konflik Qatar: Tak Ada Sapi Arab, Sapi Hongaria pun Jadi

Deborah Bernstein, seorang profesor di departemen sosiologi dan antropologi Universitas Haifa, Palestina, mengatakan, masyarakat Yahudi sejak dulu sangat kuat menentang perkawinan campuran.

Terlebih dalam banyak kasus, kata Bernstein, wanita Yahudi akan memeluk Islam sebelum menikahi pasangan Arabnya.

Suatu waktu, sekelompok Yahudi nasionalis yang fanatik, pernah menggelar aksi demonstrasi di jalanan menentang pernikahan campuran. Jumlah gadis Yahudi yang memilih suami dari kalangan Palestina makin banyak di wilayah mereka.

Dalam unjuk rasa di Bat Yam, mereka membawa aneka poster berisi penentangan kawin campuran ini.Gadis Yahudi Hanyalah untuk orang Yahudi”, demikian antara lain bunyi poster tersebut. Bagi keluarga Yahudi, lebih baik membawa pulang pecundang Yahudi ketimbang pemuda Arab.

Meskipun nasionalis religius Israel mulai berteriak-teriak menentang, sejatinya kawin campur Arab-Yahudi sudah berlangsung lama.

Iris Agmon, seorang profesor di departemen Timur Tengah di Ben Gurion University mengatakan, dalam catatan pengadilan syariah Ottoman, wanita Yahudi boleh menikah dengan pemuda Muslim setelah sebelumnya menjadi mualaf.

“Dan kecenderungannya, wanita Yahudi yang menikah dengan Arab dia akan berpindah agama menjadi Muslim,” katanya. Setelah pemerintahan Ottoman berakhir, mandat Inggris juga melegalkan pernikahan pasangan beda ras ini.

Sementara itu Bernstein percaya, banyak pasangan campuran meninggalkan Palestina ketika Israel mendirikan negara pada 1948.

Postcomended   Dr Zakir Naik Kehilangan Kewarganegaraan dalam Pelariannya

Ketakutan bangsa Yahudi terhadap pernikahan campur mendorong pemerintah Israel melarang sebuah novel yang mengisahkan hubungan asmara antara tahanan Palestina dan perempuan Yahudi.

Penulis novel Borderlife, Dorit Rabinyan, menilai keputusan Kementerian Pendidikan sedikit ironis, pasalnya novel ini justru mengolah isu ketakutan Israel terhadap asimilasi dengan bangsa Arab yang hingga kini masih ada.”

Bagaimana memahami ketakutan bangsa Yahudi terhadap asimilasi dan pernikahan campur, bisa dilihat dari kericuhan yang muncul di Israel akibat sebuah novel. Sejak larangan itu diumumkan, penjualan novel Borderlife melonjak drastis.***(ra)