Senin (7/8/2018), kebakaran di California dinyatakan sebagai kebakaran terbesar dalam sejara AS (foto dari: Cez’L – WordPress.com)

Mengaitkan bencana dengan azab bukan domain orang Indonesia saja. Ini tampaknya merupakan kecenderungan umat beragama. Saat ini warganet secara dangkal banyak mewacanakan bahwa bencana gempa Lombok antara lain akibat keberpihakan Gubernur NTB terhadap pemerintahan RI saat ini. Nah ternyata kecenderungan serupa dilakukan seorang pendeta di AS. Pendeta ini menyebutkan, kebakaran besar di California akibat merajalelanya homoseksualitas.

Pendeta ini awalnya memang telah dikenal bersikap sengit terhadap kau homoseksual alias gay, misalnya dengan membuat video yang mengharapkan kematian orang-orang gay. Dalam peristiwa kebakaran besar yang tak kunjung padam di California saat ini, sang pendeta, Kevin Swanson, mengatakan bahwa Tuhan menciptakan kebakaran hutan yang mematikan untuk menghukum negara karena menerima orang gay.

Dilansir Unilad, Swanson memiliki sejarah panjang menyampaikan pernyataan anti-LGBTQ plus. Tahun lalu dia mengklaim badai Harvey adalah “hukuman” dari Tuhan untuk Texas yang menolak undang-undang anti-trans(gender) dan bahwa sekolah umum akan mengubah anak-anak menjadi “komunis transgender”.

Postcomended   Mengandung Zat Pembuat Bahan Bakar Roket, Obat Jantung Ditarik dari Pasaran

Sosok religius ini juga diketahui memiliki hubungan dengan Senator Republik Ted Cruz yang tampil di panggung bersamanya di Konferensi Kebebasan Beragama Nasional di Iowa hanya beberapa jam setelah ia menyerukan eksekusi homoseksual di podium yang sama.

Swanson disebut mengabaikan fakta dan sains, dan malah mendukung penggunaan tragedi lingkungan demi keuntungan ideologisnya sendiri. Swanson misalnya melihat azab ini turun berdasarkan banyak kegiatan yang dilakukan kaum gay di California.

Menurut Pink News, dia mulai berbicara tentang bagaimana California memiliki sejarah “melegitimasi dosa homoseksualitas”. Swanson misalnya menyebutkan dalam saluran-salurannya, misalnya melalui radio, bahwa jika melihat sejarah California, mereka telah berada di garis terdepan dalam hal melegitimasi homoseksualisme.

Pawai kebanggaan gay pertama terjadi di San Francisco pada 1970 dan kemudian San Francisco melegitimasi homoseksualitas pada 1972. Pada 1982, Laguna Beach, California, memilih walikota homoseksual pertama yang terbuka dalam sejarah Amerika Serikat. Pada 1999, California mengadopsi undang-undang kemitraan domestik.

Postcomended   Australia Rayakan Kemenangan Voting Pernikahan Sejenis, Kubu Konservatif Pasrah

Pada tahun 2005, legislator negara bagian California menjadi yang pertama di negara ini untuk meloloskan undang-undang pernikahan sesama jenis. Pada tahun 2011, California menjadi negara pertama yang mewajibkan indoktrinasi homoseksual untuk siswa K-8. Lalu pada 2012, California menjadi negara bagian pertama yang menandatangani larangan terapi yang mencoba mengubah homoseksual menjadi non-homoseksual.

Kemudian, pada 2017, sekolah-sekolah negara bagian California menerapkan program indoktrinasi homoseksual. “…dan itu adalah awal dari kebakaran terbesar yang pernah dilihat California dalam sejarah. Jadi Tuhan membakar California pada 2017 dan 2018 setelah sekitar 25 tahun memimpin paket untuk melegitimasi dosa homoseksualitas di negara bagian itu,” ujar Swanson.

Alasan objektif, ilmiah, dan berdasarkan bukti untuk kebakaran hutan, adalah diakibatkan antara lain oleh perubahan iklim. Sebagian besar ahli sepakat bahwa keganasan kebakaran hutan, yang sejauh ini menewaskan tujuh orang, terjadi karena suhu di California mencapai rekor 120 derajat Fahrenheit (sekitar 45 derajat C)

Postcomended   Di Tengah Hubungan yang Memanas Rusia Pamer 5 Senjata Baru, AS Meragukan

Para ilmuwan iklim meramalkan panas yang terik dan kebakaran lebih dari satu dekade yang lalu, dan karena pemanasan global, akan membuat California melihat masa depan yang sarat bencana kebakaran hutan dan banjir yang memburuk.

Senin (7/8/2018), kebakaran di California dinyatakan sebagai kebakaran hutan terbesar dalam sejarah AS, yang menghancurkan 443 mil persegi (1.148 kilometer persegi); hampir sebesar kota Los Angeles.(***/unilad/AFP)

 

Share the knowledge