https://www.usmagazine.com/wp-content/uploads/2017/11/prince-harry-meghan-markle-engagement-02.jpg

Satu Pernyataan singkat yang disampaikan Pangeran Wales dan dikeluarkan oleh Clarence House, Senin (27/11/2017), menyebutkan bahwa Pangeran Harry dan kekasihnya, seorang artis Amerika Serikat (AS), Meghan Markle, akan menikah pada musim semi 2018. Pengumuman ini menyusul hubungan yang makin mesra antara Harry dan Markle sejak satu tahun ini. Menikahi seorang bangsawan kaukasian bagi Markle yang keturunan budak, telah menjadi topik hangat di media, bahkan dibahas ilmuwan.

Markle kemungkinan akan diinstruksikan oleh penasehat kerajaan untuk menyembunyikan bahwa dia birasial dan mungkin tak akan banyak berpengaruh untuk memperbaiki hubungan ras yang berkerikil di Inggris, menurut dua ilmuwan Inggris.

“Dia tidak akan diizinkan menjadi putri kulit hitam. Satu-satunya cara dia bisa diterima adalah dengan berpakaian putih,” kata Kehinde Andrews, profesor sosiologi di Universitas Birmingham City yang meluncurkan gelar studi kulit hitam pertama di Eropa, kepada Newsweek. “Jika ada yang merayakannya (pertunangan Harry dan Markle), ini sedikit naif, dan mereka akan sangat kecewa.”

Garis keturunan keluarga mencerminkan bahwa di Britania Raya 87,1 persen penduduknya berkulit putih dan hanya 3 persen berkulit hitam. Andrews tidak percaya bahwa keberadaan Markle yang birasial di dalam keluarga kerajaan akan cukup untuk mengubah pemikiran rasistis orang Inggris yang sudah berlangsung berabad-abad.

“Keluarga Kerajaan Inggris benar-benar simbol kuat kulit putih,” katanya. “Adanya percikan ‘kopi’ di monarki tidak akan menimbulkan perbedaan sedikitpun,” ujar Andrews.

Postcomended   Ketika Supir Taksi Lulusan SD Terima Tantangan Mengobrol dalam Inggris: Balada Tarnedi

Ellis Cashmore berpendapat senada. Kritikus sosiologi dan budaya Inggris ini mengatakan, Markle akan sangat disarankan oleh penasihat kerajaan untuk menghindari mendiskusikan etnisitasnya. Menyulitkan pemahaman negara tentang identitasnya, orang-orang Inggris tidak membedakan antara menjadi hitam dan biracial, dan Markle disebut oleh penduduk sebagai “hitam”.

Markle pernah berbicara pada 2015 untuk Elle, tentang menjadi birasial di mana dia berkisah bagaimana ayahnya pernah menyuruhnya membuat kotak sendiri saat harus mencentang etnisitasnya.

Senin (27/11) calon putri tersebut menyoroti fokus media pada ras-nya dan berkata “mengecewakan” yang mendorong Cashmore berspekulasi bahwa Markle kemungkinan akan membicarakan etnisitasnya lagi.

“Dia akan mengabaikan saran penasihatnya pada tahap tertentu. Dia pasti ingin menggambarkan bagaimana perasaannya dan bagaimana dia mengidentifikasi dirinya sendiri, “katanya.

Markle (35) sendiri telah berbicara tentang kebanggaannya pada warisan campurannya, dan bahwa nenek moyangnya adalah seorang budak, yakni dari garis ibunya. Sementara itu ayahnya keturunan kulit putih.

Demi meneliti riwayat keluarga Meghan ketika dia dinyatakan sebagai pacar Harry yang keempat, situs DailyMail menugaskan seorang ahli genealogi dari Massachusetts, Elizabeth Banas.

Harry dikatakan tergila-gila pada aktris “Suits” tersebut dan dilaporkan terbang untuk menemuinya bulan lalu di Toronto, di mana drama seri televisi tersebut difilmkan.

Postcomended   1 Desember dalam Sejarah: Terowongan Bawah Laut Inggris-Prancis Akhirnya Tembus

Banas menemukan bahwa keluarga Meghan saat ini tinggal di Los Angeles, AS, namun sejarah mereka dapat ditelusuri di Georgia dan Tennessee dan kebanyakan tinggal di dalam dan sekitar Chattanooga.

Kakek Meghan adalah Alvin A. Ragland, yang meninggal 2011 pada usia 81. Istrinya adalah Ava Burrow;.masih hidup dan ekerja untuk Sekolah Negeri Hamilton di Tennessee sebelum mereka pindah ke California.

Kakek buyut Meghan adalah Steve R. Ragland yang lahir pada 1908 di Georgia atau Tennessee (catatannya tidak jelas) dan meninggal di Los Angeles pada 1983. Ia menikah dengan Lois Russell di Tennessee pada 1929.

Menurut catatan sensus tahun 1930, Steve bekerja sebagai pengepres di toko pembersih di Chattanooga. Adiknya, Dora Cooper, seorang guru sekolah umum, menurut Sensus 1940.

Ayah Steve dan Dora, Jeremiah Ragland, tinggal di rumah yang sama dengan Dora. Kakek buyut Meghan tampaknya adalah salah satu dari banyak orang Amerika yang pada akhir abad ke-19 atau awal abad ke-20 berhenti dari kehidupan pedesaan untuk mencari pekerjaan di kota-kota yang berkembang pesat.

Sementara itu, saat Perang Dunia I berakhir, moyang Harry sedang berada di atas takhta: kakek buyutnya adalah Raja George V, dan nenek buyutnya adalah Ratu Mary, yang sebelumnya adalah Putri Maria dari Teck.

Postcomended   Untuk Menikahi Raisa, Hamish Harus Dapat Restu Kedutaan Australia

Jeremiah Ragland lahir pada 1881 di Clayton di Georgia dan meninggal pada tahun 1944 di Chattanooga. Surat kematiannya menyatakan nama ibunya adalah Texas, seorang wanita kulit putih, dan pada sensus 1920 dia digambarkan sebagai “mulatto”, campuran putih dan hitam.(***/newsweek/dailymail)

Share the knowledge