Internasional

Pencarian Jasad Khashoggi Dihentikan, Harapan Memakamkannya di Madinah Pupus

Edward Snowden (Glenn Greenwald and Laura Poitras—The Guardian/Reuters, via Time)

Edward Snowden (Glenn Greenwald and Laura Poitras—The Guardian/Reuters, via Time)

Pengungkapan kasus pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi, tidak mengalami perkembangan berarti. Informasi terbaru, polisi Turki malah mengakhiri pencarian tubuhnya, di tengah harapan tunangan dan juga anak Khashoggi yang ingin menguburkan jasadnya kota suci Madinah, sesuai keinginannya saat hidup. Namun ada cetusan menarik dari buron pembocor rahasia intelijen Amerika Serikat yang menyebutkan bahwa Arab Saudi menyadap aktivitas Khashoggi menggunakan perangkat spyware buatan Israel.

Kepolisian Turki menghentikan pencarian jasad Khashoggi, wartawan yang menjadi kritikus utama Arab Saudi. Informasi ini diterima Al Jazeera Sabtu (10/11/2018) dari sumber yang tak bersedia identitasnya dipublikasikan. Namun kepolisian Turki menyebut proses investigasi akan terus berlanjut.

Keputusan ini sedikit banyak telah memupuskan harapan tunangan dan anak Khashoggi yang ingin membawa jasadnya ke kota suci Madinah, dan menguburkannya di sana sesuai harapan Khashoggi saat hidup. Seperti diberitakan sebelumnya, Jaksa Kepala Istanbul mengatakan pada 31 Oktober lalu bahwa Khashoggi dicekik segera setelah dia memasuki konsulat Saudi di Istanbul.

Tubuhnya disebut dimutilasi, dan belakangan disebutkan bahwa cairan asam dicampurkan kepada potongan tubuh Khashoggi untuk menutupi jejak. Jejak cairan asam itu, menurut Al Jazeera, ditemukan di kediaman konsul jenderal Saudi di Istanbul, salah satu lokasi yang awalnya dicurigai sebagai tempat tubuh Khashoggi dibuang.

Postcomended   4 Agustus dalam Sejarah: Kitab Mistisisme Yahudi Dicetak untuk Pertama Kalinya

Kediaman ini berjarak cukup dekat dengan lokasi konsulat Saudi, di mana Khashoggi diduga dibunuh oleh tim perwira dan pejabat Saudi. Sebuah sumber di kantor jaksa agung Turki mengatakan kepada Al Jazeera bahwa tim investigasi menemukan jejak-jejak asam hidrofluorik dan bahan kimia lainnya di dalam sumur di rumah konsul jenderal Saudi itu.

Hatice Cengiz, tunangan Khashoggi, menyatakan terkejut dan sedih atas laporan bahwa tubuh Khashoggi mungkin telah dihancurkan oleh bahan kimia. Cengiz mengatakan di Twitter, Kamis (8/11/2018), bahwa para pembunuh Khashoggi telah merampas harapan orang-orang yang dia cintai untuk menyalatkan jenazahnya dan menguburnya di kota suci Madinah seperti yang dia harapkan.

Sebelumnya, harapan sama telah dikemukakan anak-anak Khashoggi. Mereka berharap memperoleh jasadnya untuk dikuburkan di Madinah, Arab Saudi. Dalam wawancara dengan CNN, Salah dan Abdullah Khashoggi mengatakan tanpa tubuh ayah mereka, keluarga mereka tidak dapat berduka dan menghadapi beban emosional kematian ayah mereka.

“Saya membicarakan hal itu dengan pihak berwenang Saudi dan saya hanya berharap itu segera terjadi,” katanya, Senin (5/11/2018). Sementara itu, sumber-sumber Turki mengatakan bahwa Arab Saudi akan membayar “uang darah” atau kompensasi kepada keluarga Khashoggi dan tunangannya.

Kompensasi ini sejalan dengan pengakuan pihak Arab Saudi bahwa Khashoggi dihabisi di konsulatnya di Istanbul, meskipun pada awalnya Khashoggi seolah-olah terbunuh karena terlibat adu jotos. Belakangan Kejaksaan Saudi bersuara sesuai dengan temuan polisi Turki bahwa kematian Khashoggi direncanakan.

Postcomended   PM Singapura Isyaratkan Asia Akan Dipaksa Pilih Amerika atau Cina

Namun hingga kini belum ada implikasi berarti dari pengakuan ini, ketika di sisi lain dugaan bahwa Putra Mahkota Muhammad bin Salman (MBS) terlibat, menguat. Pada 1 November, di depan para evangelis AS, MBS mengatakan bahwa mereka yang bertanggung jawab atas pembunuhan Khashoggi akan dihukum.

Snowden: Saudi Gunakan Spyware Israel

Edward Snowden, tokoh pembocor rahasia intelijen AS, urun bicara atas kasus yang menimpa Khashoggi. Menurutnya, seperti dilansir kantor berita Anadolu Agency, Kamis (8/11/2018), Arab Saudi mungkin telah menggunakan teknologi spyware buatan Israel untuk menyadap aktivitas Khashoggi sebelum dia dibunuh di konsulatnya pada 2 Oktober 2018.

Melalui satu konferensi video antara Rusia dan Tel Aviv, Israel, buron pemerintah AS ini mengungkapkan bahwa Saudi mungkin telah menggunakan perangkat lunak yang dibuat oleh perusahaan cybersecurity berbasis Israel NSO Group Technologies.

Menurut Snowden, telepon salah satu teman Khashoggi, Omar Abdulaziz, yang tinggal di pengasingan di Kanada, telah terinfeksi spyware NSO’s Pegasus. Perangkat lunak tersebut, kata Si “whistle blower” ini, memungkinkan Saudi mengumpulkan informasi tentang Khashoggi melalui Abdulaziz.

Snowden mengungkapkan, NSO Group adalah yang terburuk dari yang terburuk dalam menjual alat pembobolan ini, yang secara aktif digunakan untuk melanggar hak asasi manusia (HAM) para pembangkang, tokoh oposisi, dan para aktivis. “Tetapi mereka (NSO) tidak sendirian,” kata Snowden.

Postcomended   Lidah Kelu, Dokter: Donald Trump Mengalami Gejala Predemensia

Spyware merupakan program terinstall dalam sistem komputer dan mampu mengumpulkan berbagai informasi soal pemilik komputer itu, untuk kemudian mengirimkan informasi ke lokasi tertentu. Dengan spyware itu, otoritas Saudi mengetahui aktivitas Khashoggi meskipun tinggal di luar negeri.

Snowden yang melarikan diri dari AS usai membocorkan ribuan dokumen soal program pengintaian jangka panjang pemerintah AS, mendapat suaka politik di Rusia sejak tahun 2013. Otoritas Rusia memperpanjang izin tinggal Snowden hingga tahun 2020.(***dariberbagaisumber)

 

 

 

Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top