Panel Independen Sebut Israel Terindikasi Lakukan Kejahatan Perang

Internasional
Share the knowledge

Sebanyak 189 warga Palestina meninggal termasuk anak-anak, jurnalis, dan paramedis, ketika Israel melakukan aksi represif terhadap protes "Great March of Return" (gambar dari:  https://www.youtube.com/watch?v=5HniBoWiA40)
Great March of Return. Sebanyak 189 warga Palestina meninggal termasuk anak-anak, jurnalis, dan paramedis, ketika Israel melakukan aksi represif terhadap protes “Great March of Return” (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=5HniBoWiA40)

Panel independen yang didukung PBB mengatakan mereka memiliki alasan masuk akal untuk percaya bahwa tentara Israel diduga melakukan kejahatan perang dengan menembaki wartawan, pekerja kesehatan, dan anak-anak, selama protes di Gaza pada 2018. Israel menolak keras.

Kesimpulan panel tersebut ditolak mentah-mentah oleh Israel dengan mengatakan bahwa hasilnya telah ditentukan sebelum penyelidikan dimulai, CNN melaporkan.

Dalam laporan yang diterbitkan Kamis (4/3/2019) mengenai protes yang dikenal di Palestina dengan sebutan “Great March of Return”,  Komisi Penyelidikan Independen PBB mengatakan mereka melakukan 325 wawancara terhadap para korban, saksi, dan sumber, mengumpulkan lebih dari 8.000 dokumen, dan menganalisis media sosial dan rekaman drone.

“Komisi memiliki alasan yang masuk akal untuk meyakini bahwa selama Great March of Return, tentara Israel melakukan pelanggaran terhadap hak asasi manusia (HAM) internasional dan hukum kemanusiaan. Beberapa dari pelanggaran itu mungkin merupakan kejahatan perang atau kejahatan terhadap kemanusiaan, dan harus segera diselidiki oleh Israel,” Santiago Canton, Ketua Komisi, berkata, seperti dilansir CNN.

Panel itu mengatakan menemukan alasan yang masuk akal untuk percaya bahwa penembak jitu Israel menembak wartawan, pekerja kesehatan, anak-anak, dan orang-orang cacat, (padahal mereka) mengetahui bahwa mereka jelas dikenali (dengan kondisi/identitas) seperti itu.

Israel menolak mengambil bagian dalam penyelidikan, dan Menteri Luar Negeri Israel, Yisrael Katz, menolak laporan PBB dan menyebutnya sebagai teater yang absurd. Dia menyebut laporan PBB “bermusuhan, salah, dan tidak benar”.

Postcomended   Saat Panggung “America’s Got Talent” Dibikin Terengah oleh Aksi Pesulap Indonesia

“Israel benar-benar menolak laporan itu. Tidak ada faktor yang dapat menyangkal Israel atas haknya untuk membela diri dan kewajiban untuk membela warga dan perbatasannya dari serangan kekerasan. Siapa pun yang mendorong penduduk Gaza ke pagar, termasuk perempuan dan anak-anak, adalah organisasi Hamas, yang menyatakan tujuannya adalah untuk menghancurkan Negara Israel, dan merekalah yang harus memikul tanggung jawab,” kata Katz dalam sebuah pernyataan pada hari yang sama.

Juru bicara Perdana Menteri Otoritas Palestina, Ahmad al-Shami, mengatakan, temuan laporan itu adalah langkah tepat ke arah yang benar. “Temuan dan tuntutan untuk membuka penyelidikan segera oleh Israel, Kekuatan Pendudukan, adalah langkah yang tepat ke arah yang benar, namun itu tidak cukup untuk membangun akuntabilitas yang komprehensif,” kata Shami.

Komunitas internasional, lanjut Shami, harus mengambil tanggung jawabnya dan memberikan perlindungan internasional bagi warga Palestina di setiap jengkal tanah Palestina yang Diduduki. Hamas juga menyambut baik laporan itu. Dalam satu pernyataan, pejabat senior Hamas, Basem Naim, menggemakan seruan agar komunitas internasional meminta pertanggungjawaban Israel.

Postcomended   Terlibat Kasus Asusila, Bill Cosby dan Roman Polansky Dikeluarkan dari The Academy

Panel independen dibentuk oleh resolusi Dewan Hak Asasi Manusia PBB pada Mei 2018 untuk menyelidiki semua dugaan pelanggaran, dan pelanggaran hukum internasional selama protes tahun lalu di Gaza. Dikatakan pihaknya menyelidiki “setiap pembunuhan” di tempat-tempat demonstrasi yang ditunjuk oleh pagar pemisah Gaza pada hari-hari protes resmi, yang meliputi periode dari awal protes pada Maret hingga 31 Desember 2018.

Laporan itu melanjutkan dengan mengatakan bahwa “sebanyak 189 warga Palestina tewas selama demonstrasi di dalam periode ini. Komisi menemukan bahwa Pasukan Keamanan Israel membunuh 183 dari demonstran ini menggunakan amunisi hidup. Tiga puluh lima dari kematian menimpa anak-anak, tiga orang paramedis, dan dua jurnalis.

Panel yang didukung PBB ini juga menemukan bahwa demonstrasi Palestina pada dasarnya bersifat sipil meskipun beberapa tindakan kekerasan cukup signifikan, namun bukan merupakan pertempuran atau kampanye militer. Namun komisi itu juga menyalahkan Hamas karena “mendorong” dan membela penggunaan layang-layang dan balon oleh demonstran tanpa pandang bulu yang menurut komisi menimbulkan ketakutan di kalangan warga sipil dan kerusakan signifikan terhadap properti di Israel selatan.

“Komisi berkesimpulan bahwa Hamas, sebagai otoritas de facto di Gaza, gagal mencegah tindakan-tindakan ini,” kata laporan itu.

Postcomended   Bukan Harta Benda, Ini Dia Faktor Kebahagiaan Rumah Tangga

Sementara itu kelompok HAM Israel, Yesh Din, dalam satu pernyataan mengatakan, laporan itu menunjukkan bahwa tentara Israel harus mengubah peraturan penembakan terbuka dan melarang penggunaan kekuatan mematikan dalam situasi di mana tidak ada bahaya langsung terhadap kehidupan.

Kelompok itu menambahkan: “Hasil parah dari ratusan orang yang tewas dan ribuan yang terluka dalam demonstrasi bisa dihindari seandainya Israel bertindak berdasarkan hukum internasional dan bukan menentangnya.”***

 


Share the knowledge

Leave a Reply

Specify Instagram App ID and Instagram App Secret in Super Socializer > Social Login section in admin panel for Instagram Login to work