Internasional

Pembekuan HATI Bukti bahwa Radikalisme Menyebar di ITB

Islam Nusantara Terus Dilirik Timur Tengah, Kiai Said Diundang Mesir ... Duta Islam Islam Nusantara Terus Dilirik Timur Tengah, Kiai Said Diundang Mesir dan Maroko

Islam Nusantara Terus Dilirik Timur Tengah, Kiai Said Diundang Mesir … Duta Islam Islam Nusantara Terus Dilirik Timur Tengah, Kiai Said Diundang Mesir dan Maroko

Kampus-kampus elit seperti ITB menjadi tempat menyebarkan paham radikalisme, pernah diisyaratkan oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (NU), Kiai Said Aqil Siradj, tepat setahun lalu. Meskipun kemudian Said minta maaf, terutama karena menyebut secara spesifik Masjid Salman ITB, namun kini terbukti bahwa radikalisme memang menyebar di kampus melalui organisasi mahasiswa yang diduga terafiliasi dengan ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Institut Teknologi Bandung (ITB) belum lama ini dikabarkan telah membekukan organisasi mahasiswa bernama HATI (Harmoni Amal dan Titian Ilmu); sebuah singkatan yang seperti nyerempet-nyerempet nama HTI, yang ternyata diduga ITB sebagai organisasi afiliasinya.

Dilaporkan laman Republika, Rabu (6/6/2018), Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB, Bermawi Priyatna Iskandar, mengatakan, pembekuan HATI dilakukan sekitar dua pekan lalu, dengan alasan organisasi ini diketahui memiliki kedekatan dengan HTI. Seperti diketahui, HTI telah dibubarkan oleh Pemerintah Indonesia karena dianggap anti Pancasila dan pro khilafah.

Menurut Bermawi, HATI diketahui sering mengundang tokoh-tokoh HTI dalam diskusi di kampus. Hasil diskusi yang mereka posting di media social, kata Bermawi, menunjukkan aspirasi sama dengan HTI.

Namun kata dia, HATI tidak menunjukkan perubahan signifikan ketika ditegur, sejak dua tahun lalu. Karena itu ITB memutuskan membekukannya; khawatir akan membawa pemahaman buruk ke kalangan mahasiswa.

Menurutnya, organisasi yang kerap mengadakan kajian-kajian dan studi agama di lingkungan kampus ini, sudah ada di ITB sekitar lima tahun lalu. Jumlah anggotanya sekitar 59 orang. Bukan tidak mungkin, kata Bermawi, nantinya organisasi ini dibubarkan.

Pernah, kata Bermawi, ada mahasiswa S2 ITB yang videonya sempat viral karena terang-terangan mendukung HTI. Setelah video itu, menyebar luas, dia mengakui kesalahannya dan meminta maaf.
Pada Mei 2017, Said Aqil Siradj pernah mengisyaratkan bahwa bahwa nilai-nilai radikal sudah menyebar ke sejumlah lembaga pendidikan tinggi di Tanah Air seperti ITB, IPB, ITS, dll.

Di sisi lain, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), pada 25 Mei 2018 pernah menyebutkan ITB menjadi salah satu perguruan tinggi yang diduga terpapar radikalisme.

Selain ITB, kampus lainnya yang disebut BNPT adalah Universitas Indonesia (UI), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB).

“PTN itu menurut saya sudah hampir kena (paham radikalisme) semua. Dari Jakarta ke Jawa Timur itu sudah hampir kena semua, tapi tebal-tipisnya bervariasi,” kata Hamli, Direktur Pencegahan BNPT.(***/republika/tempo/CNNindonesia)

Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top