Paperless Office | Seminole Office Solutions Seminole Office Solutions488 × 193Telusuri gambar sosfla paperless office colaborate

Paperless Office | Seminole Office Solutions Seminole Office Solutions488 × 193Telusuri gambar sosfla paperless office colaborate

Banyak sekali kampanye dan shoutout untuk mengurangi penggunaan kertas, seperti sebagai pembersih maupun kegunaan dalam media baca dan tulis menulis. Penggunaan kertas memang sangat banyak dan sangat berlebihan. Diestimasikan sampai dengan tahun 2020, pabrik kertas akan memproduksi sekitar 500 juta ton kertas dan karton. 

Setiap kampanye mengurangi penggunaan kertas atau paperless mengarahkan kita untuk menggunakan media digital sebagai pengganti kertas. Kertas dianggap tidak ramah lingkungan karena sulit membusuk/terurai. Namun benarkah penggunaan alat elektronik/digital lebih efektif dibanding dengan penggunaan kertas?

1. Limbah kertas vs limbah elektronik

Dilansir theworldcounts.com, limbah bubur kertas (pulp) dan kertas merupakan polutan industri nomor 3 di dunia. Bubur kertas (pulp) dan kertas mencemari udara, air dan tanah sekaligus.Sekitar 100 juta kg bahan kimia beracun  dihasilkan dari proses produksi kertas. Pemutih berbasis klorin yang digunakan selama proses produksi menghasilkan material kimia beracun seperti kloromethana, fenol dan sebagainya yang tentunya berbahaya bagi makhluk hidup.

Sedangkan limbah elektronik yang dihasilkan secara global menurut data tahun 2014 sebesar 41,8 juta ton. Dilansir thebalance.com, berdasarkan data dari Environmental Protection Agency (EPA) hanya 1 juta ton dari 3.4 juta ton limbah elektronik di Amerika Serikat yang didaur ulang pada tahun 2012.

Berdasarkan laporan PBB, hanya 16% limbah elektronik yang didaur ulang oleh instansi pemerintahan dan perusahan yang disetujui oleh regulasi industri. Setiap tahunya di seluruh dunia, sekitar 1 miliar telepon genggam dan 300 juta komputer diproduksi dan akan mengalami peningkatan seiring dengan kebutuhan telepon genggam dan komputer yang semakin meningkat.

Sedangkan menurut BBC, setiap tahunnya akan ada 20 – 50 juta limbah elektronik yang dihasilkan di seluruh dunia. Jumlah limbah elektronik ini menyumbang 5% limbah padat di daerah perkotaan. Namun EPA Amerika Serikat menyatakan bahwa jumlah limbah yang dihasilkan oleh limbah elektronik adalah 70% limbah berbahaya yang disimpan di TPA.

Postcomended   Negara Kecil Miskin Ini Akan Menjadi Paling Cashless di Muka Bumi

Jumlah yang tidak mengejutkan mengingat perangkat elektronik membutuhkan logam-logam dan bahan kimia berbahaya seperti antimoni, arsenik, paladium dsb. Selain itu ada pula limbah timah yang berasal dari limbah elektronik yang menyebabkan kerusakan serius pada ginjal dan hati manusia.

2. Pohon dan energi

Bahan dasar pembuatan kertas berasal dari lignin yang ada pada pohon. Sekitar 95% bahan mentah yang digunakan dalam proses pembuatan kertas berasal dari pohon. Terlepas dari besar dan jenis pohon, dilansir dari sierraclub.org, setiap 55 – 110 juta ton pohon menghasilkan 20,7 juta ton pohon di Amerika. Dilansir theguardian.com, 65% kertas telah didaur ulang pada tahun 2012 dan menempatkan kertas sebagai komoditi yang dapat diperbaharui.

Penggunaan kertas secara berlebihan meningkatkan penebangan pohon yang meningkat pula, hal ini menyebabkan efek deforestasi. Konservasi lingkungan hidup telah melihat hal ini sebagai ancaman ekosistem sehingga sangat menganjurkan mengurangi penggunaan kertas yang berlebihan.

Salah satu peneliti dari Universitas Stanford pada tahun 2010 mengungkapkan hasil penelitiannya mengenai energi yang dihasilkan dari pencetakan kertas dan media elektronik. Penelitiannya menunjukkan bahwa energi untuk mencetak kertas lebih banyak dibandingkan dengan jika kita membaca langsung melalui media elektronik, tetapi, kertas yang dicetak dapat dibaca berulang tanpa membutuhkan energi listrik dibandingkan dengan penggunaan media elektronik.

Berdasarkan penelitian tersebut, energi yang dibutuhkan untuk dua lembar kertas cetak adalah 152,9 kJ sedangkan untuk membaca dua lembar artikel selama 6 menit dari perangkat leptop membutuhkan energi sebesar 16,4 kJ. Membaca berulang artikel tersebut, dimisilkan selama 5 kali, akan meningkatkan jumlah energi yang dibutuhkan oleh perangkat leptop.

Penggunaan barang elektronik tentu saja tak lepas dari penggunaan baterai, pengisian ulang dan energi listrik. Tentu, penggunaan energi listrik yang dibutuhkan pastinya tidaklah sedikit. Sebagai contoh penggunaan telepon genggam yang semakin familiar di seluruh lapisan masyarakat.

Postcomended   Memanen Realitas Hidup Masa Kini

Dilansir dari lifehacker.com, jika telepon genggam iphone 5 dijadikan sebagai sampel untuk kebutuhan energi listrik, selama satu tahun untuk 170 juta iphone 5 setara dengan kebutuhan energi listrik 54.000 rumah di Iowa, Amerika Serikat. Dengan demikian, menurut perkiraan tersebut kebutuhan listrik satu buah rumah di Iowa, Amerika Serikat sama dengan kebutuhan listrik 3000an telepon genggam. Ini hanya perhitungan perkiraan untuk telepon genggam belum jenis perangkat elektronik lain seperti leptop, komputer, kulkas, pendingin ruangan dan sebagainya.

3. Tisu vs hand dryer

Tisu (dalam berbagai jenis dan bentuk) sangat sering digunakan untuk membersihkan tangan sehabis mencuci dengan air. Tetapi ketersedian hand dryer di tempat-tempat umum seperti kamar mandi umum dan rumah makan membuat kita lebih sering menggunakan alat ini dibandingkan dengan menggunakan tissue,  dengan alasan penghijauan.

Dilansir dari AsapSCIENCE, mengeringkan tangan dengan tisu setelah mencuci tangan lebih cepat dibanding dengan menggunakan hand dryer. Selembar tisu mengeringkan 96% tangan dengan kecepatan 10s sedangkan hand dryer mengeringkan 97% tangan dengan kecepatan 45s. Tapi, berdasarkan pengamatan secara umum, orang-orang lebih cenderung hanya mengeringkan 70% dari tangannya dengan kecepatan 22s dengan menggunakan hand dryer.

Penggunaan hand dryer memang dianggap lebih baik karena mengurangi deforestasi dan mengurangi emisi karbon. Tetapi kandungan bakteri yang ada pada hand dryer lebih banyak dibanding dari tisu, disebabkan karena adanya kontaminasi udara di dalam kamar mandi.

Dari beberapa penjabaran di atas baik penggunaan kertas maupun peralatan digital dan elektronik memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Istilah penghijauan tampaknya perlu dikaji kembali. Shamel Naguib sebagai presiden di paperless productivitymenyatakan bahwa mengurangi penggunaan dokumen kertas menjadi elektronik akan membantu perusahaan menengah dan besar untuk lebih banyak menghemat pengeluaran secara finansial.

Postcomended   Trailer "Mission: Impossible-Fallout" di Youtube Telah Raih 13 Juta Penonton Lebih: Cek Akting Tom Cruise Tanpa Stuntman

Banyak di antara kita yang cenderung masih menggunakan kertas baik sebagai media baca dan tulis menulis, pembersih, pengering, ketrampilan seperti origami dan sebagainya. Banyak sekali penelitian dan riset yang harus dilakukan ke depannya untuk menanggulangi masalah deforestasi dan limbah sehingga berpengaruh kepada siklus hidup manusia dan pelestarian lingkungan. Untuk sementara hal terbaik yang dapat kita lakukan dalam menanggulangi permasalahan lingkungan dijabarkan sebagai berikut:

1. Mendaur ulang semua kertas-kertas bekas atau menggunakannya kembali. Gunakan bagian belakang kertas untuk mengurangi penggunaan kertas sebesar 50%

2. Gunakan 1 lembar tisu saja untuk mengeringkan tangan seusai membersihkannya dengan sabun. Gunakan secukupnya. Jangan terlalu berlebihan.

3. Pilih dan gunakan kertas dengan label “100% dapat didaur ulang”, produk dengan label biodegradable atau produk kertas yang bebas pemutih klorin.

4. Kurangi penggunaan gelas kertas maupun tempat panganan lain, utamakan membawa botol atau wadah sendiri yang dapat digunakan secara berulang.

5. Gunakan barang elektronik, seperti tablet, komputer dan telepon genggam untuk menyimpan data.

6. Menghemat pergunaan listrik dan barang elektronik seefisien mungkin. 

Share the knowledge