http://i.dailymail.co.uk/i/pix/2017/11/06/22/4614D61200000578-5055923-Humiliation_This_image_passed_to_DailyMail_com_by_sources_inside-a-58_1510007911587.jpg

Ini mungkin penjara paling mewah di dunia, ketika para pangeran, menteri, dan pejabat Saudi yang ditangkap belum lama ini karena tuduhan korupsi dilaporkan sedang tidur di lantai hotel bintang lima Ritz-Carlton di ibukota Saudi, Riyadh. Sebuah video yang dirilis The New York Times menunjukkan sejumlah orang terbaring di kasur yang dipenuhi selimut bermotif bunga di Ballroom B hotel tersebut. Terlihat sebuah senapan dengan penjaga untuk mencegah para tahanan kabur. Pihak kejaksaan negeri emas hitam itu menyatakan, total nilai korupsi para elit tersebut adalah sekitar Rp 1.352 triliun.

Sabtu malam pekan lalu, pemerintah Saudi menangkap puluhan orang dengan tuduhan melakukan korupsi, termasuk miliarder dari kalangan elit penguasa, Pangeran Alwaleed bin Talal. Keponakan Raja Salman ini diadalah salah satu orang terkaya di dunia dengan kekayaan bersih sekitar 18 miliar dolar AS. Dia investor di 21st Century Fox dan Citigroup.

Postcomended   Minyak Menipis, Arab Saudi Mulai Longgarkan Sejumlah Norma

Foto tersebut konon bersumber dari orang dalam pemerintahan Saudi. Saat ada upaya memesan sebuah kamar suite pada Selasa (7/11/2017), situs web hotel mengatakan, “Karena keadaan yang tidak terduga, sambungan internet dan telepon hotel saat ini terputus sampai pemberitahuan lebih lanjut.”

Selain itu, ditangkap pula konglomerat media Waleed Al-Ibrahim dan mantan kepala istana kerajaan Khaled Al-Tuwaijri.

Seperti diketahui, 11 pangeran, empat menteri, dan puluhan pejabat dan pebisnis Saudi, ditangkap Sabtu. Tokoh yang ditangkap termasuk mantan Gubernur Riyadh, Pangeran Turki bin Abdullah, dan mantan Menteri Keuangan, Ibrahim al-Assaf.

Postcomended   Pengacara Baru Perkuat Armada Perlawanan Setya Novanto terhadap KPK

Seluruh keluarga kerajaan, yang anggotanya terbiasa hidup jet-set, telah dicegah untuk meninggalkan negara tersebut. Penangkapan tersebut dilakukan hanya beberapa jam setelah Raja Salman memerintahkan pembentukan sebuah komite anti-korupsi yang dipimpin putra mahkotanya, Mohammed bin Salman.

Pria berusia 32 tahun ini telah memulai sebuah proyek modernisasi menjelang kenaikan takhta yang diharapkannya di Kerajaan Teluk.

Jaksa agung Arab Saudi Sheikh Saud Al Mojeb mengungkapkan, nilai korupsi yang dilakukan para pangeran, menteri, dan mantan menteri negara itu mencapai 100 miliar dollar AS atau sekitar Rp 1.352 triliun.(***/newsweek.)