Aliff Syukri Berang Pembantu Rumah Curi Tudung Swarovski hangat.com1024 × 693Search by image Aliff Syukri Berang Pembantu Rumah Curi Tudung Swarovski

Aliff Syukri Berang Pembantu Rumah Curi Tudung Swarovski hangat.com1024 × 693Search by image Aliff Syukri Berang Pembantu Rumah Curi Tudung Swarovski

Gara-gara ingin pamer di akun Instagramnya, seorang tenaga kerja wanita (TKW) Indonesia yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga (PRT) di Singapura, terbukti mencuri barang-barang mewah milik majikan terdahulunya. Pasalnya, unggahan foto-fotonya dengan barang curiannya itu, ketahuan kakak majikannya. Pada 2012, Pemerintah Indonesia pernah berniat menyetop pengiriman PRT ke negeri jiran di tahun ini. Berjalankah rencana ini?

TKW bernama Siti Nur Sopiyati (32), terbukti mencuri barang mewah milik majikan sebelumnya, Lisa Lee, pada kurun waktu 2013-2016.

Barang mewah tersebut antara lain jam tangan Chopard dengan harga 35.000 dolar (dalam dolar Singapura) atau setara Rp 337 juta, tas kulit ular Celine seharga 7.500 dolar (sekitar Rp 72 juta), dan dompet kulit Hermes seharga 10.000 dolar (Rp 92 juta).

Nilai total barang-barang curian itu 54.450 dolar atau sekitar Rp 524 juta. Ini belum termasuk pencurian kaos dan cincin emas berlian. Aksi ini dilakukan Siti di apartemen Lisa Lee, Januari 2016.

Postcomended   Konflik Qatar: Tak Ada Sapi Arab, Sapi Hongaria pun Jadi

Merasa aksinya tidak diketahui, 11 bulan kemudian dia mengunggah foto-fotonya sedang memamerkan barang curian itu di akun Instagramnya. Hal ini dilakukan sesudah dia bekerja di tempat lain.

Siti ditangkap Senin (7/8/2017) dan dijatuhi hukuman 12 bulan penjara setelah mengaku melakukan pencurian tersebut.

Suami Lisa sebenarnya pernah melaporkan Siti ke polisi saat istrinya melaporkan barang-barangnya hilang pada Maret 2016. Namun polisi tidak berhasil membuktikannya. Lisa lalu hanya memecat Siti (dan seorang TKW lain yang bekerja di apartemennya) dan mengembalikan mereka ke agennya.

Saat sudah bekerja untuk rumah tangga lain, pada November 2017, Siti rupanya gatal ingin memamerkan barang curiannya itu di Instagramnya. Kakak Lisa yang curiga, rupanya menguntit Siti hingga ke Instagramnya. Ketahuan deh.

Keberadaan TKW yang bekerja sebagai PRT di negeri jiran, telah sejak lama menimbulkan dilema. Di sisi lain mereka adalah ujung tombak devisa dan pengentas kemiskinan turun temurun keluarganya. Namun secara politis, TKW berprofesi PRT telah menjatuhkan citra bangsa. Di sisi lain, negeri jiran juga membutuhkan pasokan PRT dalam jumlah besar.

Postcomended   Puncak Poland - Sawahlunto West sumatera

Namun rupanya rencana menghentikan pengiriman TKW itu dibatalkan. Pertimbangannya, seperti dilansir Deutschewelle Indonesia Maret 2017, kebijakan itu dikhawatirkan para aktivis akan lebih banyak mendorong pekerja migran ilegal.

Direktur Penempatan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri pada Kementerian Tenaga Kerja,  Soes Hindharno, mengatakan, “Kami tidak menghentikan warga Indonesia pergi ke luar negeri untuk menjadi pekerja rumah tangga, tapi kami ingin perlindungan yang lebih baik bagi mereka.”

Pada Desember 2012, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi saat itu, Muhaimin Iskandar, menegaskan bahwa Pemerintah Indonesia akan melarang pengiriman WNI yang bekerja di luar negeri sebagai penata laksana rumah tangga (PLRT) paling lambat pada tahun 2017.

“Maunya kita stop hari ini juga, tetapi secara empiris ada pasar yang sangat kuat. Karena itu kita ada ‘roadmap 2017‘. Hari ini (pengiriman PLRT) ke Saudi kita tutup lalu kita cari alternatif pekerjaan di dalam negeri. Nanti Malaysia diperketat, dan pada 2017 sudah zero,” ujar Muhaimin.

Postcomended   Idap Bipolar, Sinead O'Connor Unggah Video di Facebook, Mengatakan Sedang Bunuh Diri

Orang Indonesia pada umumnya, rupanya masih perlu memasang muka tebal saat berada di lingkungan pergaulan internasional seperti di bandara-bandara internasional.***(ra)