Julian Assange saat memberikan keterangan kepada kerumunan wartawan dari atas balkon Kedutaan Ekuador di London (ABC News)

Pemerintah AS yang begitu bernafsu menjerat Julian Assange, telah melayangkan dakwaan terbaru  kepada pendiri Wikileaks ini. Dalam dakwaan itu, Penasihat Khusus AS, Robert Mueller, menyiratkan bahwa Assange dan WikiLeaks adalah saluran yang digunakan intelijen Rusia dalam mendistribusikan email Partai Demokrat yang diretas pada 2016. AS kini sedang menyiapkan biaya penangkapan Assange, ketika di sisi lain Presiden Ekuador baru tampak menjalin kemesraan dengan AS.

Dalam satu acara di Madrid, Jumat (27/7/2018), sebagaimana dilaporkan oleh Reuters, Presiden Ekuador, Lenin Moreno, kembali menegaskan bahwa pada akhirnya Assange harus meninggalkan kedutaan Ekuador. Moreno baru terpilih sebagai Presiden Ekuador pada 2017.

Pernyataan Moreno ini menyusul laporan dari The Sunday Times bulan lalu yang mengatakan Ekuador sedang berbicara dengan pejabat AS tentang masa depan Assange. Spekulasi mulai meningkat bahwa waktu Assange di kedutaan akan segera berakhir. Padahal pendiri WikiLeaks ini sejak awal khawatir dia akan diekstradisi ke AS.

Postcomended   Ketika Trump Menekan Cina menggunakan iPhone dengan Komponen Terbesar Asal Cina

AS berkepentingan menangkap Assange karena melalui Wikileaks, Assange pernah membocorkan  rahasia pemerintah, email, dan alat peretasan CIA. Kini, alasan AS menjerat Assange bertambah dengan tudingan bahwa dia dan Wikileaksnya digunakan intelijen Rusia dalam mendistribusikan email Partai Demokrat yang diretas pada 2016, yang mengaitkannya dengan kemenangan Donald Trump sebagai Presiden AS.

Assange masuk ke Kedutaan Besar Ekuador di London pada 19 Juni 2012 untuk mengklaim suaka politik. Dia telah berada di sana selama total 2.230 hari. Selain perburuan oleh Washington, Assange pernah mendapat tentangan Pesiden Ekuador, karena dianggap telah menghambur-hamburkan uang negara untuk “memelihara” pendiri situs pembocor rahasia ini di kedutaannya, termasuk dengan memberi akses internet.

Baru-baru ini, koneksi internet Assange dilaporkan kembali diputus. Presiden Moreno, yang sebelumnya menyebut pendiri WikiLeaks sebagai “peretas” dan “masalah warisan”, menegaskan pekan ini bahwa dia baru-baru ini telah berbicara dengan pemerintah Inggris tentang situasi yang sedang berlangsung, menurut Reuters. Dia juga disebut telah mengunjungi AS pada 23 Juli.

Postcomended   6 Mei dalam Sejarah: Kapal Hidrogen Raksasa Hindenburg Musnah Kurang dari Satu Menit

Assange mendapatkan perlindungan dari Kedutaan Ekuador di masa Presiden Rafael Correa. Alasannya adalah melindungi Assange dari penganiayaan politik dan kemungkinan ekstradisi ke Amerika Serikat. “Bukti menunjukkan bahwa jika Assange diekstradisi ke Amerika Serikat, ia tidak akan mendapatkan pengadilan yang adil,” ujar Menteri Luar Negeri Ekuador kala itu, Ricardo Patino.

Selain itu, kata Patino, tidak mustahil Assange akan mengalami perlakuan kejam dan merendahkan martabat kemanusiaannya. “Ia mungkin akan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup atau bahkan hukuman mati,” katanya.

Postcomended   Porsche, Mustang hingga Lamborghini Itu pun Remuk Digilas Buldoser

Menurut beberapa analis, Assange meminta perlindungan ke Ekuador karena dia tahu dia bisa mengandalkan Presiden Ekuador kala itu, Rafael Correa. Namun Correa kini telah lengser keprabon, dan digantikan Moreno yang tampaknya tidak respek pada Assange. (***/newsweek/CNN/reuters)

 

Share the knowledge