Simpan Sabu Dalam Anus dari Malaysia, Ini Hukuman untuk Zulkarnaen ... Tribun Batam - Tribunnews.com Simpan Sabu Dalam Anus dari Malaysia, Ini Hukuman untuk Zulkarnaen

Simpan Sabu Dalam Anus dari Malaysia, Ini Hukuman untuk Zulkarnaen … Tribun Batam – Tribunnews.com Simpan Sabu Dalam Anus dari Malaysia, Ini Hukuman untuk Zulkarnaen

Nekat menyelundupkan narkoba jenis Kristal metamfetamin di rektumnya, seorang warga Malaysia ditangkap di Bali. Dia diduga berusaha menyelundupkan narkoba tersebut ke satu pulau peristirahatan di Bali. Rektum adalah organ akhir dalam tubuh manusia sebelum anus, yakni tempat penyimpanan sementara feces. Pada beberapa kasus, paket narkoba yang diselundupkan ke dalam organ tubuh pecah hingga menyebabkan perdarahan hingga kematian.

Pria berinisial AA (23) ini, ditangkap petugas bea cukai Bandara Ngurah Rai pada 11 Maret, menggunakan maskapai Thai AirAsia FD 396 asal Bangkok. AA ditangkap bersama dengan dua rekan Indonesia-nya masing masing berinisial S (24) dan AP (25).

Ketika mereka melewati pemeriksaan keamanan di meja bea cukai Ngurah rai, ketiganya terlihat mencurigakan. Kepala Kantor Bea Cukai Ngurah Rai, Himawan Indarjono, dalam konferensi pers, Senin (26/3/2018), mengatakan, pemindaian X-ray menunjukkan ada hal-hal mencurigakan di tubuh mereka dan di antara barang-barang mereka.

Setelah proses X-ray, polisi membawa mereka ke ruang bea dan cukai untuk pemeriksaan lebih lanjut. Petugas bea cukai pun menemukan 36,2 gram sabu di tas AA. Sementara pemeriksaan di tubuh menemukan ada tiga paket kecil metamfetamin seberat 36,25 gram, 33,73 gram, dan 20,73 gram, yang “disembunyikan” di dalam rektum AA.

Paket met juga ditemukan dalam rektum S dan AP. Dari S, bea cukai menyita empat bungkus kecil met masing-masing seberat 42,32 g, 44,81 g, 39,66 g dan 38,78 g. Sedangkan pada AP yang seorang wanita, petugas menemukan empat paket met; dua dimasukkan ke duburnya dan dua lainnya di dalam kemaluannya. 

Secara total ia diduga membawa sekitar 140 gram met. Namun tak disebutkan apakah paket met tersebut masuk ke dalam rectum dengan diminum atau dijejalkan. Ketiganya didakwa hingga hukuman mati.

Dalam banyak kasus penyelundupan narkoba melalui organ tubuh, paket pecah di dalam tubuh. Dalam kasus penangkapan dua penyelundup narkoba yang menyelundupkan pil sabu dengan diminum pada Mei 2016, dua tersangka mengalami perdarahan di pesawat dari Malaysia ke Jakarta, karena paket sabu pecah di duburnya.

Maret tahun lalu, polisi menemukan seorang kurir narkoba tewas di kolong Tol Sedyatmo, Jakarta. Dia diduga kuat tewas karena pil narkoba yang ditelannya pecah.

Share the knowledge