Internasional

Pelaku Kejahatan Rasial Paling Mengerikan dalam Sejarah Modern AS Disuntik Mati

Share the knowledge

John William King (kiri), dan makan James Byrd Jr, seorang pria kulit hitam yang disiksa secara sadis dan brutal dalam kasus rasial paling mengerikan d

John William King, kiri. Kanan adalah makan James Byrd Jr, seorang pria kulit hitam yang disiksa secara sadis dan brutal dalam kasus rasial paling mengerikan di era modern, yang dirancang King (https://www.youtube.com/watch?v=auaJNYE-5pg)

Seorang pembunuh di salah satu peristiwa kejahatan rasial paling mengerikan dalam sejarah AS modern, dieksekusi Rabu (24/4/2019) dengan suntikan mati di Texas. Dia, John William King (44), dinyatakan mati tak lama setelah pukul 7 malam waktu setempat di penjara Hunstville.

Dilansir laman USA Today, King, dan dua orang kulit putih lainnya, dihukum karena membunuh James Byrd Jr (49), dini hari 7 Juni 1998, di Jasper, Texas, Amerika Serikat (AS). Mereka memukuli Byrd, merantai tangannya ke bagian belakang truk pickup, lalu menyeretnya sejauh tiga mil, merobek tubuhnya hingga terpisah.

Jaksa mengatakan Byrd menjadi sasaran karena dia berkulit hitam. King, seorang supremasi putih yang mengatur serangan tersebut, adalah orang kedua yang dieksekusi dalam kasus ini. Lawrence Russell Brewer dieksekusi pada 2011 sementara Shawn Allen Berry dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

Postcomended   Dituduh Rancang Kudeta, Diktator Korsel Lempar Seorang Jenderalnya ke Piranha

Mahkamah Agung menolak banding terakhir dari King tak lama sebelum eksekusi. Pejabat penjara mengatakan dia sangat tabah ketika menunggu suntikan mematikan disuntikkan. Proses ini disaksikan oleh dua saudara perempuan Byrd dan seorang keponakannya.

Salah satu saudara perempuan Byrd, Clara Byrd Taylor, mengatakan eksekusi itu merupakan langkah penting dalam kisah pembunuhan saudara lelakinya. “Ini adalah waktu yang sangat, sangat sedih,” kata Taylor ( 71) sebelum eksekusi dilakukan, seperti dilaporkan USA Today.

“Anda tidak merasakan kepuasan apa pun atas kejadian ini, tetapi sangat penting untuk mengirim pesan: kejahatan, kebencian, terutama jenis kebiadaban seperti ini, tidak akan ditoleransi di masyarakat kita.”

Postcomended   Berharap Perlindungan Eropa, Iran Umumkan Bakal Langgar Batas Pengayaan Uraniumnya

Peristiwa pembunuhan itu mengguncang kota Japser, sebuah kota kecil berpenduduk 7.600 orang, sekitar 140 mil timur laut Houston, dan menarik perhatian internasional dan nasional. Undang-undang kejahatan rasial federal dan Texas, dinamai untuk mengenang Byrd.

Keluarga juga menciptakan Yayasan Byrd untuk Penyembuhan Rasial, yang masih mengumpulkan uang untuk “pelatihan keragaman” dan pembagian beasiswa hari ini.

Mia Moody-Ramirez, seorang profesor dan peneliti Universitas Baylor yang telah mempelajari dampak pembunuhan Byrd di Jasper, mengatakan, eksekusi itu mungkin tidak membuat komunitas kota itu ditutup. “Mereka mungkin berkata, ‘Oke, orang ini sudah dieksekusi, kita bisa pindah,'” katanya sebelum eksekusi. “Tapi orang tidak akan pernah lupa.”***


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top