Awas! Rokok Elektrik (Vape) Juga Bisa Sebabkan Kanker • Hello Sehat Hello Sehat700 × 393Search by image rokok elektrik menyebabkan kanker

Awas! Rokok Elektrik (Vape) Juga Bisa Sebabkan Kanker • Hello Sehat Hello Sehat700 × 393Search by image rokok elektrik menyebabkan kanker

Para ahli kesehatan mengatakan, dibanding rokok biasa, rokok elektronik terbukti dapat mengurangi risiko terhadap kesehatan hingga 95%. Tinjauan atas penggunaan rokok elektronik ini diarahkan bukan untuk beralih menjadi perokok elektronik, melainkan untuk membantu perokok meyakinkam diri bahwa “vaping” bisa menjadi “game changer” agar orang berhenti merokok. Pakar bahkan berharap suatu saat akan ada rokok elektronik yang memenuhi standar pengobatan sehingga bisa diresepkan.

Vaping adalah tidak lain merupakan istilah untuk rokok elektrik atau juga sering disebut e-cigarette. Yang membedakan vaping dengan rokok biasa, dalam vaping tak ada proses pembakaran melainkan pemanasan cairan. Uap hasil pemanasan inilah yang dihirup.

Proses ini setidaknya menghilangkan tar seperti pada rokok yang dibakar. Namun pada dasarnya selama bahan dasarnya tembakau, maka risiko nikotin tetap ada.

Postcomended   Banyak Balita Terlahir Kontet: Bisakah Indonesia Menjadi Negara Maju pada 2045?

Ada kecemasan alih-alih membuat perokok berhenti merokok, vaping seperti membuka pintu bagi anak-anak untuk memrokok. Namun para pakar mengatakan tidak ada bukti ke arah itu.

Dilansir BBC, salah seorang pakar penulis laporan, Prof Ann McNeill dari King’s College London, mengatakan e-cigarette bisa menjadi “game changer” dalam kesehatan masyarakat.

 Vape: Apa Kandungannya dan Adakah Bahayanya Bagi Tubuh? Hello Sehat1000 × 664Search by image bahaya vape rokok elektrik

Vape: Apa Kandungannya dan Adakah Bahayanya Bagi Tubuh? Hello Sehat1000 × 664Search by image bahaya vape rokok elektrik

Berbagai merek rokok elektronik mengandung konsentrasi kimia berbeda. “Saat ini, 80.000 orang di Inggris meninggal setiap tahun akibat rokok. Jika setiap orang yang merokok beralih ke rokok elektronik yang akan mengurangi sekitar 4.000 kematian per tahun, itu perkiraan terbaik saat ini. Mungkin jauh lebih baik dari itu,” ujar McNeil.

Postcomended   Minggu ke-4 sampai ke-10, Masa Krusial Pembentukan Bibir

Laporan tersebut bahkan berharap bahwa meskipun dokter umum dan Layanan Berhenti-Merokok saat ini tidak dapat meresepkan rokok elektronik karena tidak ada produk yang beredar di pasaran yang diberi lisensi untuk tujuan pengobatan, mereka berharap rintangan itu akan dihapus di masa depan.

Sementara itu dr Devika dari Alodokter.com menyebutkan, status keamanan rokok elektrik terutama untuk jangka panjang masih belum diketahui. Organisasi kesehatan PBB, World Health Organization (WHO) telah mengingatkan produsen rokok elektrik untuk tidak mengklaim produknya sebagai alat bantu berhenti merokok sampai ada bukti ilmiah kuat yang mendukung hal tersebut.

Devika menyampaikan, menurut WHO, uap rokok elektrik mengandung zat kimia berbahaya yang dapat menimbulkan polusi udara. Menurut BPOM, rokok elektrik mengandung nikotin cair dan bahan pelarut propilen glikol, dieter glikol, dan gliserin. Jika semua bahan itu dipanaskan akan menghasilkan senyawa nitrosamine yang juga dapat menyebabkan kanker.

Postcomended   Polusi Lebih Mengancam daripada Ebola dan HIV: Kota Zabol Terpolutif di Dunia

Beberapa penelitian menemukan bahwa rokok elektrik dapat memicu peradangan dalam tubuh, infeksi paru-paru, dan meningkatkan risiko asma, stroke serta penyakit jantung. “Oleh sebab itu sebaiknya anda mengurangi merokok, baik itu rokok tembakau ataupun rokok elektrik,” kara Devika.***

File:Different types of electronic cigarettes (15249922438).jpg - Wikimedia Commons commons.wikimedia.org2172 × 1448Search by image

File:Different types of electronic cigarettes (15249922438).jpg – Wikimedia Commons commons.wikimedia.org2172 × 1448Search by image

Share the knowledge