Patung Elang Kapal Nazi yang Kisahkan Bunuh Diri Sang Kapten, Diperintahkan Dijual

Internasional
Share the knowledge

 

Patung perunggu elang Nazi dari kapal perang Admiral Graf Spee yang tenggelam, saat ditemukan pada 2006 (kredit: ALFREDO ETCHEGARAY/AFP --via en.rfi.fr)
Patung perunggu elang Nazi dari kapal perang Admiral Graf Spee yang tenggelam, saat ditemukan pada 2006 (kredit: ALFREDO ETCHEGARAY/AFP –via en.rfi.fr)

Pengadilan Uruguay telah memutuskan bahwa patung elang perunggu Nazi dari kapal perang perusak Jerman yang tenggelam di lepas pantai Uruguay dalam pertempuran laut pertama Perang Dunia II, harus dijual. Pertempuran yang menyisakan kisah bunuh dirinya sang kapten kapal.

Setengah dari hasil penjualan akan diserahkan kepada pemerintah Uruguay dan setengahnya kepada tim penyelamat yang menemukannya di River Plate di Montevideo pada 2006 setelah satu dekade pencarian, kata keputusan pengadilan itu seperti dilaporkan AFP, Sabtu (23/6/2019).

Pembagian 50-50 ini diatur dalam sebuah perjanjian yang ditandatangani para penyelamat dengan angkatan laut Uruguay pada 2004. Para pemburu harta karun telah mengajukan gugatan dengan alasan pemerintah mengingkari kesepakatan itu.

Sejak ditemukan dari kapal perang Jerman pada 2006, Admiral Graf Spee, patung elang yang tampaknya dibeli di suatu pelelangan dengan harga tinggi, telah disimpan di gudang angkatan laut.

Patung elang yang memperlihatkan sayapnya yang terbuka lebar dan cakarnya yang mencengkeram swastika; lambing Nazi, ini, menjadi penghias buritan Admiral Graf Spee, kapal kebanggaan angkatan laut Jerman di masa PD II.

Postcomended   7 Februari dalam Sejarah: Ungkap Skandal Militer Prancis, Novelis Emile Zola Diseret ke Pengadilan

Satu tim penyelamat Uruguay yang dipimpin dua bersaudara, Alfredo dan Felipe Etchegaray, mengajukan izin untuk mencari patung elang tersebut pada 1997. Atas keputusan pengadilan, tim penyelamat menyambut putusan itu, yang mengatakan patung itu harus dijual dalam 90 hari. “Keadilan sedang dilakukan,” kata Alfredo Etchegaray kepada AFP.

Menurut The Associated Press, pemerintah Uruguay dapat mengajukan banding atas putusan tersebut. Menteri pertahanan Uruguay, Jose Bayardi, mengatakan, kementerian tidak akan berkomentar sampai mereka meninjau keputusan tersebut.

Debat baru seputar patung elang ini pecah setelah pemerintah bertanya kepada anggota parlemen dan komunitas Yahudi Uruguay apa yang harus dilakukan terhadap benda perunggu seberat 800lb ini. Beberapa mengatakan benda ini harus dipamerkan atau dilelang; yang lain percaya bahwa itu harus disembunyikan atau dihancurkan.

Postcomended   Prince Harry – Meghan Markle Tunda Bulan Madu Demi Tugas Negara

Graf Spee adalah simbol kekuatan angkatan laut Jerman di awal perang. Kapal ini beredar di Atlantik Selatan dan pernah menenggelamkan sejumlah kapal dagang sekutu sebelum kapal perang dari Inggris dan Selandia Baru melacaknya dan berupaya merusaknya selama Pertempuran Sungai Plate yang dimulai pada 13 Desember 1939.

Digempur Inggris dan Selandia Baru, Kapten Graf Spee, Hans Langsdorff, pada 17 Desember 1939, berusaha menghentikan kapal perang ini. Salah satu kapal perang terbesar Reich Ketiga ini segera mencari perlindungan di pelabuhan Montevideo.

Namun Langsdorff tampaknya terkena tipu daya yang dirancang untuk meyakinkannya bahwa pasukan angkatan laut Inggris besar sedang menunggunya di perairan internasional. Karena malu, setelah berlayar keluar dari pelabuhan, Langsdorff memerintahkan Admiral Graf Spee ditenggelamkan. Beberapa hari setelah penghinaan itu, Langsdorff bunuh diri.***


Share the knowledge

Leave a Reply