Internasional

PBB Miliki Laporan Meyakinkan Militer Myanmar Melakukan Kejahatan Perang

Share the knowledge

Keluarga Rohingya berupaya melarikan diri dari tekanan militer Myanmar di negara bagoan Rakhine. Militer Myanmar ditengarai oleh PBB melakukan kejahatan perang dengan menculik dan membunuh sejumlah warga Rohingya baru-baru ini. (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=__x6B47ttUs)

Keluarga Rohingya berupaya melarikan diri dari tekanan militer Myanmar di negara bagoan Rakhine. Militer Myanmar ditengarai oleh PBB melakukan kejahatan perang dengan menculik dan membunuh sejumlah warga Rohingya baru-baru ini. (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=__x6B47ttUs)

PBB mengatakan memiliki laporan yang dapat dipercaya bahwa kematian dan penculikan warga sipil Rohingya baru-baru ini oleh militer Myanmar di negara bagian Rakhine mungkin merupakan kejahatan perang. Ribuan warga Rohingya dipaksa melarikan diri ke Bangladesh, sementara militer Myanmar terus bertindak represif.

Badan hak asasi manusia PBB, Jumat (6/4/2019) mengutuk pertempuran baru-baru ini antara tentara Myanmar dan gerilyawan dari kelompok pemberontak Rakhine yang dikenal sebagai Tentara Arakan, Deutschewelle melaporkan dengan mengutip AFP, AP, DPA, dan Reuters.

Juru bicara Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Ravina Shamdasani, mengatakan, badan itu memiliki laporan yang dapat dipercaya tentang pembunuhan warga sipil, pembakaran rumah, penangkapan sewenang-wenang, penculikan, dan kebakaran tanpa pandang bulu di daerah sipil dan kerusakan pada properti budaya.

Postcomended   Guatemala Ikuti Jejak AS Bakal Pindahkan Kedubesnya ke Yerusalem

“Kami sangat terganggu oleh intensifnya konflik di negara bagian Rakhine dalam beberapa pekan terakhir,” Shamdasani mengatakan pada konferensi pers di Jenewa, Jumat. “Militer Myanmar sekali lagi melakukan serangan terhadap warga sipilnya sendiri, serangan yang mungkin merupakan kejahatan perang.”

Helikopter Tembaki Petani
Shamdasani mengatakan, 4.000 orang Rohingya melarikan diri dari desa-desa ke utara kota pelabuhan Sittwe pada minggu terakhir bulan Maret 2019. Pada 3 April, helikopter militer terbang di atas satu desa di daerah ini dan menembaki petani di ladang mereka, menewaskan sedikitnya tujuh warga sipil dan melukai 18, katanya Shamdasari.

Shamdasani mengatakan, para korban sipil itu termasuk warga Rakhines Buddha dan Muslim Rohingya serta etnis lainnya.
Militer Myanmar Jumat mengakui serangan udara mereka menewaskan enam Muslim Rohingya dan melukai beberapa lainnya, namun mereka berdalih bahwa yang terbunuh dan terluka berafiliasi dengan kelompok pemberontak bersenjata.

Postcomended   Malaysia, India, dan Indonesia dalam Memandang Hubungan Sesama Jenis

Pada 2016, tentara Myanmar melancarkan penumpasan brutal terhadap minoritas Muslim Rohingya di negara bagian Rakhine, mendorong sekitar 730.000 etnis Rohingya melintasi perbatasan menuju negara tetangga Bangladesh. Operasi militer digelar dengan alasan bahwa pemberontak Rohingya melakukan serangan ke pos-pos polisi.

Shamdasani mengatakan pertempuran baru-baru ini di negara bagian Rakhine telah menyebabkan pemindahan lebih dari 20.000 warga sipil. “Dampak kekerasan terhadap warga sipil di Rakhine utara telah diperburuk oleh pemerintah (Myanmar) yang hampir menangguhkan akses kemanusiaan sejak Januari 2019,” katanya. PBB sebelumnya telah menuduh militer Myanmar memiliki “niat genosidal” dalam tindakan keras terhadap minoritas Muslim.***


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top