Internasional

10 Juli dalam Sejarah: Kapal Milik Greenpeace Dibom Agar Tak Ganggu Uji Coba Nuklir

Share the knowledge

Rainbow Warrior

Pada tanggal ini tahun 1985, agen dinas rahasia Prancis menanam dua bom di kapal milik Greenpeace, Rainbow Warrior, dan meledakkannya. Kapal tenggelam dan membunuh fotografer Greenpeace kelahiran Portugal, Fernando Pereira. Apa motif di balik peledakan?

Rainbow Warrior kala itu sedang berada di Auckland, Selandia Baru, bersiap untuk berlayar ke Mururoa Atoll untuk  memprotes pengujian nuklir Prancis di kawasan laut Pasifik.

Pemerintah Prancis awalnya menolak semua tuduhan tentang operasi pengeboman, tetapi segera menjadi jelas bahwa mereka terlibat.

Postcomended   AS dan Iran Saling Tuding Sebagai Penyebab Ketidakstabilan Global

Perdana Menteri Laurent Fabius muncul di televisi dan mengaku bahwa “Agen dari DGSE (Secret Service) menenggelamkan kapal ini. Mereka bertindak atas perintah.” Publik pun terkejut.

Setelah serangan itu, dua petugas DGSE, Dominique Prieur dan Alain Mafart, ditangkap pada 24 Juli. Keduanya dituduh melakukan pembunuhan. Mereka mengaku bersalah telah melakukan pembunuhan dan dijatuhi hukuman 10 tahun penjara.

Kasus ini menyebabkan pemerintah Perancis sangat malu. Fakta bahwa hal itu dilakukan di wilayah Selandia Baru oleh negara yang dianggap ramah menyebabkan kemarahan, yang membuat hubungan Selandia Baru dan Prancis waktu itu sempat memanas.(***/onthisday)


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top