Rencana pembangunan Patung Tuhan Yesu di Bukit, Swaja, Kampung Kayu Batu, Distrik Jayapura, Kota Jayapura perlu melibatkan arkeolog dalam perencanaan tata ruangnya.

“Hal ini dikarenakan pada Bukit Swaja terdapat situs-situs arkeologi berupa gua penguburan prasejarah dan situs lukisan tebing prasejarah,” kata Hari Suroto, peneliti dari Balai Arkeologi Papua di Kota Jayapura, Jumat.

Menurut dia, dalam perencanaan tata ruang pembangunan Patung Yesus harus memperhatikan Undang Undang Nomor 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya, sehingga situs-situs arkeologi di Bukit Swaja dapat terlindungi dan tetap lestari.

Postcomended   Konser Tembus Pandang - FRAU

“Perlu pembagian zona yang jelas antara lokasi patung yang akan dibangun dengan akses jalan ke lokasi patung, tempat parkir dengan situs-situs arkeologi. Situs-situs arkeologi merupakan zona inti yang tidak boleh diganggu,” katanya.

Hari menambahkan tujuan utama pembangunan Patung Yesus selain sebagai ikon Kota Jayapura dan Papua, juga sebagai destinasi nasional dan internasional, yang mana keberadaan situs-situs arkeologi sangat mendukung dalam hal ini.

“Patung Yesus merupakan destinasi wisata religi, sedangkan situs-situs arkeologi dapat dijadikan destinasi wisata sejarah budaya, tetapi tentu saja dengan tidak mengesampingkan perlindungan dan pelestariannya,” kata Hari Suroto.

Postcomended   Java Jazz Festival 2018 Akan Hadirkan Banyak Kejutan

SOURCE

Share the knowledge