Aisyah dan Huong (http://www.telegraph.co.uk/content/dam/news/2017/03/01/korea-split-xlarge_trans_NvBQzQNjv4BqqVzuuqpFlyLIwiB6NTmJwfSVWeZ_vEN7c6bHu2jJnT8.jpg)

Pengadilan atas dua wanita yang dituduh membunuh Kim Jong Nam, saudara tiri diktator Korea Utara, Kim Jong Un, dimulai pada Senin (2/10/2017) di Shah Alam, Malaysia. Hanya sekitar 20 menit setelah Jong Nam diusap wajahnya oleh salah seorang wanita tersebut, yang dilaporkan sebagai zat racun mematikan VX, Jong Nam tewas terkapar. Kedua wanita ini terancam hukuman gantung.

Racun VX itu dengan cepat menyebar ke sistem saraf pusat Jong Nam. VX diketahui sebagai zat kimia yang sangat mematikan. Agen saraf ini bahkan terdaftar sebagai salah satu senjata pemusnah masal. Racun ini dikembangkan oleh Inggris pada 1950. Dan kini dunia internasional telah melarang penggunaannya.

Adalah Siti Aisyah (25) asal Indonesia dan Doan Thi Huong (29), warga Vietnam, yang dituduh bekerjasama mengusapkan zat saraf beracun VX ke wajah Jong Nam. Keduanya mengaku tidak bersalah dalam pengadilan perdana tersebut.

Dalam kejadian yang tertangkap kamera CCTV bandara Kuala Lumpur itu, Jong Nam terlihat sempat meminta tolong pada petugas bandara, sebelum kemudian terhuyung-huyung dan tewas.

Kim Jong Nam, kiri, terkapar di kursi di bandara Kuala Lumpur (http://cdn.images.dailystar.co.uk/dynamic/1/photos/159000/north-korea-kim-jong-nam-death-female-spy-agent-un-848159.jpg)

Para terdakwa ditangkap beberapa hari setelah kejadian, yakni pada 13 Februari 2017. Waktu itu Jong Nam tengah menunggu untuk naik pesawat ke Makau, Cina, di bandara Kuala Lumpur.

Postcomended   Mensos Ajak 50 Penghafal Al Quran Doakan Pahlawan dan Keselamatan Bangsa Tahlil di Kompleks Taman Makam Pahlawan Nasional Utama (TMPNU) Kalibata

Peristiwa tersebut telah memicu perselisihan sengit antara Korut dan Malaysia, yang merupakan salah satu sekutu Pyongyang, di tengah kekhawatiran global atas program senjata atom Korut, dengan kedua negara saling mengusir duta besar masing-masing.

Dalam persidangan, kedua terdakwa yang terancam hukuman gantung ini menyatakan telah ditipu bahwa mereka dibayar untuk mengambil bagian dalam acara reality show televisi.

Siti dilaporkan hadir di persidangan mengenakan pakaian tradisional Melayu dan berbicara menggunakan bahasa Indonesia. Sedangkan Huong hadir memakai jumper biru, dan berbicara dalam bahasa Vietnam. Siti diketahui sebagai warga Serang, Banten. Dia lahir di Serang, pada 12 Februari 1992.

Postcomended   Langkah Percepatan Reforma Agraria

Pengacara keduanya yakin pelaku sebenarnya telah meninggalkan Malaysia dan bahwa kedua wanita ini akan terbukti tidak bersalah di pengadilan. “Kami cukup yakin bahwa pada akhir persidangan, mereka mungkin akan dibebaskan,” ujar Hisyam Teh Poh Teik, pengacara Huong, kepada AFP.

Sejak kedua terdakwa tampil dalam satu-satunya penampialn yang terpublikasi yakni pada Februari lalu, mereka telah berada di jadwal pengadilan yang dijaga ketat. Sepasang wanita kecil yang makin tampak kerdil di bawah pengawalan polisi bersenjata berat karena mereka diantar mengenakan jaket pelampung dan borgol di hadapan media dunia.

Masih banyak pertanyaan yang belum terjawab seputar pembunuhan tersebut, misalnya bagaimana zat saraf yang mematikan bisa lolos ke bandara dan bisa membunuh Jong Nam namun tidak melukai orang lain sedikitpun, termasuk terhadap terdakwa yang dianggap telah mengusapkannya ke wajah Jong Nam.

Postcomended   Kali Temi Kini Super Bersih Bagai Cheonggyecheon-nya Lumajang

Korea Selatan menuduh Korut berada di balik pembunuhan Jong Nam. Saudara tiri Jong Un ini diasingkan ke luar Korut karena dianggap telah menyuarakan kritik terhadap rezim tersebut.

Korut pun membantah tuduhan tersebut. Beberapa tokoh Korut yang dicurigai memiliki hubungan dengan plot pembunuhan tersebut diketahui segera meninggalkan Malaysia setelah pembunuhan tersebut, sementara yang lainnya diizinkan meninggalkan negara tersebut untuk meredakan krisis diplomatik dengan Malaysia.***

 

 

 

Share the knowledge