Internasional

Parlemen Rusia Desak Sanksi pada Latvia yang Wajibkan Bahasa Latvia di Sekolah

Tak Ajarkan Bahasa Rusia, Latvia Terancam Kena Sanksi – Andalan News Andalan News

Tak Ajarkan Bahasa Rusia, Latvia Terancam Kena Sanksi – Andalan News Andalan News

Latvia kian membangkangi negeri leluhurnya, Rusia. Negeri yang kini anggota Uni Eropa bahkan NATO ini akan mewajibkan bahasa Latvia di semua sekolah menengah, alih-alih bahasa Rusia. Demi mengetahui ini, anggota parlemen Rusia mendesak pemerintah Rusia menjatuhkan sanksi ekonomi di Latvia.

Latvia sedang melakukan reformasi bahasa bertahap. Pada September 2021, Latvia menargetkan semua warganya yang berusia 16-18 akan diajarkan hanya dalam bahasa Latvia.

Lebih dari seperempat dari 2,2 juta orang Latvia adalah etnis Rusia, yang sebagian besar diajarkan dalam bahasa Rusia. Namun, satu-satunya bahasa resmi adalah bahasa Latvia. Rusia telah lama menuduh Latvia merongrong hak-hak minoritas.

Ketegangan Antara Rusia dan Latvia telah memanas selama bertahun-tahun, sebagian karena Latvia dan tetangganya di Baltik, Estonia dan Lithuania kini adalah anggota NATO. Padahal selama Perang Dingin, mereka berada di bawah kekuasaan komunis Moskow.

Postcomended   Inilah Sejarah Kota Lud, Tempat Dajjal Terbunuh

Dorongan untuk menjadikan bahasa Latvia satu-satunya Bahasa yang dipakai di pendidikan menengah akan dimulai tahun depan. Ajaran bilingual dengan bahasa Rusia hanya akan berlaku untuk anak-anak yang lebih muda yang bahasa ibunya adalah bahasa Rusia.

Menurut data 2016 dari pemerintah Latvia, 811 sekolah Latvia didanai negara, termasuk 94 sekolah yang Bahasa pengantarnya Rusia atau dwibahasa.

Presiden Latvia Raimonds Vejonis mengatakan, reformasi bahasa akan meningkatkan kesempatan yang sama bagi semua warga negara. “Ini akan membuat masyarakat lebih kohesif dan negara lebih kuat,” katanya.

Sebagai tanggapan, resolusi Duma Rusia (rumah bawah) menyebutnya sebagai pelanggaran hak yang diakui secara internasional. Para anggota parlemen, sebagian besar pendukung Presiden Vladimir Putin, mengatakan, sanksi terhadap Latvia dapat mencakup pembatasan perdagangan dan operasi keuangan, boikot terhadap beberapa barang, serta langkah-langkah yang menarget individu politisi Latvia.

Rusia telah melarang impor makanan dan minuman dari negara-negara Uni Eropa sebagai balasan atas sanksi Barat yang dipicu intervensi Rusia di Ukraina.

Postcomended   Menyikapi Perang Politik dengan Cerdas

Bulan lalu kementerian luar negeri Rusia menyebut, pembaruan Latvia “najis” dan “bagian dari kebijakan diskriminatif dari asimilasi paksa orang-orang berbahasa Rusia yang telah dilakukan selama 25 tahun terakhir”.

Pemerintah Latvia mengatakan etnis minoritas masih dapat mempelajari budaya mereka sendiri dan belajar dalam bahasa ibu mereka di sekolah dasar. Minoritas Rusia jauh lebih besar daripada minoritas Latvia lainnya, seperti orang Polandia.

Sekitar 300.000 penutur bahasa Rusia, atau 13% dari populasi Latvia, disebut “non-warga negara”, pasalnya kefasihan dalam bahasa Latvia adalah salah satu persyaratan untuk kewarganegaraan Latvia.

Di Ukraina pada 2014, para penutur Rusia khawatir hak bahasa mereka berisiko memicu konflik etnis, di mana Rusia mencaplok Krimea dan membantu pemberontak di wilayah Donbass.(***/BBC)

 

#school #language #latvia #rusia #backtoschool #vocabulary #riga #ucrania #datoscuriosos #hablahispana #teacher #sabiasque #student #moscu #seguir #englishlearning #esl #grammar #study #students #ielts #education #english #estadosunidos #college #languages #englishlanguage #latvija #toefl #idiom

Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top