Internasional

Penampakan Jalanan Tercabik di Anchorage “Hilang” dalam Kurang dari Empat Hari

Share the knowledge

https://www.express.co.uk/news/world/1053048/Alaska-earthquake-tsunami-warning-7-0-magnitude-quake

Mobil SUV merah ini terjebak di tengah-tengah jalan tol yang tercabik-cabik oleh gempa Bumi berkekuatan 7,0. Namun dalam kurang dari 4 hari, jalan ini telah mulus lagi. Scroll down untuk gambar jalan yang sudah diperbaiki (gambar dari: Reuters via express.co.uk)

Gempa Bumi dengan magnitudo 7.0 mengguncang kota Anchorage pada Jumat (30/11/2018) lalu. Dengan segera foto-foto dampak gempa beredar di berbagai media sosial. Salah satu yang paling “epik” adalah foto di satu segmen jalan tol di kota yang sedang membeku ini, yang tercabik-cabik. Satu mobil SUV yang terjebak di tengahnya, menambah dramatis penampakan gambar tersebut. Namun apa yang terjadi kemudian?

Suhu yang sedang membeku belakangan ini di kota terbesar di Alaska ini tak membuat otoritas setempat lalai terhadap fasilitas publik. Tak sempat menjadi obyek foto-foto selfie dan sebagainya seperti kalau terjadi di Indonesia, satu penampakan akibat dampak gempa di Anchorage yang paling mencengangkan yakni segmen jalan tol yang tercabik-cabik gempa Bumi dengan satu mobil SUV terjebak di tengahnya (yang lain bahkan masuk ke lubangnya), dalam waktu kurang dari empat hari sudah mulus kembali.

Laman SFGate melaporkan, pada Selasa (4/12/2018) pagi, jalan bebas hambatan di International Airport Road dan Minnesota Boulevard di Anchorage tersebut tampak sudah bisa digunakan kembali. Departemen Kepolisian Anchorage di akun Facebook-nya membagikan foto-foto sebelum dan setelah jalan tol ini diperbaiki.

Postcomended   Mobil Paling Populer di Dunia dengan Desain Baru Siap Ramaikan Lagi Jalanan

Postingan itu menjadi viral di Amerika Serikat (AS). Namun orang-orang di seluruh negeri itu menjadi bertanya-tanya mengapa kota-kota dan negara bagian mereka tidak dapat memperbaiki lubang-lubang di jalanan kota mereka secepat itu.

Apalagi Departemen Transportasi Alaska dan Fasilitas Umum itu sendiri mengatakan lebih sulit membuka jalan pada saat ini karena suhu dingin, tetapi mereka dapat melakukannya. Menurut laman St Louis Today, pemerintah federal mengeluarkan 5 juta dollar AS dana darurat sehari setelah gempa terjadi untuk membantu memperbaiki  jalan secepat mungkin.

Masih ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan di Alaska. Pihak berwenang telah mengidentifikasi 50 lokasi di infrastruktur milik negara yang perlu diperbaiki. Dan rupanya kebiasaan berfoto dengan latar belakang bencana juga bisa terjadi di negara semaju AS pun, sehingga pihak berwenang menyarankan warga Alaska tidak mengambil foto narsis di reruntuhan.

Selamat dengan Belajar dari Gempa 1964

Gempa yang cukup merusak ini bagaimanapun tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Beberapa orang hanya terluka akibat pecahan kaca dan benda-benda yang berjatuhan yang cukup merusak di dalam gedung-gedung, namun tak ada bangunan yang ambruk.

Gempa tercatat terjadi pada pukul 08.29 saat aktivitas warga dimulai.  Secara geologis, pusat gempa berada di daerah yang sangat padat penduduknya pada kedalaman 40 km, sehingga banyak energi dilepaskan sebelum mencapai permukaan.

Postcomended   Gempa Palu: Likuifaksi Terjadi di Sejumlah Peristiwa Gempa Bumi di Dunia

Ini bukan gempa pertama yang terjadi di negara bagian AS paling dekat Kutub Utara ini. Pada 1964, Alaska diguncang gempa yang lebih besar dengan magnitudo 9,2 yang berlangsung sekitar empat menit. Gempa yang disebut terkuat kedua dalam sejarah dunia ini saat itu memicu tanah longsor, likuifaksi, dan juga tsunami setinggi 22 kaki yang menyapu kota-kota kecil di sana dari peta yang menyumbang korban jiwa terbanyak dari total korban 128 jiwa.

Dapat dibayangkan, Alaska saat itu masih jauh lebih sepi dari sekarang sehingga jumlah korban jiwa ini dianggap cukup besar. Namun Alaska belajar dari gempa Bumi kala itu; membuka peluang besar bagi para peneliti, menghasilkan penemuan tentang lempeng tektonik dan memberi pengetahuan mitigasi (kesiapsiagaan menghadapi bencana) bagi warga dalam menghadapi gempa Bumi.

Dikaporkan laman The Insider, Senin (3/12/2018), gempa 1964 menjadi titik balik untuk memastikan keamanan gedung. “Kami telah melalui perjalanan panjang sejak gempa 1964,” kata Joey Yang, ketua program teknik sipil di Universitas Alaska Anchorage kepada New York Times. Sejak itu, kata Yang, Anchorage belajar tentang kekuatan dan kerusakan yang diakibatkan oleh gempa besar terhadap infrastruktur dan bangunan.***

View this post on Instagram

Friday’s 7.0-magnitude earthquake ripped apart this road in Anchorage, Alaska, and created a huge hole that made the unfortunate SUV that fell in look like a toy. But in less than four days, the road was already fixed. The jagged chucks of broken road are gone, the hole is filled, the road has been repaved and fresh lines have been painted. The Alaska Department of Transportation and Public Facilities says it's harder to pave roads at this time of year because of the cold temperatures, but they can do it. The federal government released $5 million in emergency funds on Saturday to help get short-term repairs started as quickly as possible. Authorities have identified 50 locations on state-owned infrastructure that need repairs. (📸: Alaska Tour & Travel/Scott Marsteller)

A post shared by CNN (@cnn) on

 


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top