Internasional

Penasihat Keamanan AS, John Bolton, Dipecat!

Share the knowledge

 

John Bolton (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=1c4gRcGknvw)

John Bolton (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=1c4gRcGknvw)

Penasihat keamanan nasional Gedung Putih, John Bolton, disebut mengundurkan diri atas permintaan Presiden AS, Donald Trump, dengan alasan banyak perselisihan kebijakan. Di era George W. Bush Jr, Bolton diketahui sebagai pembisik Bush.

“Saya memberi tahu John Bolton tadi malam bahwa jasanya tidak lagi diperlukan di Gedung Putih. Saya sangat tidak setuju dengan banyak sarannya, seperti yang dilakukan orang lain di pemerintahan,” tulis Trump, Selasa (10/9/2019), dilansir Reuters. Menurutnya, dia akan menyebutkan pengganti Bolton minggu depan.

John Bolton merupakan pembisik Presiden George W. Bush junior untuk melakukan aksi militer terhadap Irak setelah peristiwa teror 9/11, selanjutnya juga terhadap Suriah dan Libya.

Postcomended   Grab Kucurkan Investasi Baru ke Indonesia, Bidik e-Kesehatan dan Mobil Listrik

Cuitan Trump muncul hanya satu jam setelah kantor pers Gedung Putih mengatakan Bolton dijadwalkan muncul pada konferensi pers Selasa bersama Menteri Luar Negeri Mike Pompeo dan Menteri Keuangan Steve Mnuchin.

Bolton memperbaharui cuitannya beberapa menit setelah pengumuman Trump, “Saya menawarkan untuk mengundurkan diri tadi malam dan Presiden Trump berkata, ‘Mari kita bicarakan besok.'”

Trump kesal dengan laporan bahwa dia menghadapi tekanan balik internal dari Bolton atas keputusannya untuk menjadi tuan rumah bagi para pemimpin Taliban di Camp David, banyak orang yang mengetahui kekecewaannya. Presiden mengumumkan rencana pertemuan dibatalkan pada hari Sabtu.

Seorang pejabat administrasi senior menggemakan sentimen itu, mengatakan kepada CNN bahwa Trump semakin jengkel kepada Bolton selama beberapa bulan terakhir karena pernyataannya tentang Iran, Venezuela, dan sekarang Afghanistan.

Postcomended   6 Agustus dalam Sejarah: Pria Rendah Hati Ini Bidani Kelahiran WorldWideWeb

Trump tidak lagi percaya Bolton dapat mengadvokasi agenda Presiden, dan malah merasa dia merusak kredibilitasnya, kata pejabat itu. Trump juga merasa bahwa Bolton bukan advokat yang cukup kuat untuknya di media, dan ketika dia tampil, dia tidak cukup meyakinkan, karena terbukti dia tidak percaya pada beberapa tujuan kebijakan luar negeri Trump, sumber itu menambahkan.

Pejabat senior administrasi lainnya mengatakan kepada CNN bahwa Gedung Putih dan pejabat keamanan nasional mengetahui tentang pemecatan Bolton dari cuitan Trump. Pejabat itu menggambarkan ajudannya dengan panik mencoba mencari tahu setelah cuitan itu.***


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top